GALERI: Perjalanan karier Carlos Sainz

Carlos Sainz baru saja memenangi Dakar 2018, yang merupakan satu dari sedikit prestasi mentereng yang ditorehkan pria Spanyol itu sepanjang kariernya di motorsport.

Car winner Carlos Sainz, Peugeot Sport
Car winner Carlos Sainz, Peugeot Sport

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Data & Fakta Carlos Sainz: 

1.WRC (1987-2005)

  • Tim: Ford (1987-88, 1996-97, 2000-02), Toyota (1989-92, 1998-99), Lancia (1993), Subaru (1994-95), Citroen (2003-05).
  • Reli: 196
  • Reli pertama: Reli Portugal 1987
  • Reli terakhir: Reli Akropolis 2005
  • Kemenangan: 26
  • Kemenangan pertama: Reli Akropolis 1990
  • Kemenangan terakhir: Reli Argentina 2004
  • Podium: 97
  • Juara dunia: 2 (1990,1992)
  • Kemenangan stage: 757
  • Total poin: 1.242

2. Dakar (2005-)

  • Tim: Volkswagen (2006-2011), Demon Jefferies (2013), SMG (2014), Peugeot (2015-17)
  • Kemenangan stage: 31
  • Juara: 2 (2010, 2017)

 

 

Debut WRC

Debut WRC
1/33

Setelah sukses di kompetisi reli Spanyol, Carlos Sainz memulai debutnya di WRC pada Rally Portugal 1987.

Berpasangan dengan Antonio Boto dan mengendarai Ford Sierra RS Cosworth, Sainz tak dapat menyelesaikan reli pertamanya.

Foto oleh: LAT Images

Awal duet Sainz-Moya

Awal duet Sainz-Moya
2/33

Tahun 1988, Sainz bergabung dengan tim pabrikan Ford, dan dipasangkan dengan Luis Moya.

Foto oleh: LAT Images

Hijrah ke Toyota

Hijrah ke Toyota
3/33

Dua tahun tampil paruh waktu bersama Ford, pabrikan Amerika itu tidak mampu mempertahankan Sainz.

Berbekal Celica GT-Four yang lebih kompetitif dari Sierra Cosworth milik Ford, ia hijrah menuju Toyota, dan kembali dipasangkan dengan Moya.

Foto oleh: Sutton Images

Kemenangan pertama

Kemenangan pertama
4/33

Tahun berikutnya, Sainz memenangi reli pertamanya di Yunani.

Foto oleh: Toyota

Juara dunia 1990

Juara dunia 1990
5/33

Sainz memenangi empat balapan dan sembilan podium sepanjang 1990 untuk merengkuh gelar pertamanya di WRC.

Foto oleh: LAT Images

Kemenangan pertama di Monako

Kemenangan pertama di Monako
6/33

Sainz membuka musim berikutnya dengan kemenangan di ronde pertama, Reli Monako.

Foto oleh: LAT Images

Kalah di seri akhir

Kalah di seri akhir
7/33

Unggul satu poin jelang ronde terakhir di Inggris, Sainz gagal mempertahankan gelarnya.

Ia menyelesaikan reli di posisi tiga, sementara rivalnya tahun itu, Juha Kankkunen, menang dan menjadi juara dunia dengan keunggulan tujuh poin.

Foto oleh: LAT Images

Gelar kedua WRC

Gelar kedua WRC
8/33

Sainz menambah perolehan gelar WRC nya menjadi dua dengan memenangi empat reli dan naik podium delapan kali sepanjang 1992.

Foto oleh: Sutton Images

Bergabung dengan Subaru

Bergabung dengan Subaru
9/33

Gelar tersebut tak cukup untuk mengamankan posisi Sainz di Toyota, ia pergi dari pabrikan Jepang itu setelah 1992, dan tidak mendapat kontrak dari tim pabrikan

Bergabung dengan tim Jolly - tim privatir yang menggunakan Lancia HF Intregale - pada 1993, Sainz hanya mampu duduk di posisi delapan klasemen dengan 35 poin , dan hasil terbaik kedua di reli Akropolis.

Akhir 1993, ia direkrut Subaru untuk mendampingi pereli muda Britania Raya, Colin McRae.

Foto oleh: Sutton Images

Debut impresif bersama Subaru

Debut impresif bersama Subaru
10/33

Sainz langsung tancap gas bersama tim barunya, satu kemenangan dan enam podium dikumpulkannya pada musim debutnya bersama Subaru.

Hasil itu menempatkannya di posisi dua klasemen, tertinggal 17 poin dari Didier Auriol.

Foto oleh: LAT Images

Kalah bersaing dengan rekan satu tim

Kalah bersaing dengan rekan satu tim
11/33

Sainz kembali menempati posisi dua klasemen WRC tahun 1995, kali ini ia dikalahkan oleh rekan satu timnya, McRae, dengan selisih lima poin.

Foto oleh: LAT Images

Kembali menuju Ford

Kembali menuju Ford
12/33

Dua musim bersama Subaru, Sainz kembali membela Ford, dan didampingi Moya. Pada 1996 ia hanya menang di Indonesia, dan mengakhiri musim di posisi tiga dengan 89 poin.

Foto oleh: LAT Images

Berjaya di Indonesia

Berjaya di Indonesia
13/33

Sainz kembali memenangi reli Indonesia, yang merupakan satu dari dua kemenangan yang dibukukannya sepanjang musim 1997. Ia kembali duduk di posisi tiga klasemen dengan 51 poin.

Foto oleh: Sutton Images

Reuni dengan Toyota

Reuni dengan Toyota
14/33

Pada 1998, ia mengulang rute yang ia jalani di awal kariernya dengan kembali hijrah dari Ford menuju Toyota.

Foto oleh: LAT Images

Kehilangan titel pada saat akhir

Kehilangan titel pada saat akhir
15/33

Reli Britania Raya menjadi pertarungan antara Sainz dan juara musim 1996-1997, Tommi Makinen, untuk gelar juara 1998.

Tertinggal dua poin dari Makinen, Sainz berpeluang besar untuk merengkuh gelar ketiganya setelah pereli Finlandia itu tersingkir lebih awal.

Nahas bagi Sainz, Corolla WRC yang dikemudikannya mengalami masalah mesin 300 meter sebelum garis finis, dan memastikan gelar ketiga beruntun bagi Makinen.

Foto oleh: Sutton Images

Krisis kemenangan

Krisis kemenangan
16/33

Untuk pertama kalinya sejak 1993, Sainz gagal memenangi satupun reli. Ia berakhir di posisi lima klasemen dengan 44 poin.

Foto oleh: Sutton Images

Bangkit bersama Ford

Bangkit bersama Ford
17/33

Sainz kembali bergabung dengan Ford, ia pun kembali ke jalur kemenangan dengan membukukan satu kemenangan di Reli Siprus, dan tujuh podium yang menempatkannya di posisi tiga klasemen dengan 46 poin.

Foto oleh: Sutton Images

Sulit bersaing dengan talenta muda

Sulit bersaing dengan talenta muda
18/33

Menginjak umur 39, dan menjadi salah satu pembalap paling senior di tahun 2001, Sainz hanya mampu membukukan 33 poin dengan hasil terbaik dua kali runner-up di Monako dan Portugal, dan berada di posisi enam klasemen,

Kemenangan terakhir bersama Ford

Kemenangan terakhir bersama Ford
19/33

Sainz kembali memenangi reli pada 2002, ia memenangi WRC Argentina, yang merupakan kemenangan terakhirnya bersama Ford.

Tantangan baru di penghujung karier

Tantangan baru di penghujung karier
20/33

Sainz menerima tawaran Citroen pada 2003 untuk mendampingi talenta muda asal Perancis, Sebastien Loeb. Ia juga kembali menjadi rekan satu tim McRae.

Untuk pertama kalinya sejak debut WRC nya ia mendapatkan co-driver baru, yaitu Marc Marti.

Kembali masuk dalam pertarungan

Kembali masuk dalam pertarungan
21/33

Setelah beberapa tahun terakhir tersingkir dari persaingan gelar, Sainz kembali menjadi penantang gelar di 2003, ia memenangi 1 reli dan lima kali menaiki podium.

Tertimpa nasib buruk di ronde akhir

Tertimpa nasib buruk di ronde akhir
22/33

Sainz dan Loeb tampil di reli Britania Raya berbekal perolehan poin yang sama (63) di puncak klasemen, mereka unggul satu poin atas Peter Solberg (62).

Sainz tidak dapat menyelesaikan reli, dan harus puas berada di posisi tiga klasemen. Sementara Solberg memastikan gelar dengan kemenangan di Wales yang menempatkannya unggul satu poin (72) atas Loeb yang finis kedua (71).

Kemengangan terakhir

Kemengangan terakhir
23/33

Memutuskan untuk tampil paruh waktu setelah 2004, Sainz membukukan kemenangan terakhirnya di WRC di reli Argentina.

Akhiri karier WRC dengan podium

Akhiri karier WRC dengan podium
24/33

Pada 2005, Sainz turun dalam dua seri WRC bersama Citroen, dan membukukan podium di reli Akropolis, yang merupakan reli terakhirnya.

Bab baru: Dakar

Bab baru: Dakar
25/33

Sainz menemukan tantangan baru setelah kariernya di WRC berakhir, yaitu mengikuti reli Dakar dengan Volkswagen.

26/33

Memenangi empat stage, Sainz menyelesaikan debutnya di Dakar pada posisi ke-11.

Kemenangan pertama reli Cross-Country

Kemenangan pertama reli Cross-Country
27/33

Dakar 2008 dibatalkan akibat ancaman terorisme yang merebak di benua Afrika. Panitia menjadikan reli Eropa Tengah sebagai pengganti dari reli legendaris tersebut, dan Sainz muncul sebagai pemenang ajang tersebut.

Tersungkur saat memimpin

Tersungkur saat memimpin
28/33

Sainz memenangi enam etape, dan difavoritkan untuk memenangi Dakar pertamanya - yang saat ini digelar di Amerika Selatan - namun ia mengalami kecelakaan di Stage 12 dan tersingkir dari balapan.

Kemenangan pertama Dakar

Kemenangan pertama Dakar
29/33

Sainz membayar lunas kegagalan tahun 2009 dengan menjuarai Dakar di tahun selanjutnya, yang merupakan kemenangan pertamanya di reli legendaris tersebut.

Foto oleh: GEPA Pictures

30/33

Memenangi dua stage, Sainz unggul 2 menit 12 detik atas rekan satu timnya, Naseer Al-Attiyah.

Bergabung dengan Peugeot

Bergabung dengan Peugeot
31/33

Pada 2015, Sainz bergabung dengan Peugeot yang kembali ke Dakar dengan 2008 DKR yang mereka siapkan.

Foto oleh: Peugeot Sport

Dakar terakhir bersama Peugeot

Dakar terakhir bersama Peugeot
32/33

Setelah gagal mempersembahkan kemenangan Dakar bagi Peugeot di tiga tahun terakhir, 2018 menjadi kesempatan terakhir Sainz dengan pabrikan Perancis itu.

Foto oleh: Peugeot Sport

Kado perpisahan terindah bagi Peugeot

Kado perpisahan terindah bagi Peugeot
33/33

Sainz pun mampu memberikan kado perpisahan dengan gelar Dakar ketiga bagi Peugeot sejak 2015, dan yang pertama bersama pabrikan Perancis itu.

Foto oleh: Peugeot Sport
Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WRC , Dakar
Tipe artikel Top List