Hujan Lebat Bikin Trek Reli Akropolis Jadi Licin

Guyuran hujan jelang bergulirnya putaran WRC di Yunani telah membuat lintasan menjadi sangat sulit untuk dilewati. Hal ini diungkapkan bos Hyundai, Andrea Adamo.

Hujan Lebat Bikin Trek Reli Akropolis Jadi Licin

Para kru tim dibuat pusing tujuh keliling menghadapi rumitnya trek Reli Akropolis akhir pekan ini. Kabut tebal dan genangan lumpur tebal menyebabkan pereli kesulitan dalam menemukan kecepatan.

Walau sebagian besar personel telah familier dengan karakteristik lintasan. Namun, perubahan kondisi memaksa mereka untuk putar otak guna mencari set-up mobil yang tepat.

Reli Akropolis dikenal menyuguhkan trek gravel dan permukaan yang kasar. Akan tetapi, cuaca telah membuat lintasan jadi lebih lembut. Ditambah lumpur, hal ini mengurangi daya cengkeram.

Adamo mengaku tak khawatir dengan level permukaan lintasan yang kasar. Justru kondisi lembab yang dianggapnya sebagai kekhawatiran tersendiri.

“Dengar, saya tidak khawatir. Kami akan mempersiapkan reli dengan cara yang biasa kami lakukan,” ucapnya kepada Motorsport.com.

“Kami menggelar tes selama tiga hari  yang baik. Kami meningkatkan banyak hal. Kami fokus dan kami di sini. Kami tahu reli akan menjadi reli yang sulit karena hujan deras telah melunakkan jalan dan lumpur ini licin sekali.

“Menurut saya, akan ada bekas roda yang lebih dalam. Reli yang sudah sulit itu sekarang akan lebih sulit lagi.”

Dani Sordo, Borja Rozada, Hyundai Motorsport Hyundai i20 Coupe WRC

Dani Sordo, Borja Rozada, Hyundai Motorsport Hyundai i20 Coupe WRC

Foto oleh: Austral / Hyundai Motorsport

Thierry Neuville, pemenang Reli Ypres, sependapat dengan Adamo. Dia bahkan menilai, Reli Akropolis bakal condong ke daya tahan ketimbang sprint. Hal ini lantara cuaca mengubah kondisi trek secara keseluruhan.

“Pendekatannya perlu hati-hati karena akan sangat sulit di luar sana dan risiko pecah ban akan lebih tinggi dibandingkan apa pun bahkan di jalanan kering. Dalam kondidi basah, ada risiko tergelincir karena jalan benar-benar licin,” tuturnya.

“Lumpurnya tebal. Ini adalah lumpur yang sangat lengket. Anda tidak bisa melakukan apa-apa saat melaju di atasnya. Jadi, itulah mengapa saya melihat reli ini sebagai end-to-end race daripada sprint race.”

Pada kesempatan yang sama, Sebastien Ogier, mengaku sulit untuk mengendalikan mobilnya saat menavigasi trek basah awal pekan ini.

 

“Di negara-negara ini yang tidak terbiasa dengan hujan, tanahnya sangat licin dan beberapa bagian sama sekali tidak memiliki cengkeraman. Anda datang tanpa kecepatan dan Anda sudah kehilangan (kendali atas) mobil,” ucapnya.

“Pastinya jika cuaca lembab atau akan ada lebih banyak hujan saat reli, saya yakin itu akan lebih sulit karena tidak mudah untuk menemukan grip.

“Pada sesi Sabtu, ada bagian pegunungan yang cukup tinggi sehingga mungkin tidak kering di mana-mana. Ini bukan reli yang kami harapkan, tapi itu reli dan kami harus menghadapinya.”

Baca Juga:

Berbicara sesuai Shakedown, Kamis (9/9/2021), Kalle Rovanpera (Toyota) dan rekan setim Elfyn Evans mengatakan bahwa kondisi Reli Akropolis sangat berbeda dari biasanya.

“Relinya sulit dan semua orang kurang lebih menulis catatan baru. Saat Anda menghadapi kabut, yang membuat segalanya menjadi sangat sulit, serta lumpur makin menyulitkan untuk menulis catatan yang akurat,” kata Evans.

“Itu sangat berbeda dibandingkan ketika Shakedown, katakanlah itu. Saya tidak berpikir setiap etape akan begitu jauh dari apa yang kami tes. Tapi saya kira akan ada beberapa etape yang akan sangat berbeda.”

Reli Akropolis dimulai Kamis (9/9/2021) hari ini, dengan Super Special Stage (SS) di Athena, mulai pukul 15.00 GMT atau 10.00 WIB malam.

dibagikan
komentar

Video terkait

Hasil Shakedown Reli Akropolis: Rovanpera Tercepat

Artikel sebelumnya

Hasil Shakedown Reli Akropolis: Rovanpera Tercepat

Artikel berikutnya

Toyota Kuasai Tiga Besar Super Special Stage Reli Acropolis

Toyota Kuasai Tiga Besar Super Special Stage Reli Acropolis
Muat komentar