Hyundai Uji Mobil WRC 2022 dalam Simulasi Reli di Italia

Hyundai Motorsport menguji prototipe mobil hibrida, i20 Rally1, yang akan dipakai untuk Kejuaraan Reli Dunia (WRC) 2022. Mereka melakukan simulasi reli di Piedmont, Italia bagian utara.

Hyundai Uji Mobil WRC 2022 dalam Simulasi Reli di Italia

Mulai musim depan, ada yang berbeda dari WRC. Regulasi hibrida akan diberlakukan sehingga tim-tim mesti melakukan persiapan.

Pabrikan otomotif Korea Selatan memilih Rabu (27/10/2021) hingga Jumat ini, untuk menurunkan mobilnya di permukaan aspal. Sementara, Toyota dan M-Sport Ford, telah menuntaskan tes beberapa pekan lalu.

Hyundai sudah dapat izin dari pemerintah setempat sehingga beberapa ruas jalan, yang sempat dipakai untuk Rally di Alba, ditutup. Ott Tanak dan navigatornya, Martin Jarveoja, mengemudi pada hari pertama. Thierry Neuville dan Martijn Wydaeghe mencicipi mobil baru, Kamis. Dani Sordo dapat giliran terakhir.

Baca Juga:

Dalam simulasi yang dibuat seperti aslinya, terdapat zona kendaraan hibrida listrik untuk menempatkan mobil dengan sistem hibrid 100 kW sesuai pace. Zona ini akan dipasang antara satu etape ke etape lain. Mobil harus menggunakan tenaga listrik saja ketika masuk Service Park.

Knalpot yang berada di sisi kanan mobil menjadi salah satu problem. Kaki mereka pun terasa panas oleh hembusannya.

“Sekarang, kami hampir musim dingin jadi di luar mobil dingin, tapi jika Anda pergi ke Portugal, Sardinia atau Kenya, maka jadi tantangan besar. Tapi, kami punya engineer dan saya pasti bisa menemukan solusi,” Wydaeghe mengungkapkan dilansir Dirtfish.

Hyundai juga menciptakan situasi seperti servis tengah hari dan zona pemasangan ban. Simulasi reli merupakan bukti kalau mereka bersungguh-sungguh mengejar pabrikan lain yang sudah lebih dulu memulai proyek mobil Rally1..

Ott Tanak, Martin Jarveoja, Hyundai i20 Rally1

Ott Tanak, Martin Jarveoja, Hyundai i20 Rally1

Photo by: Hyundai

Mobil i20 Rally1 menggunakan livery kamuflase untuk menyembunyikan beberapa gaya aerodinamika, sehingga tidak diketahui lawan. Mereka harus mendesain ulang badan mobil sehingga sesuai aturan yang ditujukan mengurangi downforce.

Sesi uji coba tersebut dilaksanakan di bawah pengawasan Direktur Reli FIA, Yves Matton, dan Direktur Teknik, Jerome Touquet. Mereka melihat situasi yang timbul ketika mobil melaju, serta berusaha mengetahui bagaimana rencana tes pesaing Toyota Gazoo Racing.

Posisi tempat duduk terlalu tinggi sempat dikeluhkan navigator tim kepada Federasi Otomotif Internasional. Mereka menganggap itu sangat berbahaya.

Laporan pandangan mata dua direktur diharapkan bisa jadi bahan pertimbangan dalam diskusi selanjutnya antara tim dan FIA.

dibagikan
komentar
Craig Breen Diuntungkan WRC Beralih ke Era Hybrid
Artikel sebelumnya

Craig Breen Diuntungkan WRC Beralih ke Era Hybrid

Artikel berikutnya

Takamoto Katsuta Belum Bisa Pastikan Navigatornya

Takamoto Katsuta Belum Bisa Pastikan Navigatornya
Muat komentar