Inggris Terancam Gagal Masuk Kalender WRC 2023

Peluang Inggris Raya masuk kalender balap World Rally Championship (WRC) 2023 terancam gagal akibat kesepakatan yang tak kunjung selesai.

Inggris Terancam Gagal Masuk Kalender WRC 2023

WRC sedang bekerja keras untuk memperluas kalender balap mereka tahun depan dengan total 14 putaran, terdiri dari delapan berbasis di Eropa dan enam reli di berbagai benua lainnya.

Inggris tetap menjadi pasar utama bagi WRC, dengan upaya terus membawa tingkat teratas reli kembali ke sana untuk pertama kalinya sejak Reli Wales pada 2019 lalu.

Reli Irlandia Utara merupakan prospek paling memungkinkan bagi WRC untuk kembali ke Inggris, tetapi finansial masih menjadi kendala utama dalam menjalin kesepakatan.

WRC telah bekerja sama dengan promotor Reli Irlandia Utara dan pengusaha Bobby Willis selama dua tahun terakhir untuk mewujudkan proposal tersebut.

Slot Agustus pada kalender 2022 tetap terbuka untuk reli, tetapi tawaran itu gagal ketika perjanjian pendanaan dari pemerintah Irlandia Utara tidak tercapai. Motorsport UK telah menyatakan dukungan pemerintah sangat diperlukan untuk mewujudkan gelaran tersebut.

Direktur Acara WRC, Simon Larkin, mengatakan kejuaraan masih mendukung upaya Reli Irlandia Utara untuk bergabung dengan kalender 2023. Hanya saja, sesuatu yang dramatis perlu terjadi dalam beberapa pekan ke depan untuk mendapat lampu hijau.

“Ambisi kami adalah untuk kembali ke tempat kami berada atau seharusnya pada tahun 2020 yang bertujuan untuk menggelar 14 reli dan saya pikir kami akan mencapai delapan reli di Eropa dan enam di luar Eropa,” kata Larkin kepada Motorsport.com.

Baca Juga:

“Kami telah bekerja sama dengan Bobby Willis di Irlandia Utara selama beberapa tahun. Ini adalah proyek kami yang sangat antusias dan kami telah memberikan semua dukungan kami.

“Inggris bukan tempat yang bagus untuk berpolitik dan Irlandia Utara bukan tempat yang bagus untuk berpolitik.

“Ada banyak partai politik dan sangat sulit untuk mendapatkan sinyal akhir dan kami masih bertahan dengan itu. Kami berharap ini akan berlanjut tetapi waktunya hampir habis.

“Sesuatu yang drastis harus terjadi dalam beberapa pekan ke depan agar reli itu terjadi, menurut saya.”

Jika Inggris gagal masuk kalender WRC 2023, Jerman siap untuk kembali bergabung setelah terakhir kali menggelar reli pada 2019 lalu.

Meski WRC belum menerima proposal secara formal, sudah ada pembicaraan awal dengan ASN Jerman, ADAC.

Teemu Suninen, Jarmo Lehtinen, M-Sport Ford WRT Ford Fiesta WRC

Teemu Suninen, Jarmo Lehtinen, M-Sport Ford WRT Ford Fiesta WRC

Foto oleh: M-Sport

Sementara itu, FIA merilis penyesuaian pada peraturan Rally1 WRC setelah pertemuan Dewan Olahraga Motor Dunia terbaru.

Waktu untuk memperbaiki mobil Rally1 yang rusak akan ditingkatkan menjadi maksimal empat jam.

Ini akan memungkinkan personel tim untuk mengoptimalkan beban kerja sebelum dan sesudah pekerjaan di sore hari. Ini juga memberikan waktu tambahan bagi mereka untuk mengerjakan mobil, karena prosedur yang lebih rumit dengan kendaraan hybrid Rally1.

Dalam Regulasi Teknis, proposal terkait pembukaan jendela belakang dan ventilasi atap mobil Rally1, yang memerlukan dukungan Komisi Homologasi, disetujui untuk mengatasi tantangan suhu di dalam kokpit meningkat pesat yang dialami pada reli terakhir.

dibagikan
komentar
Ogier dan Loeb Ingin Tampil Lebih Banyak di WRC 2022
Artikel sebelumnya

Ogier dan Loeb Ingin Tampil Lebih Banyak di WRC 2022

Artikel berikutnya

Pereli Rusia Dilarang Tampil di WRC Estonia

Pereli Rusia Dilarang Tampil di WRC Estonia