Dasbor Bermasalah, Sebastien Ogier Kehilangan Konsentrasi

Pereli Toyota Gazoo Racing, Sebastien Ogier, mengatakan gangguan pada dasbor, setelah masalah hibrida pada mobil, membuatnya melakukan kesalahan yang langka.

Dasbor Bermasalah, Sebastien Ogier Kehilangan Konsentrasi

Kesalahan yang dilakukan oleh Sebastien Ogier tersebut berujung dengan juara dunia delapan kali World Rally Championship (WRC) itu gagal menyelesaikan Reli Portugal. Ambisi finis di podium pun kandas.

Ogier kembali bergabung di Reli Portugal pada Sabtu (21/5/2022) pagi, setelah mengalami double puncture, yang membuat penampilannya di hari Jumat berakhir prematur. Sayang, walau sudah rejoin, ia hanya bertahan sampai tiga etape saja.

Pereli 38 tahun asal Prancis itu memasuki tikungan dengan kecepatan yang terlalu tinggi di Special Stage (SS) 10. Ia kemudian mengenai gundukan, membuat mobil GR Yaris Rally1-nya terpelintir, dan akhirnya terjebak di pinggir jalan.

Tak bisa mendorong mobil kembali ke trek, Ogier dan co-driver Benjamin Veillas baru dibantu oleh panitia setelah semua mobil Rally1 menyelesaikan etape tersebut.

Mobil mengalami kerusakan di bagian belakang dan rem, yang memunculkan api kecil di fase awal etape terakhir pagi ini.

Ogier mengakui bahwa insiden tersebut terjadi karena kesalahannya. Ia kehilangan konsentrasi karena terganggu dengan pesan di dasbornya, saat masalah hibrida muncul.

Mantan pereli M-Sport dan Citroen ini masih bisa kembali beraksi di hari Minggu (22/5/2022) besok. Hanya saja, ambisinya finis di podium harus kandas, kecuali ada drama yang melibatkan dua rekan setimnya, Kalle Rovanpera dan Elfyn Evans.

Sébastien Ogier, Benjamin Veillas, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota GR Yaris Rally1

Sébastien Ogier, Benjamin Veillas, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota GR Yaris Rally1

Photo by: Toyota Racing

"Kami kehilangan sistem hibrida beberapa meter sebelum saya kecelakaan," tutur Ogier kepada Motorsport.com.

"Itu kesalahan saya. Saya terlalu fokus ke layarnya. Saya kehilangan konsentrasi dan tidak mendengarkan pace note selanjutnya saat menikung.

"Saya juga melaju terlalu cepat, menghantam gundukan dan selip. Mobil menyangkut, walau tidak mengalami kerusakan yang serius.

"Tidak ada penonton di etape itu, jadi saya butuh waktu untuk bisa keluar dari pinggir lintasan. Kami melakukan seluruh bagian jalan berikutnya tetapi tepat sebelum pos pemeriksaan pada rem saya, saya menyadari pedal masuk ke bawah, ada kebocoran dan ada api di knalpot (di garis start).

"Kami mau tidak mau harus menghentikan itu. Akhirnya kami berhasil memperbaiki mobil dan selesai pagi hari.

"Tim tidak ingin mengambil risiko dengan restart hari ini, karena mobil tidak berada di kondisi sempurna. Itu sebabnya kami berhenti hari ini.

"Saya akan kembali besok. Saya tidak bisa katakan bahwa motivasinya akan tinggi nanti, tapi masih ada kemungkinan jika sesuatu terjadi dan melibatkan salah satu rekan setim saya.

"Dan jangan lupa masih ada poin konstruktor yang bisa diraih. Ini adalah situasi yang aneh bagi saya, di mana walau Anda berada di posisi terakhir, Anda masih bisa mencetak poin. Tapi ya begitu peraturannya."

Baca Juga:

Tak hanya Ogier saja yang melakukan kesalahan langka, kompatriot senegara, Sebastien Loeb, juga mengalami hal serupa.

Loeb crash di hari Jumat saat sedang memimpin reli. Mobilnya terjebak di gundukan setelah menghantam dinding. Terakhir kali duo Sebastien gagal menyelesaikan reli adalah di Reli Australia pada musim 2011.

Sebastien Loeb juga kembali beraksi hari ini, dan lagi seperti Ogier, ia terpaksa berhenti karena adanya kerusakan pada turbo charger di etape kesebelas. Tetapi nasib juara dunia sembilan WRC ini berbeda, karena ia tak akan turun lagi di hari Minggu.

"Dia kehilangan tekanan boost. Kami bisa melihatnya di data yang kami dapatkan," tutur bos M-Sport, Malcolm Wilson, kepada Motorsport.com.

"Mobilnya terdengar baik-baik saja, tapi tidak memiliki kekuatan, jadi mungkin itu bermasalah di turbo charger. Tapi saya masih sedikit terkejut, karena tidak bisa mengingat kapan terakhir kali kami mengalami isu turbo."

dibagikan
komentar

Video terkait

Reli Portugal SS12: Evans Menjauh, Toyota Kuasai Tiga Besar
Artikel sebelumnya

Reli Portugal SS12: Evans Menjauh, Toyota Kuasai Tiga Besar

Artikel berikutnya

Reli Portugal: Rovanpera Tak Menyangka Pimpin Klasemen

Reli Portugal: Rovanpera Tak Menyangka Pimpin Klasemen