M-Sport Yakin Bisa Ganggu Dominasi Toyota dan Hyundai di Reli Safari

Bos M-Sport Ford, Richard Millener, optimistis timnya bisa mencapai sukses di Reli Safari Kenya, edisi keenam Kejuaraan Dunia Reli, pekan ini.

Kondisi medan ekstrim plus reli di benua Afrika yang baru kembali lagi setelah 19 tahun, dipandang sebagai keuntungan bagi skuad yang bermarkas di Cumbria, Inggris.

“Saya kira ini adalah kesempatan terbaik, etape baru bagi semuanya. Tidak ada yang pernah ada di sana. Tak tahu area akan sulit atau jalan apa yang akan lebih buruk setelah melintas pertama,” ujar Millener kepada Motorsport.com.

“Kompetitor tidak banyak tapi tetap saja, ada kompetitor nasional yang bagus. Itu pastinya jadi tantangan dan asya yakin akan ada beberapa insiden.”

Sepanjang musim ini, M-Sport seolah tak bisa apa-apa dibandingkan Toyota Gazoo Racing atau Hyundai Motorsport. Padahal, mereka menurunkan tiga pereli, di mana Gus Greensmith dan Adrien Fourmaux mampu melengkapi 10 besar.

Rapor terbaik mereka adalah peringkat kelima di Reli Portugal (Greensmith) dan Reli Kroasia (Fournaux). Sementara, Teemu Suninen terpuruk di peringkat ke-13 selepas finis pada urutan ke-31 dalam Reli Italia Sardinia.

Namun, pembatasan perjalanan akibat pandemi Covid-19 membuat kru dibagi dua antara Kenya dan Inggris. Mereka mesti berkolaborasi terlepas dari jarak yang memisahkan. Millener mengisyaratkan bahwa mereka sudah punya strategi untuk menaklukkan Reli Safari.

“Kami belum pernah mencoba dan memenangi setiap reli karena bukan tujuan kami tahun ini. Kalau kami masuk dengan pendekatan masuk akal, menjadi kompetitif dan berada di sana tanpa masalah, kemudian Anda akan berakhir dengan hasil. Itu target kami,” katanya.

Prinsipal Toyota, Jari-Matti Latvala memprediksi bahwa M-Sport punya kans bersaing merebut kemenangan di Kenya. Kecerdasan dan ketepatan pengambilan keputusan oleh pereli dan navigatornya, lebih punya peran besar daripada kondisi mobil kali ini.

“Saya kira pada ajang baru dan pembalap masih buta kondisi, peluang setiap orang menjadi sama. Itu akan menyamakan medan permainan,” Latvala menjelaskan kepada Motorsport.com.

Baca Juga:

“Para pembalap mengingat etape dan sangat sulit membuat perbedaan dan mobil kalau Anda paham etapenya. Keuntungan hadir saat mobil lain lebih baik atau kencang daripada lainnya.

“M-Sport tidak ada di level sama dengan Hyundai dan Toyota. Itu akan meningkatkan kans mereka untuk tampil baik di sana. Itu adalah kompetisi di mana pengaruh pembalap lebih besar daripada mobil.”

Andrea Adamo, Hyundai Motorsport, menilai level persaingan di WRC sudah meningkat pesat. Mereka melakukan perbaikan kecil pada mobil agar sesuai dengan medan.

“Saya kira tidak ada tim yang lebih difavoritkan lebih dari lainnya sekarang. Tentu, itu tantangan besar. Anda akan harus cerdas mengintepretasikan jalan, tekanan dalam sistem sangat tinggi dan jalanan sangat berat.

“Menurut saya, bukan masalah di mana kami mesti kencang, kencang , kencang di mana-mana kami harus lebih pintar. Semua dihomologasi beberapa hari ini, jadi ini bukan masalah kami bolah melakukan hal spesifik di Kenya.

“g Apa yang bisa Anda lakukan di sini adalah menaikkan set up dan kami punya jaring kuat di depan grill dan di bawah pelindung body mobil. Tapi tak lebih dari itu,” ia menutup.

Adrien Fourmaux, Renaud Jamoul, M-Sport Ford WRT Ford Fiesta WRC

Adrien Fourmaux, Renaud Jamoul, M-Sport Ford WRT Ford Fiesta WRC

Foto oleh: McKlein / Motorsport Images

dibagikan
komentar

Video terkait

Alain Penasse dan Hyundai Berpisah Setelah Reli Estonia

Artikel sebelumnya

Alain Penasse dan Hyundai Berpisah Setelah Reli Estonia

Artikel berikutnya

Reli Kenya: Evans dan Sordo Rontok di SS3

Reli Kenya: Evans dan Sordo Rontok di SS3
Muat komentar