Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

M-Sport: Puma Rally1 Mampu Kompetitif di Aspal dan Gravel

Prinsipal M-Sport Ford Richard Millener berbicara tentang progres yang dibuat timnya dengan mobil Puma Rally1 dibandingkan dengan model Fiesta sebelumnya serta partisipasi dalam reli nasional.

Sébastien Loeb, Isabelle Galmiche, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Dengan memenangi Reli Monte Carlo, putaran pembuka World Rally Champhionship (WRC), M-Sport sekali lagi membuktikan dapat mengembangkan mobil yang kompetitif. Kali ini dengan regulasi hybrid.   

Pemegang rekor juara dunia terbanyak WRC, Sebastien Loeb, sukses memberikan kemenangan bagi M-Sport dengan mengemudikan mobil Puma Rally1. Ini bukan kali pertama mereka meraih podium utama ketika regulasi baru diperkenalkan.

M-Sport juga sukses pada musim 2017. Kala itu mereka bahkan keluar sebagai juara dunia, lewat pereli veteran Prancis, Sebastien Ogier, yang tahun ini tampil paruh waktu untuk Toyota Gazoo Racing.

Pada akhir Februari, M-Sport finis kelima lewat Gus Greensmith dalam Reli Swedia, event kedua WRC 2022. Ini adalah satu-satunya lomba yang berlangsung di rute sepenuhnya bersalju dan berlapis es.

Baca Juga:

Sebagian besar reli WRC pada tahun ini diadakan di jalur kerikil (gravel) dan aspal. M-Sport yakin dengan komposisi tersebut bagus untuk mereka, setelah fokus pada handling selama pengembangan Puma.

“Salah satu aspek terbesar adalah sasis. Ada rangka teralis baru. Kami telah bekerja keras untuk memiliki sasis dan geometri terbaik,” ujar Prinsipal M-Sport Richard Millener seperti dikutip WRC.com.

Dalam melakukannya, tim reli Inggris tersebut memanfaatkan pengalaman model mobil Fiesta. “Kami telah berhasil meningkatkan kecepatan dan daya responsif mobil. Pereli sering membicarakan itu. Fiesta agak lambat bereaksi. Dalam hal ini, kami membuat kemajuan yang baik.”

Oleh karena itu, Millener meyakini mobil Puma Rally1 tidak hanya kompetitif di jalur aspal, namun juga akan mampu bersaing merebut kemenangan di medan gravel.

Reli Kroasia dijadwalkan bergulir pada 21-24 April mendatang. Putaran ketiga WRC 2022 itu akan digelar di rute aspal. Ini akan diikuti oleh reli gravel pertama di Portugal dan Sardinis, masing-masing akhir Mei dan awal Juni.

Sébastien Loeb, Isabelle Galmiche, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Sébastien Loeb, Isabelle Galmiche, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Kemungkinan untuk pengujian privat dibatasi oleh aturan. Karenanya, dalam beberapa tahun terakhir, terutama Toyota dan Hyundai memilih ambil bagian dalam reli-reli nasional untuk menguji reliabilitas mobil mereka.

Di balik layar, diskusi berulang kali dilakukan tentang apakah hal ini sesuai dengan semangat regulasi. Millener percaya bahwa reli nasional tidak bisa dibandingkan dengan tes. Ini sebabnya ia merasa Puma tak mungkin tampil di luar WRC tahun ini.

“Mungkin ada beberapa keuntungan dalam reli-reli nasional, tetapi menurut saya itu lebih bagi pereli untuk mendapatkan waktu di kokpit. Sulit untuk melakukan tes yang tepat dan bekerja pada set-up di event ini,” Millener menjelaskan.

Setelah dua putaran pertama WRC 2022, M-Sport saat ini menempati posisi kedua dalam klasemen konstruktor. Selisih dengan pemuncak, Toyota, adalah 24 poin, yang memenangi Reli Swedia melalui Kalle Rovanpera.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pelajaran Berharga bagi Adrien Fourmaux di WRC Tahun Ini
Artikel berikutnya Pierre-Louis Loubet Jalani Debut Rally1 di Reli Belgia Selatan

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia