Neuville Sanggah Pernyataan Bos Toyota

Thierry Neuville dianggap melaju terlalu kencang oleh Team Principal Toyota pada Reli Safari Kenya. Hal itu pun dinilai sebagai faktor utama kegagalannya.

Neuville Sanggah Pernyataan Bos Toyota

Neuville mendominasi jalannya Reli Safari Kenya, memenangi 12 dari 14 Special Stage (SS) sepanjang akhir pekan lalu.

Pria asal Belgia itu bahkan unggul dengan selisih waktu yang cukup besar, yakni 57,4 detik atas pereli junior Toyota, Takamoto Katsuta.

Sayang, setelah mengalami kerusakan pada mobilnya, Neuville harus mundur Reli Safari Kenya. Kemenangan di depan mata pun lenyap begitu saja.

Prinsipal Toyota, Jari-Matti Latvala, mencoba memberikan analisisnya terkait kesialan yang menimpa Neuville di belantara savana Nairobi.

Dia menilai bawa Neuville melaju terlalu cepat. Akibatnya, mobilnya rusak parah lantaran struktur permukaan trek Reli Safari yang kasar dan sangat berpasir.

Baca Juga:

Namun, Neuville berpendapat lain. Justru, dirinya dan tim sudah memberikan perlindungan lebih kepada mobil, mengingat mereka kerap menderita hal serupa di awal musim.

"Strategi kami sudah bagus. Sayang masih tidak membuahkan hasil," ujar pereli berusia 33 tahun itu.

"Jika boleh jujur, kami malah telah mencoba melindungi mobil. Perlindungan lebih kami pasang, mulai dari perlindungan di bagian wishbone, kemudian ketinggian mobil yang lebih tinggi dari biasanya, itu semua sudah kami persiapkan.

"Sayangnya, kami masih lebih lemah dari kontestan yang lain. Jadi, kami (kembali) kehilangan peluang untuk meraih kemenangan. Kami hanya kurang beruntung, karena lagi-lagi mengalami isu di mobil," tuturnya.

Thierry Neuville, Martijn Wydaeghe, Hyundai Motorsport Hyundai i20 Coupe WRC

Thierry Neuville, Martijn Wydaeghe, Hyundai Motorsport Hyundai i20 Coupe WRC

Foto oleh: Austral / Hyundai Motorsport

Neuville kemudian menjelaskan, bahwa tim tak bisa mengganti suspensi, lantaran adanya regulasi teknis yang tidak memperbolehkan hal tersebut.

"Anda selalu mengembangkan mobil Anda, tetapi ada beberapa bagian dari mobil yang masih dalam proses homologasi dan tidak bisa diganti," ucapnya.

"Suspensi, wishbone, itu salah satu part yang berada dalam proses homologasi. Dan itu tidak bisa diganti. Yang pasti, kami telah melakukan segala cara untuk menghindari hal-hal yang dapat merusak mobil."

Neuville sendiri sebelumnya mengaku tidak ingin mencari-cari sumber kegagalan di Reli Safary Kenya sebagai kambing hitam untuk disalahkan.

Walaupun kecewa, ia lebih memilih untuk bangkit bersama timnya dan menatap putaran WRC berikutnya, yaitu di Estonia. 

"Saya tidak ingin menyalahkan siapa pun. Saya harus bangkit dan bertahan bersama tim. Kami akan memberikan perlawanan sengit sampai akhir tahun ini," katanya.

dibagikan
komentar
Neuville Dinilai Melaju Terlalu Cepat di Reli Safari Kenya

Artikel sebelumnya

Neuville Dinilai Melaju Terlalu Cepat di Reli Safari Kenya

Artikel berikutnya

Podium Perdana Katsuta Bikin Hati Presiden Toyota Bergetar

Podium Perdana Katsuta Bikin Hati Presiden Toyota Bergetar
Muat komentar