Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Ogier Antusias Bisa Kembali Duel dengan Loeb di WRC

Sebastien Ogier mengatakan akan menyenangkan untuk memiliki satu pertarungan lagi dengan Sebastien Loeb, rival lamanya di WRC, dalam Reli Monte Carlo akhir pekan ini.

Sebastien Ogier, Benjamin Veillas, Toyota GR Yaris Rally1

Dua pereli paling sukses di World Rally Championship (WRC), Sebastien Loeb dan Sebastien Ogier bersiap kembali berhadapan untuk pertama kalinya sejak 2020 pada event ikonik di Monte Carlo, 20-23 Januari.  

Ogier, yang baru meraih gelar WRC kedelapan tahun lalu, tampil di Reli Monte Carlo sebagai bagian dari kampanye parsialnya bersama Toyota Gazoo Racing. Ia tidak akan tampil semusim penuh pada 2022.

Meski begitu, pereli Prancis tersebut tetap berambisi tampil maksimal di putaran pembuka WRC, yang telah dimenanginya delapan kali. Ogier tambah semangat karena akan berhadapan kembali dengan Loeb.

Peraih sembilan titel WRC itu belum pernah turun lagi di kejuaraan sejak merampungkan program paruh waktu dengan Hyundai Motorsport pada musim 2020. Tahun ini Loeb comeback bersama M-Sport Ford.

Baca Juga:

Kendati karier WRC mereka sebagian besar tumpang tindih satu sama lain, dengan gelar terakhir direbut Sebastien Loeb pada 2012 dan titel perdana Sebastien Ogier datang di musim 2013, keduanya bersitegang  ketika menjadi rekan setim di Citroen tahun 2011.

Loeb, yang telah tujuh kali memenangkan Reli Monte Carlo, menempati urutan keenam pada partisipasi terakhirnya dua musim lalu, sementara Ogier finis kedua di belakang Thierry Neuville dari Hyundai.

Akhir pekan ini, kedua pereli hebat tersebut tidak akan bersaing untuk menjadi juara dunia lagi, namun pertarungan diyakini menarik karena mereka mengemudikan mobil hybrid Rally1 untuk pertama kalinya dalam kompetisi.

Ogier pun mengakui bahwa prospek kembali melawan Loeb di Monte Carlo membuatnya bersemangat. Menurutnya, itu juga akan bagus untuk kejuaraan dan bisa membawa perhatian ekstra pada reli tersebut.

“Saya selalu datang untuk mengalahkan semua orang, termasuk Sebastien (Loeb) tentu saja. Saya tahu rivalitas di antara kami akan dibicarakan lagi karena para penggemar menyukainya,” ujar Ogier kepada Motorsport.com.

Sebastien Loeb, M-Sport

Sebastien Loeb, M-Sport

“Ada baiknya untuk menambah sedikit perhatian ekstra pada reli, itu bagus bagi olahraga ini. Kami saling respek dan telah melalui begitu banyak pertarungan di masa lalu. Jika kami dapat memilikinya sekali lagi, akan menyenangkan.”

Menuju Monte Carlo dengan rekor kemenangan, Ogier mengatakan edisi tahun ini tidak mudah bagi siapa pun, termasuk dirinya, karena mereka harus beradaptasi dengan mobil Rally1 yang lebih sulit dikendarai.

Pereli 38 tahun asal Prancis tersebut memiliki waktu tes yang terbatas dengan GR Yaris Rally1. Pengujian terakhir dilakukan Ogier selama tes pra-event Reli Monte Carlo yang berlangsung pada minggu lalu.

“Sulit untuk mengetahui apakah kami siap atau tidak. Anda tak dapat mengatakan 100 persen siap dan mungkin semuanya juga merasa seperti itu. Kami harus melakukan yang terbaik dengan apa yang kami miliki,” tutur Ogier.

“Mobilnya jelas sedikit lebih sulit dikendarai dalam kondisi grip yang sangat rendah. Tetapi tidak mudah mengatakan di mana kami berada dibandingkan dengan tim-tim lain. Itulah pertanyaan besarnya.

Sébastien Ogier, Toyota Gazoo Racing WRT

Sébastien Ogier, Toyota Gazoo Racing WRT

Foto oleh: Toyota Racing

“Kita telah melihat banyak kecelakaan (saat tes Rally1) baru-baru ini, jadi saya pikir itu menjustifikasi apa yang saya katakan. Mobil ini lebih sulit dikemudikan sehingga Monte Carlo tidak akan menjadi reli yang mudah bagi siapa pun.”

Ogier mengakui tekanan di pundaknya kini tidak lagi soal perebutan gelar pereli. Meski demikian, ia masih memiliki keinginan kuat untuk bisa membantu Toyota dalam upaya mempertahankan gelar konstruktor.

“Tentu saja saya lebih santai daripada sebelumnya karena tidak lagi terlibat dalam persaingan juara. Itu menghilangkan sedikit tekanan. Tetapi ambisi untuk tampil maksimal selalu ada setiap saya memulai reli,” ujarnya.

“Saya belum tahu strategi seperti apa yang akan saya terapkan. Tergantung feeling saya di dalam mobil. Itu yang selalu saya lakukan. Jika merasa baik, saya akan mendorong lebih jauh. Namun yang terpenting adalah mencoba dan menemukan feeling tersebut.

“Secara personal saya tidak memiliki beban di kejuaraan, tetapi tim mengandalkan saya karena di Monte Carlo saya punya rekor bagus, sehingga mereka mengharapkan saya bisa memberikan poin. Itu akan saya coba lakukan.”

Sebastien Ogier meraih kemenangan kedelapannya dalam Reli Monte Carlo tahun lalu

Sebastien Ogier meraih kemenangan kedelapannya dalam Reli Monte Carlo tahun lalu

Foto oleh: McKlein / Motorsport Images

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation

Video terkait

Artikel sebelumnya Podcast: Prediksi dan Ekspektasi untuk Musim Balap 2022
Artikel berikutnya Oliver Solberg Nilai WRC Rally1 Mobil Terbaik

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia