Paddon: Tersingkir dua kali berturut-turut merupakan ‘pil yang sulit untuk ditelan’

Pembalap Hyundai Hayden Paddon bertanggung jawab atas kecelakaan yang dialaminya di hari pertama Reli Italia Sardegna setelah mobilnya terguling.

Pembalap berusia 29 tahun tersebut gagal finish untuk kedua kali di musim ini setelah meraih kemenangan di Rally Argentina. Dia juga mengalami kecelakaan di Portual.

“Ini merupakan sebuah ‘pil’ yang sangat sulit untuk ditelan, di mana saya gagal finish untuk kedua kali berturut-turut datang dari sebuah kesalahan yang bodoh.

“Oke, saya yakin kami akan kembali dan kami akan duduk, memikirkan semuanya, belajar dari hal tersebut dan menjadi pembalap – co-driver yang lebih kuat di masa mendatang, tetapi ini bukanlah yang yang saya harapkan dan kami harus menjadi lebih baik.”

Setelah melintir pada pagi hari Jumat silam, pembalap asal Selandia Baru tersebut berada di posisi ketujuh sebelum melebar di tikungan terakhir di SS7, dan membuat mobilnya terguling dan kejadian tersebut membuat sisi kiri belakang mobilnya mengalami kerusakan yang terlalu parah untuk diperbaiki, alhasil dia tidak dapat restart melalui regulasi Rally 2.

“Tentu saja sangat mengecewakan harus mengakhiri reli dengan cara seperti ini.” Kata Paddon.

“Kami hanya ingin menjalani sore kemarin dengan mulus setelah berbagai masalah yang kami hadapi pada pagi harinya. Kami berada dalam kecepatan yang baik, tetapi kami terkecoh dengan melebar di tikungan terakhir stage tujuh yang berada di jalanan aspal.”

“Kejadian tersebut membuat kami terjebak di area gravel di pinggir jalan dan sejak itu kami menjadi penonton di reli ini.”

Paddon telah gagal mencetak poin di tiga reli pada musim ini, setelah sebelumnya dia hanya mampu finish ke-25 di Monte Carlo.

Sementara itu kedua rekan setimnya, Thierry Neuville dan Dani Sordo berada di posisi pertama dan keenam di reli ini.

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WRC
Event Reli Italia
Pembalap Hayden Paddon
Tim Hyundai Motorsport
Tipe artikel Breaking news