Pamit dari WRC, Michelin Catatkan Banyak Sejarah

Selain diplot sebagai event penutup musim, Reli Monza pekan lalu ternyata menjadi ajang perpisahan Michelin dengan World Rally Championship (WRC).

Pamit dari WRC, Michelin Catatkan Banyak Sejarah

Produsen ban asal Prancis tersebut menutup perjalanannya dengan menyapu bersih gelar di kategori utama Reli Monza yang berlangsung 3-6 Desember lalu.

Sukses Sebastien Ogier dan navigatornya, Julien Ingrassia, dari tim Toyota Gazoo Racing meraih titel ketujuh WRC diikuti keberhasilan Hyundai Motorsport di kategori pabrikan.

Michelin juga mengklaim trofi WRC 2 bersama Mads Ostberg dan Torstein Eriksen serta WRC 3 dengan Jari Huttunen dan Mikko Lukka.

Baca Juga:

Mereka memenangi putaran pertama WRC, Reli Monte Carlo, pada 1973. Sedangkan sukses Ogier memuncaki leaderboard di Monza menjadi yang ke-347.

Michelin total telah meraih 28 gelar pereli dengan 12 nama berbeda dan 30 titel manufaktur bersama 11 pabrikan mobil.

Direktur Michelin Motorsport Matthieu Bonardel mengatakan WRC telah memberikan banyak hal. Ajang reli paling bergengsi itu turut membantu Michelin berkembang.

"Sejak pertama kali digelar pada 1973, kami cuma melewatkan total tujuh musim dan ban yang kami produksi terlibat beberapa episode paling berkesan," ujar Bonardel kepada Wrc.com.

Salah satu tipe ban yang disiapkan Michelin untuk Reli Monza 2020.

Salah satu tipe ban yang disiapkan Michelin untuk Reli Monza 2020.

Foto oleh: M-Sport

"WRC telah berkontribusi besar terhadap kemajuan yang dicapai ban kami dan membantu kami memperkenalkan merek ini secara lebih luas dan global," ia menambahkan.

Selama keterlibatannya dalam WRC, Michelin mengeluarkan banyak teknologi unik yang dikembangkan untuk memastikan keselamatan, kinerja dan ketahanan ban.

"Dalam hal ini, WRC telah berfungsi sebagai laboratorium berteknologi tinggi yang sangat penting bagi departemen riset dan pengembangan kami," turut Bonardel.

Dengan pamitnya Michelin, WRC akan kembali menjalin kerja samanya dengan Pirelli sebagai pemasok tunggal untuk kali pertama dalam satu dekade mulai musim depan.

Pereli Toyota Gazoo Racing, Sebastien Ogier, dan co-driver Julien Ingrassia, saat tampil dalam Reli Monza 2020.

Pereli Toyota Gazoo Racing, Sebastien Ogier, dan co-driver Julien Ingrassia, saat tampil dalam Reli Monza 2020.

Foto oleh: Toyota Racing

Pencapaian Penting Michelin dalam Partisipasinya di WRC:

1973: Memenangi enam putaran pada musim pertama WRC dengan Alpin A110.
1982: Kemenangan pertama WRC dengan mobil four-wheel drive ketika Hannu Mikkola menjadi yang terbaik dalam Reli Finlandia dengan Audi Quattro.
1987: Meraih kemenangan pertama dengan mobil Grup A generasi baru di Swedia dengan Mazda 323 yang dikemudikan Timo Salonen. Michelin memperkenalkan teknologi ATS.
1991: Kemenangan ke-100 di SanRemo dengan Lancia milik pereli Didier Auriol.
1997: Kemenangan perdanan dalam kelas World Rally Car di Reli Akropolis dengan Ford yang dipakai Carlos Sainz.
2003: Meraih kemenangan ke-200 WRC di Finlandia dengan Markko Martin.
2004: Sebastian Loeb meraih titel WRC pertamanya bersama Michelin.
2013: Kemenangan pertama dan gelar perdana diraih Sebastien Ogier dengan Michelin.
2016: Michelin membukukan kemenangan ke-300 WRC di Spanyol bersama Ogier.
2020: Ogier meraih gelar ketujuhnya dengan Michelin yang menandai perpisahan produsen ban Prancis itu dengan WRC.

dibagikan
komentar
Ogier: Evans Buat Gelar Ketujuh WRC Kurang Berkesan

Artikel sebelumnya

Ogier: Evans Buat Gelar Ketujuh WRC Kurang Berkesan

Artikel berikutnya

Hyundai Telah Mulai Persiapan Reli Monte Carlo 2021

 Hyundai Telah Mulai Persiapan Reli Monte Carlo 2021
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan WRC
Tag wrc , michelin , hyundai , sebastien ogier
Penulis I Gede Ardy Estrada