Ogier: Reli Monza Tidak Bisa Jadi Event Permanen WRC

Sebastien Ogier percaya bahwa Reli Monza telah berada di level World Rally Championship (WRC). Ia berharap event jenis ini bisa diintegrasikan dalam kalender jangka panjang, namun tidak secara permanen.

Ogier: Reli Monza Tidak Bisa Jadi Event Permanen WRC

Reli Monza, 3-6 Desember lalu, awalnya tidak masuk jadwal musim 2020. Namun kondisi yang sulit akibat pandemi Covid-19, penyelenggara WRC memplotnya sebagai ajang penutup.

Banyaknya reli yang dibatalkan gara-gara pendemi membuat WRC tidak punya banyak pilihan. Mereka pun mendesain ulang Sirkuit Monza, yang biasa menggelar balapan Formula 1.

Untuk kebutuhan penyelenggaraan WRC, mereka juga menggunakan wilayah di sekitar sirkuit sebagai etape atau special stage (SS) yang harus dilalui Ogier dan peserta lainnya.

Baca Juga:

Meski belum pernah menggelar event WRC, sirkuit yang terletak di Italia Utara tersebut biasa menyelenggarakan Monza Rally Show. Alasan ini pula yang membuat mereka terpilih.

Menurut Ogier, Reli Monza punya standar WRC walaupun tidak bisa diplot sebagai event rutin. Pereli Tim Toyota Gazoo Racing itu menilai Monza memiliki keunikannya sendiri.

"Event dimulai dengan kondisi sulit di dalam sirkuit. Namun kemudian ada etape pegunungan yang memberi kesempatan untuk membuat jarak," ujar Ogier kepada Motorsport.com.

Juara dunia WRC tujuh kali itu juga percaya Reli Monza tidak akan merusak DNA kompetisi, justru bisa memberikan nilai tambah bagi kejuaraan reli paling bergengsi tersebut.

Pereli Toyota Gazoo Racing, Sebastien Ogier, saat memacu mobil Yaris WRC dalam Reli Monza 2020.

Pereli Toyota Gazoo Racing, Sebastien Ogier, saat memacu mobil Yaris WRC dalam Reli Monza 2020.

Foto oleh: Toyota Racing

Hanya saja, tidak bisa dilakukan terus menerus. Ogier berpendapat, putaran seperti Reli Monza akan sangat bagus apabila digelar berkala, tidak secara permanen atau tetap.

"Ini memang bukan reli yang normal. Tetapi jelas menawarkan hal baru yang tidak merusak. Saya pikir bagus jika kami berkompetisi dalam kondisi di Monza," kata Ogier.

"Namun tidak bisa dijadikan event permanen karena kami butuh reli 'sesungguhnya'. Mungkin itu kata yang buruk, tetapi kami ingin format klasik. Sesekali tidak masalah."

"Sulit untuk mengatakan karena saya menang di sana (Reli Monza). Namun pemenang dalam event seperti itu punya kebanggaan karena benar-benar tidak mudah," ia menambahkan.

Pereli Toyota Gazoo Racing, Sebastien Ogier, dan co-driver, Julien Ingrassia, meraih podium utama Reli Monza 2020.

Pereli Toyota Gazoo Racing, Sebastien Ogier, dan co-driver, Julien Ingrassia, meraih podium utama Reli Monza 2020.

Foto oleh: Toyota Racing

Hal serupa juga dikemukakan Prinsipal Tim Hyundai Motorsport Andrea Adamo. Ia memuji Reli Monza sebagai ajang yang sangat positif, meski sempat meragukannya pada Juli lalu.

"Semua orang bisa melihat bagaimana reli (Monza) berjalan. Semua memiliki opini positif. Ajang ini ternyata layak masuk kejuaraan (WRC)," Adamo menuturkan.

"Bayangkan jika digelar dengan kehadiran penonton, ini menjadi kesempatan kami menarik fan baru. Kami harus terbuka terhadap pendekatan baru untuk berkembang."

dibagikan
komentar
Resmi: Sordo Perkuat Hyundai pada WRC 2021

Artikel sebelumnya

Resmi: Sordo Perkuat Hyundai pada WRC 2021

Artikel berikutnya

Ganti Strategi Kunci Hyundai Pertahankan Gelar Konstruktor

Ganti Strategi Kunci Hyundai Pertahankan Gelar Konstruktor
Muat komentar