Ostberg Minta Maaf Usai Lontarkan Kata-kata Kasar

Pereli WRC2, Mads Ostberg, meminta maaf setelah omelannya yang sarat sumpah serapah ketika diwawancara di televisi pada Reli Italia akhir pekan lalu.

Ostberg Minta Maaf Usai Lontarkan Kata-kata Kasar

Ostberg dijatuhi sanksi oleh FIA lantaran mengumpat beberapa kali selama wawancara TV di stop control usai Stage 18, Minggu (6/6/2021).

Kata-kata kasar dilontarkan pereli asal Norwegia itu, yang mana dipicu oleh insiden pecah ban, membuatnya gagal memimpin kelas WRC2.

Luapan emosi Ostberg kemudian diselidiki FIA, berujung pada denda sebesar 1.000 Euro (setara 17,3 juta Rupiah) dan pengurangan 25 poin kejuaraan.

Menyadari kesalahannya, Ostberg pun merilis pernyataan melalui video di media sosial. Dia meminta maaf atas tindakannya, sembari berterima kasih kepada para pendukungnya.

Baca Juga:

“Dalam 24 jam terakhir ini cukup istimewa. Kami menyelesaikan Reli Italia dengan baik pada Minggu. Sayangnya, saya melakukan sesuatu yang seharusnya tidak saya lakukan dan saya ingin meminta maaf atas bahasa saya di salah satu akhir Stage,” ucapnya.

“Saya tahu itu seharusnya tidak terjadi dan itu murni karena momen yang panas. Saya akan memastikan itu tidak terjadi lagi di masa depan, dan pada saat yang sama ingin berterima kasih kepada semua orang atas dukungan besar yang saya rasakan akhir pekan ini.

“Terutama beberapa hari terakhir, terima kasih banyak. Saya berharap dapat bertemu dengan Anda lagi segera.”

Mads Ostberg, Rally Sardinia

Mads Ostberg, Rally Sardinia

Photo by: Jaanus Ree / Red Bull Content Pool

Sebuah laporan Steward membenarkan, bahwa komentar Ostberg dibuat pada saat itu, tetapi menganggap tindakannya telah melanggar regulasi FIA dan WRC.

“Sementara para Steward memahami bahwa pada saat yang panas, terutama setelah mengalami masalah selama Special Stage, mungkin sulit untuk mengendalikan emosi, pereli harus selalu memiliki tingkat kontrol yang layak atas kata-kata mereka dalam wawancara TV secara langsung,” demikian isi laporan.

“Penggunaan kata-kata makian dianggap sebagai perilaku yang tidak sportif. Hal itu merusak citra motorsport secara umum dan bertentangan dengan nilai-nilai yang dibela FIA.

“Semua pereli di ajang Kejuaraan Dunia FIA harus sadar bahwa mereka memberi contoh.”

dibagikan
komentar

Ogier Berada di Level yang Berbeda

Tanak Akan Ubah Strategi Usai Dua Kegagalan Beruntun