Persaingan di WRC 2021 Lebih Terbuka

Persaingan di Kejuaraan Dunia Reli (WRC) 2021 bakal lebih sengit dibanding musim lalu. Hal itu diungkapkan pereli Hyundai Shell Mobis WRT, Ott Tanak, dan Prinsipal M-Sport Ford WRT, Richard Millener.

Persaingan di WRC 2021 Lebih Terbuka

WRC 2021 dimulai dengan digelarnya Reli Monte Carlo sejak Kamis (21/1/2021) sampai Minggu (24/1/2021).  Ott Tanak yang musim lalu berada di peringkat ketiga klasemen akhir WRC berharap ada peningkatan signifikan pada tahun keduanya di Hyundai.

Tanak berhasil merebut gelar juara dunia reli 2019 bersama Toyota Gazoo Racing WRT. Tetapi, ia memutuskan pindah ke Hyundai mulai WRC 2020.

Dari hanya tujuh lomba WRC 2020 lalu karena pandemi Covid-19, peta kekuatan para pereli sebetulnya cenderung seimbang. Tercatat enam pereli berbeda mampu memenangi tujuh lomba.

Dua pereli Toyota yang masing-masing menjadi juara dunia dan runner-up WRC 2020, Sebastien Ogier dan Elfyn Evans, mampi memenangi dua lomba. Tiga pereli Hyundai, yakni Thierry Neuville, Tanak, dan Dani Sordo, masing-masing sekali menang.

Baca Juga:

Namun begitu, Tanak yakin persaingan WRC tahun ini akan lebih sengit dibanding musim-musim sebelumnya. Selain lomba yang (direncanakan) lebih banyak, 12, tahun ini seluruh pereli top juga akan turun dengan pemasok ban baru, Pirelli, setelah sebelumnya Michelin.

“Ban akan membuat persaingan benar-benar terbuka,” ucap Ott Tanak. “Selama tes, Anda biasanya menemukan hal-hal menyenangkan. Namun, Anda tidak akan benar-benar belajar sebelum turun di lomba sesungguhnya. Karena itulah kami harus belajar dengan cepat.”

Hal senada diungkapkan bos Tim M-Sport Ford, Richard Millener. Seberapa cepat mobil dengan ban dari Pirelli masih menjadi tanda tanya besar. Cepat mengetahuinya akan menjad hal yang sangat krusial.

Dengan ban baru dari Pirelli, tim-tim akan menjalani Reli Monte Carlo dengan perasaan waswas. Mereka belum paham benar karakter ban Pirelli. Dan di lomba seperti Monte Carlo, pemilihan ban akan menjadi elemen sangat mendasar dan menentukan.

Seperti diketahui, mulai musim 2021, pabrikan ban asal Milan, Italia, menggantikan Michelin sebagai pemasok ban resmi WRC. Michelin sendiri sudah menjadi partner WRC selama 10 tahun terakhir.

Mobil pereli M-Sport Ford WRT, Teemu Suninen dan navigator Jarmo Lehtinen, Ford Fiesta WRC, saat disiapkan untuk Reli Monte Carlo 2021.

Mobil pereli M-Sport Ford WRT, Teemu Suninen dan navigator Jarmo Lehtinen, Ford Fiesta WRC, saat disiapkan untuk Reli Monte Carlo 2021.

Foto oleh: M-Sport

“Selama lebih dari empat tahun, kami mendapatkan banyak informasi dan data dari Michelin. Info dan data itu sangat membantu kami membuat keputusan dan menentukan strategi,” ucap Richard Millener.

“Tahun ini kami tidak memiliki itu. Data hanya kami dapat dari tes selama empat hari. Hasil dari Reli Monte Carlo ini bisa menjadi indikator seberapa jauh Anda memahami karakter ban dari Pirelli.” 

Millener menjelaskan, pihaknya saat ini belum mengerti benar seberapa besar perbedaan mobil dengan ban berkompon soft dan super soft atau antara ban salju dengan super soft. Millener juga masih mempertanyakan kekuatan dan daya tahan ban.

Para pereli memang akan mendapatkan pengalaman pertama turun dengan Pirelli di Monte Carlo. Namun demikian, mereka masih butuh waktu untuk membuat keputusan dalam memilih ban yang tepat.

“Ban akan berperan krusial di ajang seperti Monte Carlo, khususnya dalam situasi saat semua pereli tidak mengetahui persis karakter ban,” kata Teemu Suninen, pereli M-Sport Ford.

“Tahun lalu kami mampu membuat waktu bagus di sini tanpa harus dipusingkan memilih ban. Di 2021,kami akan mencoba mempertahankan kecepatan dan mengeluarkan kemampuan terbaik tanpa membuat kesalahan.”

dibagikan
komentar
Latvala Tak Kaget Jika Ogier Jadi Pereli Part-Time Tahun Depan

Artikel sebelumnya

Latvala Tak Kaget Jika Ogier Jadi Pereli Part-Time Tahun Depan

Artikel berikutnya

Hasil SS1 Reli Monte Carlo: Tanak Ungguli Tiga Pereli Toyota

Hasil SS1 Reli Monte Carlo: Tanak Ungguli Tiga Pereli Toyota
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan WRC
Penulis Tri Cahyo Nugroho