Prinsipal Toyota Tak Bisa Berkata-kata Terkait Insiden Evans

Insiden yang dialami oleh Elfyn Evans di Reli Monza membuatnya kehilangan gelar juara World Rally Championship (WRC) 2020.

Prinsipal Toyota Tak Bisa Berkata-kata Terkait Insiden Evans

Prinsipal tim Toyota Gazoo Racing, Tommi Makinen, mengaku tak bisa berkata-kata terkait insiden yang dialami oleh perelinya, Elfyn Evans, di ajang Reli Monza, pekan lalu.

Evans berada di peringkat ketiga secara keseluruhan, dengan selisih 7,5 detik dari rival dan rekan setimnya, Sebastien Ogier, saat memasuki SS11. Di situlah malapetaka terjadi.

Di kondisi cuaca yang sangat bersalju, Elfyn Evans kehilangan kendali pada bagian belakang mobilnya. Ia kemudian tergelincir dan terperosok keluar jalur.

Melihat kejadian tersebut, Tommi Makinen tak bisa berkata-kata.

Baca Juga:

"Kondisinya sangat gila. Tak ada kata-kata yang bisa saya lontarkan. Saya hanya bisa bilang kami tidak bisa melihat juara baru," tutur Makinen kepada DirtFish.

"Dia mengendalikan (tekanan) dengan sangat baik, saking baiknya dia mengendarai mobil dengan luar biasa, tak ada yang meragukan itu.

"Mungkin saja dia melaju terlalu cepat. Tapi dengan kondisi seperti itu, sulit untuk mencari kecepatan yang tepat. Momen yang berat," Makinen menambahkan.

Elfyn Evans unggul 14 poin dari Sebastien Ogier di klasemen pembalap sebelum Reli Monza dimulai. Namun, karena satu insiden saja, harapan juara dunia pereli Inggris Raya ini sirna.

Elfyn Evans, Scott Martin, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota Yaris WRC

Elfyn Evans, Scott Martin, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota Yaris WRC

Foto oleh: Elfyn Evans

dibagikan
komentar
Sordo Optimistis soal Peluang Tampil dalam WRC 2021

Artikel sebelumnya

Sordo Optimistis soal Peluang Tampil dalam WRC 2021

Artikel berikutnya

Ogier: Evans Buat Gelar Ketujuh WRC Kurang Berkesan

Ogier: Evans Buat Gelar Ketujuh WRC Kurang Berkesan
Muat komentar