Reli Kenya sampai SS13: Neuville Crash, Rovanpera Perlebar Gap

Kalle Rovanpera memimpin hingga 40 detik lebih atas rival terdekat saat menutup hari ketiga Reli Safari Kenya, Sabtu (25/6/2022).

Reli Kenya sampai SS13: Neuville Crash, Rovanpera Perlebar Gap

Seperti etape-etape sebelumnya di Elmenteita, Sleeping Warrior juga menyuguhkan tantangan berat dan variatif bagi para pereli yang turun pada hari ketiga Reli Safari Kenya.

Sebut saja kubangan air yang terlihat seperti bongkahan es, serta sejumlah rawa yang sanggup menenggelamkan mobil.

Dibutuhkan taktik dan perhitungan matang dari para pereli yang ingin mencetak waktu cepat pada paruh kedua leg ketiga Reli Kenya ini.

Lihat saja performa Sebastien Ogier (Toyota Gazoo Racing World Rally Team/WRT) yang berada di P4 dengan tertinggal dua menit lebih di klasemen umum usai SS10.

Atau, Thierry Neuville (Hyundai Shell Mobis WRT) yang mampu memenangi SS9 dan SS10 untuk berada di P4 klasemen lomba, saat jeda usai menjalani tiga SS pada Sabtu pagi.

Sebagian besar drama dialami para pereli kategori Rally1. Namun yang paling tragis mungkin dialami Neuville. Setelah merebut P3 dari tangan Takamoto Katsuta (Toyota) di SS12, pereli Belgia itu terpaksa mundur dari lomba pada SS terakhir lomba hari Sabtu.

Seusai finis kedua di belakang Kalle Rovanpera (Toyota Gazoo Racing WRT) pada SS12, Neuville sempat memperbaiki suspensi depan Hyundai i20 N Rally1 geberannya.

Kendati begitu, runner-up Kejuaraan Dunia Reli (WRC) lima kali (2013, 2016, 2017, 2018, 2019) yang kini berada di P2 klasemen umum WRC itu harus menerima kenyataan pahit. Mobilnya terjebak di sebuah kubangan dan terhenti.

Neuville masih mampu menyalakan kembali mesin mobilnya. Tetapi, setelah melibas beberapa kelokan, Neuville terlihat melambat saat melibas genangan air dan berhenti dengan bagian depan mobil menghadap ke sebuah pohon.

Neuville pun mundur dari lomba di SS13 Sleeping Warrior 2 yang berjarak 31,04 km. Seusai lomba SS13, posisi Neuville di klasemen Reli Kenya pun melorot dua tingkat menjadi kelima.

Thierry Neuville, Martijn Wydaeghe, Hyundai World Rally Team Hyundai i20 N Rally1

Thierry Neuville, Martijn Wydaeghe, Hyundai World Rally Team Hyundai i20 N Rally1

Foto oleh: Red Bull Content Pool

Pereli Hyundai lainnya Oliver Solberg tidak bisa berbuat banyak untuk membantu Neuville, rekan setimnya. Solberg akhirnya mampu finis di P5 pada SS13 namun posisinya di klasemen umum tidak berubah, tetap keenam.

Putra juara dunia reli 2003 Petter Solberg tersebut kini menjadi satu-satunya pereli Hyundai yang tersisa di Reli Kenya. Sebelum Neuville, juara dunia 2019 Ott Tanak juga harus mundur dari lomba akibat kerusakan mesin.

Sederet problem yang dialami para pereli top berhasil dimanfaatkan Kalle Rovanpera untuk memperlebar gap. Setelah memimpin lomba dengan keunggulan 19,4 detik atas rekan setimnya Elfyn Evans, pereli muda Finlandia itu makin menggila pada Sabtu sore.

Rovanpera memang hanya memenangi satu etape (SS12 Elmenteita 2) dari enam yang dilombakan sepanjang hari Sabtu. Tetapi, performanya sangat konsisten. Pada SS13, Rovanpera finis P2 dan kehilangan 3,4 detik dari Ogier yang memenangi lomba. Tetapi ia unggul 13,2 detik atas rival terberatnya, Evans, yang finis P4 pada SS13.

Alhasil, setelah hari ketiga Reli Kenya berakhir, Kalle Rovanpera makin kokoh di puncak dengan keunggulan hingga 40,3 detik atas Elfyn Evans di posisi kedua.

Para pengguna Toyota GR Yaris Rally1 menguasai empat besar klasemen Reli Kenya setelah Katsuta dan Ogier masuk di posisi ketiga dan keempat. Katsuta tertinggal 1 meit 25,6 detik dari Rovanpera sedangkan Ogier 2 menit 38,3 detik.

Baca Juga:

Seusai lomba, Evans mengeluhkan tebalnya debu sehingga menghalangi pandangan. Problem bagi pereli asal Wales itu bertambah kompleks karena windscreen washer di Toyota GR Yaris Rally1 geberannya bermasalah.

“Sungguh menjengkelkan. Saya tidak bisa melihat jelas karena penyiram air kaca depan juga bermasalah. Tentu saya senang masih mampu finis. Tetapi, saya sangat lambat karena tidak bisa melihat jelas ke depan,” ucap Evans yang sempat menabrak pohon kecil.

Kalle Rovanpera juga mengeluhkan masalah yang sama dengan Evans. Saking jengkelnya, Rovanpera mengaku tidak tahu bagaimana ia dan navigator Jonne Halttunen mampu melewati semua tantangan tersebut dan masih mampu finis terdepan.

“Kami dua kali masuk area genangan air tetapi tidak bisa mempertahankan posisi mobil tetap lurus, bahkan di medan lurus sekalipun,” katanya.

“Masalah pada wiper ini bikin pusing saja. Tetapi saya rasa, hanya itu satu-satunya hal buruk yang kami alami pada hari ini. Saya senang bisa finis di posisi ini.”

Hari terakhir Reli Kenya pada Minggu (26/6/2022) akan kembali melombakan enam SS masing-masing dua kali di Oserian (17,52 km), Narasha (13,3 km), dan Hell’s Gate (10,53) dengan total jarak kompetitif hanya 82,7 km. Etape terakhir, SS19 Hell’s Gate 2 merupakan Power Stage.

Posisi 10 Besar Klasemen Umum Reli Kenya sampai SS13: 

Pos Pereli/Co-Driver Mobil Grup Kelas Waktu/Gap
1 K. Rovanpera/J. Halttunen Toyota GR Yaris Rally1 RC1 2:52:39,7 jam
2 E. Evans/S. Martin Toyota GR Yaris Rally1 RC1 +40,3 detik
3 T. Katsuta/A. Johnston Toyota GR Yaris Rally1 RC1 +1:25,6 menit
4 S. Ogier/B. Veillas Toyota GR Yaris Rally1 RC1 +2:38,3
5 T. Neuville/M. Wydaeghe Hyundai i20 N Rally1 RC1 +10:59,3
6 O. Solberg/E. Edmondson Hyundai i20 N Rally1 RC1 +12:19,1
7 C. Breen/P. Nagle Ford Puma Rally1 RC1 +18:56,1
8 J. Serderidis/F. Miclotte Ford Puma Rally1 RC1 +25:45,6
9 K. Kajetanowicz/M. Szczepaniak Skoda Fabia Rally2 Evo RC2 (WRC2) +27:34,7
10 S. Loeb/I. Galmiche Ford Puma Rally1 RC1 +33:01,0

 

dibagikan
komentar
Perilaku Marshal Reli Kenya Bikin Gus Greensmith Jengkel
Artikel sebelumnya

Perilaku Marshal Reli Kenya Bikin Gus Greensmith Jengkel

Artikel berikutnya

Rovanpera Dekati Kemenangan WRC Safari Kenya

Rovanpera Dekati Kemenangan WRC Safari Kenya