Rovanpera Masih Ingin Lebih

Seusai finis kedua di Reli Arctic Finlandia dan memimpin klasemen, akhir pekan lalu, Kalle Rovanpera siap merebut hasil lebih bagus di Kejuaraan Dunia Reli (WRC).

Rovanpera Masih Ingin Lebih

Kalle Rovanpera mencatat rekor di Kejuaraan Dunia Reli setelah berhasil memuncaki klasemen sementara WRC 2021. Adalah hasil finis kedua di Reli Arctic yang dibuat pereli Toyota Gazoo Racing tersebut pada Minggu (28/2/2021) lalu.

Dengan usia 20 tahun empat bulan dan 27 hari, Rovanpera menjadi pereli termuda yang mampu memuncaki klasemen WRC.

Rovanpera sebelumnya dijagokan mampu memenangi Reli Arctic, satu-satunya lomba di medan salju murni di WRC musim 2021 ini. Namun, sejumlah masalah teknis memengaruhi performanya di lomba kedua dalam kalender WRC 2021 tersebut.

Toyota Yaris WRC yang kurang stabil serta sering mengalami understeer membuat Rovanpera kalah cepat dari Hyundai i20 Coupe WRC geberan Ott Tanak (Hyundai Shell Mobis WRT) yang akhirnya memenangi lomba.

Melihat usianya yang masih 20 tahun, strategi dan pengambilan keputusan yang dilakukan Rovanpera di Reli Arctic lalu memang patut diacungi jempol. Ia hanya membuat satu kesalahan di trayek khusus (SS) pertama.

Baca Juga:

“Namun, saya tidak mau memaksakan diri sepanjang lomba karena jika mengeluarkan kemampuan hampir mencapai batas, Anda akan mudah untuk melakukan kesalahan,” ucap putra Harri Rovanpera, pereli dunia yang turun di WRC pada 1993-2006, itu.

Setelah perbaikan pada hari kedua lomba, Rovanpera lebih percaya diri. Tetapi, tantangan besar datang dari pereli Hyundai Motorsport lainnya, Thierry Neuville, yang ingin menggesernya.

“Saya tahu kalah cepat di beberapa SS. Jadi, saya harus menggantinya di SS lainnya. Saya mencoba untuk tidak mengambil risiko terlalu besar karena kami juga butuh poin untuk konstruktor. Tapi, saya saat itu memang butuh poin,” kata Rovanpera.

Keberhasilan Kalle Rovanpera memuncaki klasemen membantu Toyota tetap bertahan di posisi teratas klasemen konstruktor. Tetapi, di klasemen pereli, posisi pertama sampai kelima hanya dipisahkan 12 poin.  

Tiga pereli di antara Rovanpera dan Tanak di P5 juga tipe pereli dengan performa stabil dan fighting spirit tinggi, yakni Neuvile dan dua rekan setim Rovanpera sendiri, juara dunia tujuh kali Sebastien Ogier serta runner-up WRC musim lalu, Elfyn Evans.

Pasangan pereli Toyota Gazoo Racing WRT, Kalle Rovanperä dan navigator Jonne Halttunen, melesat di atas Toyota Yaris WRC pada hari pertama Reli Arctic Finlandia, akhir pekan lalu,

Pasangan pereli Toyota Gazoo Racing WRT, Kalle Rovanperä dan navigator Jonne Halttunen, melesat di atas Toyota Yaris WRC pada hari pertama Reli Arctic Finlandia, akhir pekan lalu,

Foto oleh: Toyota Racing

Dengan memimpin klasemen WRC, Kalle Rovanpera akan menjadi pereli dengan urutan start pertama di Reli Kroasia, 22-25 April mendatang. Ini akan menjadi tantangan karena ia praktis akan “membersihkan” lintasan dari kotoran seperti batu-batu kecil.

“Sangat bagus berada di posisi ini, memimpin klasemen WRC untuk kali pertama. Mungkin agak terasa aneh bagi saya berada di posisi ini pada lomba berikutnya. Yang pasti, kami harus tetap fokus dan konsisten untuk tetap berada di puncak klasemen,” katanya.

Di Reli Kroasia nanti, Kalle Rovanpera juga masih berpeluang memecahkan rekor WRC lainnya, pereli termuda yang mampu memenangi lomba. Saat ini, rekor tersebut masih dipegang Jari-Matti Latvala yang kini menjadi Prinsipal Toyota Gazoo Racing WRT.

Latvala menjadi pereli termuda yang mampu memenangi lomba WRC ketika naik podium utama Reli Swedia 2008 dalam usia 22 tahun dan 313 hari. Jika mampu menang medan aspal di Reli Kroasia 2021 nanti, Kalle Rovanpera baru akan berusia 20 tahun, enam bulan, dan 24 hari.

 

dibagikan
komentar
Persiapan untuk Kroasia, Neuville Ikuti Reli Il Ciocco

Artikel sebelumnya

Persiapan untuk Kroasia, Neuville Ikuti Reli Il Ciocco

Artikel berikutnya

Audi Quattro A1 Siap Kembali Ramaikan WRC

Audi Quattro A1 Siap Kembali Ramaikan WRC
Muat komentar

Tentang artikel ini

Kejuaraan WRC
Tag toyota , wrc , kalle rovanperä
Penulis Tri Cahyo Nugroho