Kalle Rovanpera Yakin Regulasi Baru Ubah Peta Persaingan

Perubahan regulasi dan spesifikasi teknik mobil balap untuk Kejuaraan Dunia Reli (WRC) 2022, direspons positif oleh Kalle Rovanpera. Peta persaingan pasti berubah mengikuti perkembangan.

Kalle Rovanpera Yakin Regulasi Baru Ubah Peta Persaingan

Pereli Finlandia itu sudah menjadi pembalap penuh waktu Toyota Gazoo Racing. Di usia 21 tahun, ia sudah memborong banyak rekor termuda.

Berkat finis nomor satu di Reli Estonia dan Reli Yunani, ia menorehkan prestasi sebagai pemenang termuda. Rekor Colin McRae sebagai kampiun termuda WRC bukan tak mungkin dipatahkan.

Apalagi musim depan ada banyak perubahan. Transformasi mobil akan berujung kepada adaptasi gaya mengemudi. Rivalitas di lintasan akan sulit ditebak.

“Ya, itu tentu merupakan satu hal bagus untuk saya, setidaknya. Sangat membantu kalau punya sesuatu yang lebih pada level pengalaman yang sama,” tuturnya kepada Dirtfish.

“Tentu mobil-mobil berubah banyak membuat tak ada yang tahu siapa lebih kencang dan hal-hal seperti ini, karena saya kira gaya balap dan semua berubah banyak.

“Mungkin tidak mudah dengan mengemudi dan bagaimana Anda bisa beradaptasi pada sistem baru dan lain sebagainya, tapi semoga kami dapat menjalaninya dengan baik.”

Rovanpera bukan pemain baru di WRC. Ia menjajal ajang reli kelas atas itu pada 2017, di Inggris dan Australia. Setelah itu, penghuni peringkat ketiga klasemen WRC2 2018 tersebut menambah jam terbang bersama Skoda Motorsport dalam tujuh seri.

Pada 2019, putra pereli Harri Rovanpera itu hanya absen dalam dua dari 14 putaran. Gabung dengan Toyota Gazoo Racing membuatnya makin kompetitif karena didukung mobil dan lingkungan kerja bagus.

Baca Juga:

Ia meraih podium perdana di Reli Swedia 2020 dan berakhir pada peringkat kelima klasemen musim yang sama. Lalu musim 2021, Rovanpera menyegel dua kemenangan dan dua podium sehingga lebih baik satu tingkat.

Pembalap tersebut gembira sekaligus kecewa dengan pencapaiannya musim ini.

“Tentu saja, saya sangat senang dengan balapan yang bisa kami lakukan dengan bersih. Kami merasa kekecewaan ya, tentu ada yang besar, jadi ini bukan tahun yang mudah tapi saya kira performa sepanjang waktu pada level bagus,” ia menambahkan.

“Saya kira saya bisa bisa lebih percaya diri dengan semua kondisi. Tentu, seringkali bagian paling rumit adalah kondisi reli baru, ketika Anda pergi pertama kali ke suatu tempat. Selalu sulit dengan pace.

“Musim ini, saya kira kami punya pace bagus dalam reli di Tarmac, jadi saya akan mengatakan bahagia di mana pun.”

Rovanpera dan Elfyn Evans sudah menguji GR Yaris WRC Rally1, November lalu. Sayangnya, tes dihentikan karena pereli 32 tahun mengalami kecelakaan yang membuat mobil rusak berat.

Ketika ditanya mengenai sensasi mengemudi mobil baru, ia merespons, “Dari sisi saya, itu sudah bagus sepanjang waktu. Tidak ada yang istimewa.

“Tentu sangat bagus jadi bagian pengembangan mobil baru. Banyak hal baru dan banyak hal yang perlu dicoba dan memolesnya sebaik mungkin dalam waktu singkat. Ada banyak pekerjaan harus dilakukan, tapi ini sangat menarik.”

Kalle Rovanpera, Jonne Halttunen, Toyota GR Yaris Rally1

Kalle Rovanpera, Jonne Halttunen, Toyota GR Yaris Rally1

Foto oleh: Alexandre Begot

dibagikan
komentar
Thierry Neuville Puji Sasis Rally1 Usai Alami Kecelakaan
Artikel sebelumnya

Thierry Neuville Puji Sasis Rally1 Usai Alami Kecelakaan

Artikel berikutnya

12 Mobil Reli Terbaik dalam WRC

12 Mobil Reli Terbaik dalam WRC
Muat komentar