Neuville Nilai Tanpa Ogier Persaingan WRC Tetap Sengit

Thierry Neuville menilai Kejuaraan Reli Dunia (WRC) 2022 menjadi salah satu yang terberat dalam sejarah. Meskipun tidak ada lagi Sebastien Ogier.

Neuville Nilai Tanpa Ogier Persaingan WRC Tetap Sengit

Dimulainya teknologi hybrid mulai musim 2022 menjadi perubahan regulasi terbesar sejak munculnya kelas Grup B hampir empat dekade lalu.

Pereli Hyundai Motorsport Thierry Neuville memastikan bila WRC musim 2022 nanti akan lebih sulit dan berat. Meskipun, juara dunia delapan kali (2013-2018, 2020, 2021) Sebastien Ogier takkan lagi turun penuh.

“Bagi saya dan tim, target untuk musim depan masih tetap sama: menang,” tutur pereli asal Belgia itu seperti dikutip DirtFish.

“Namun saya yakin tahun ini akan menjadi salah satu yang paling menantang yang pernah kami hadapi. Banyak hal baru yang kami harus atasi. Semua di luar kesulitan yang biasa kami hadapi sebagai pereli dalam kondisi yang sering kami temui dalam reli.

“Kami harus bekerja keras dan berat lagi musim depan daripada sebelumnya,” kata pemenang 13 lomba WRC tersebut.

Thierry Neuville saat menguji Hyundai i20 Rally1 di Monte Carlo, Monako.

Thierry Neuville saat menguji Hyundai i20 Rally1 di Monte Carlo, Monako.

Foto oleh: Alexandre Begot

Neuville melakukan debut WRC pada 2012 dengan memperkuat Citroen Junior World Rally Team (WRT). Setelah finis di P7 klasemen akhir, ia langsung ditarik Qatar M-Sport WRT untuk turun penuh pada seri WRC 2013.

Menggeber Ford Fiesta RS WRC, Neuville empat kali finis runner-up dan tiga peringkat ketiga untuk merebut posisi kedua klasemen akhir WRC 2013 di bawah Sebastien Ogier.

Torehan tersebut membuat Hyundai yang mulai turun penuh pada WRC 2014 menjadikan Neuville sebagai pereli utama mereka.

Namun begitu, Neuville kembali harus mengakui Ogier dengan menjadi runner-up WRC pada 2016, 2017, dan 2018. Sedangkan pada 2019, Neuville finis tepat di belakang Ott Tanak yang merebut gelar dan kini menjadi rekan setimnya.

Pada WRC 2021 lalu, Neuville masih menjadi pereli terbaik Hyundai dengan berada di P3 klasemen akhir. Ia harus mengakui kehebatan duo Toyota Gazoo Racing WRT, Ogier dan Elfyn Evans.

Baca Juga:

Saat disinggung apakah kepergian Ogier – yang merebut delapan gelar juara dunia dalam sembilan tahun terakhir – bakal memudahkannya untuk merebut gelar, Neuville memberikan jawaban mengejutkan.

“Ogier tidak mengubah apa pun. Jika tidak Ogier, pesaing berat kami akan datang dari Evans atau bakan Tanak,” kata Neuville.

“Tantangan masih akan sama. Gap antara Evans dan Ogier (pada 2021) cukup kecil dan hal yang sama terjadi setahun sebelumnya. Kami tidak akan meremehkan situasi atau apa pun dalam perburuan gelar WRC nanti, ada atau tidaknya Ogier.”

Pendapat senada diungkapkan Esapekka Lappi yang akan bergantian dengan Ogier menggeber Toyota Yaris Rally1 pada WRC musim ini.

“Satu juara dunia memang pergi. Tetapi masih banyak pereli yang ingin merebut gelar. Kami sudah saling mengenal dan saya yakin persaingan WRC tahun ini akan sangat menarik,” kata Lappi.

 

 

 

dibagikan
komentar
Menyambut WRC 2022, M-Sport Tunjuk Direktur Teknis Baru
Artikel sebelumnya

Menyambut WRC 2022, M-Sport Tunjuk Direktur Teknis Baru

Artikel berikutnya

WRC Buka Kemungkinan Kembali ke Argentina

WRC Buka Kemungkinan Kembali ke Argentina
Muat komentar