Thierry Neuville Lihat Hyundai Alami Krisis Kepemimpinan

Thierry Neuville memandang bahwa Hyundai Motorsport mengalami krisis kepemimpinan. Hal itu membuat mereka gagal dalam WRC Portugal.

Thierry Neuville, Hyundai World Rally Team

Pereli Belgia tersebut gagal mendekati pemuncak klasemen Kejuaraan Reli Dunia 2022, Kalle Rovanpera, karena urung menang di Reli Portugal. Neuville harus puas berada pada urutan kelima.

Musim ini, ia tak pernah menang sama sekali. Rapor terbaik adalah runner-up Reli Swedia dan posisi ketiga Reli Kroasia. Sepertinya, kans merebut titel pereli suram karena tak mampu menaklukkan mobil i20 N Rally1.

Neuville mengungkapkan, “Saya tak punya pilihan. Biasanya kami berada dalam kesulitan dan satu-satunya yang bisa saya lakukan adalah menjalankan pekerjaan secara sempurna dan mencoba jadi pembalap terbaik.”

Setelah memenangi gelar konstruktor edisi 2019 dan 2020, skuad Korea Selatan tersebut merosot. Penurunan performa dinilai sebagai bukti bahwa skuad Korea Selatan mengalam krisis.

Baca Juga:

“Jelas bahwa berbagai hal harus berubah, tidak bisa maju dengan cara seperti ini. Maksud saya, mengalami masalah setiap kali membuat kami kehilangan banyak poin, kehilangan titel,” ucapnya.

“Kami menderita kegagalan teknik dari Monte Carlo 2021 sampai sekarang. Saya kira itu sangat banyak dan dalam hal ini, kami tidak akan pernah menang gelar lagi.

“Bagi kami, itu adalah akhir pekan yang gelap, meski sekali lagi kami bisa membawa mobil pulang. Itu bukan posisi yang kami harapkan, tapi kami melakukan yang terbaik. Seperti kru, kami bekerja tanpa cacat.

“Kami merasa nyaman di mobil, itu poin positif. Tidak terlalu buruk dari sudut pandang performa, tapi reliabilitas menderita. Musim baru dimulai, tapi kompetisi sudah terlihat sangat rumit.”

 

Lengsernya Andrea Adamo dari kursi prinsipal akhir tahun lalu, diyakini jadi salah satu penyebab kemunduran. Hyundai Motorsport belum punya figur pengganti yang sepadan.

“Sejarah terulang. Kami lihat selama bertahun-tahun, kami punya beragam masalah. Jika kami menambahkan, kami tertinggal, kami kurang poin. Sungguh buruk karena kami punya instrumen untuk lebih baik,” ucapnya.

“Kami perlu orang yang bisa mengambil keputusan, yang mengelola tim, yang punya kekuatan dan karisma untuk mengelola perusahaan seperti Hyundai Motorsport. Sekarang kami kurang itu. Tim mengalami krisis.

“Kami mencari cara untuk mengubah semua, tapi semua berproses lambat. Dalam olahraga motor, reaksi harus cepat dan aksi harus dilakukan secepatnya.

“Kami tidak harus melupakan bahwa mobil tak punya waktu pengembangan seperti lainnya. Kami tahu sebelumnya, itu tak bisa jadi alasan. Kami harus kompetitif dan konsisten dari awal.”

 

Neuville dengan besar hati mengucapkan selamat kepada Toyota Gazoo Racing. Rovanpera dan Elfyn Evans mengunci dua teratas Reli Portugal. Sementara, Dani Sordo menyelamatkan wajah Hyundai.

“Kami harus mengucapkan selamat kepada Toyota pada performa akhir pekan ini. Keandalan mereka impresif. Kami harus berharap semua hal lebih baik di Sardinia,” Neuville menjelaskan.

“Dalam skuad, saya melakukan yang terbaik, cuma itu yang bisa saya katakan. Saya harap itu bisa terbayar. Apakah saya hengkang? Kami kehulangan banyak poin akhir pekan ini. Anda memberikan segalanya, tapi pada akhirnya, Anda tidak pernah mendapat apa pun.

“Meski kami naik podium dua kali, kami bisa mendapat hasil lebih baik. Kami seharusnya bisa menang, satu kali mungkin dua. Itu sungguh frustrasi.”

 

dibagikan
komentar

Sebastien Loeb Terbuka Ikuti Lebih Banyak Reli bersama M-Sport

Gagal Podium, Takamoto Katsuta Berlinang Air Mata