Toyota bersiap taklukan medan aspal Jerman

Toyota GAZOO Racing berharap dapat menang di Jerman dan menjadi satu-satunya mobil menang di salju, tanah dan aspal.

Aksi Toyota di arena WRC tahun ini boleh disebut spektakuler. Berhasil menang dua dari 10 seri diselenggarakan, padahal baru saja kembali ke medan setelah absen 19 tahun. Melewati ekspektasi siapa pun, termasuk dari dalam tim sendiri.

Dan berbekal kemenangan di Reli Swedia dan Finlandia, Toyota mengincar kemenangan di Jerman untuk menjadi satu-satunya mobil WRC tahun ini menang di tiga medan. Salju, tanah dan aspal. Amunisinya, pembaruan pada sektor aerodinamika, sasis dan suspensi.

 “Ini merupakan reli aspel kedua kami di tahun ini,” ucap Tommi Makinen, tim prinsipal. “Menarik untuk melihat sejauh apa perbaikan kami lakukan sejak Reli Korsika.”

“Berdasarkan pengalaman saya sebagai pereli, masih ingat rasanya betapa sulit stage-stage di sini. Umumnya, semakin mudah dijalankan jika semakin belakangan posisi start-nya.”

Kepada motorsport.com, Makinen mengatakan bahwa evolusi Yaris berikutnya akan fokus kepada aerodinamika. Meski saat ini merupakan mobil dengan aerodinamika tercanggih, masih butuh taktik khusus untuk membuat Yaris lebih kompetitif.

Tahun ini terjadi beberapa perubahan pada rute reli. Kini berlabuh di Bostalsee dan dimulai dengan super special stage dekat Saarbrucken. Terdapat total 21 stage dengan jarak tempuh 1.220.31 km.

Pereli andalan Toyota, Jari-Matti Latvala memiliki catatan baik di sini, dua kali finis kedua.

“Reli Jerman memiliki karakteristik berbeda dengan Korsika,” jelas Latvala. “Memiliki tikungan lebih sedikit, namun harus mengerem saat persimpangan sehabis melaju kecepatan tinggi.”

“Kami akan menggunakan setelan mobil lebih lembut dari Korsika. Saya akan cukup senang jika berhasil finis posisi kelima.”

Bintang debutan dan pemenang Reli Finlandia Esapekka Lappi juga memiliki kenangan manis di Reli Jerman. Tahun silam Lappi meraih kemenangan WRC2 di sini dan menempati posisi ketujuh keseluruhan.

“Ini merupakan reli perdana saya dengan World Rally Car,” ucap Lappi. “Namun, saya mendapatkan Yaris WRC lebih mudah dikemudikandi aspal daripada gravel.”

“Potensi dan aerodinamika mobil sangat hebat, sehingga performa hanya dibatasi oleh ban. Lebih banyak tenaga dari traksi, sehingga harus mengemudi lebih halus untuk menjaga ban.”

Saat ini Latvala menempati posisi keempat dengan 114 angka, Juho Hanninen kesembilan (46) dan Lappi kesepuluh (45). Dengan total 193 poin, Toyota tertinggal 92 angka dibelakang pimpinan klasemen pabrikan, Hyundai. 

 

Laporan tambahan oleh Giacomo Rauli 

Tulis komentar
Tampilkan komentar
Tentang artikel ini
Kejuaraan WRC
Event Reli Jerman
Pembalap Jari-Matti Latvala , Mikko Hirvonen , Esapekka Lappi
Tipe artikel Preview