Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia
Laporan leg
WRC Rally Poland

WRC Polandia: Mikkelsen ke Puncak, Penonton Bikin Dua Etape Batal

Andreas Mikkelsen tetap berada di puncak klasemen dalam Rally Polandia yang terganggu setelah penyelenggara Kejuaraan Reli Dunia membatalkan dua etape karena masalah penonton

Andreas Mikkelsen, Torstein Eriksen, Hyundai World Rally Team Hyundai i20 N Rally1

Andreas Mikkelsen, Torstein Eriksen, Hyundai World Rally Team Hyundai i20 N Rally1

Foto oleh: McKlein / Motorsport Images

Andreas Mikkelsen tetap berada di puncak klasemen dalam WRC Polandia setelah penyelenggara membatalkan dua etape, Jumat (28/6/2024), karena gangguan penonton.

Pereli Hyundai, Andreas Mikkelsen, memimpin Reli Polandia yang sempat terhenti setelah penyelenggara Kejuaraan Reli Dunia terpaksa membatalkan dua etape karena masalah pengendalian penonton.

Mikkelsen memenangi dua dari tiga etape pagi, yang pertama sejak 2019, untuk membuka keunggulan 7,4 detik sebelum sempat kehilangan kedudukan dari juara dunia bertahan, Kalle Rovanpera. Mikkelsen menaklukkan posisi pertama di salah satu etape sesi sore dan mengakhiri hari dengan keunggulan 1,8 detik di depan pembalap Finlandia itu.

Baca Juga:

Penyelenggara terpaksa membatalkan etape tiga (Wieliczki) pagi ini dan Special Stage (SS) tujuh (Olecko] pada sore hari, setelah beberapa penonton berdiri dalam posisi berbahaya.

Di tengah-tengah proses yang terpotong, Evans dari Toyota berhasil membatasi kerusakan akibat posisi jalan yang ditinggikan untuk muncul sebagai saingan terdekat Mikkelsen hingga etape terakhir, di mana ia turun ke P3, tertinggal 0,2 detik di belakang Rovanpera

Juara WRC dua musim beruntun itu merasa frustrasi hampir sepanjang hari karena kurangnya pacenote bagus setelah persiapan terburu-buru karena statusnya pengganti Sebastien Ogier yang cedera.

Kalle Rovanperä, Jonne Halttunen, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota GR Yaris Rally1

Kalle Rovanperä, Jonne Halttunen, Toyota Gazoo Racing WRT Toyota GR Yaris Rally1

Foto oleh: Tomasz Kaliński

Adrien Fourmaux (M-Sport) akan memulai Sabtu di posisi keempat (+7,5 detik) setelah melompati rekan setimnya yang merupakan debutan Rally1, Martins Sesks, yang tampil maksimal hari itu untuk meraih posisi kelima (+7,7 detik) dengan mengemudikan mobil Ford Puma Rally1 bertenaga hybrid.

Gregoire Munster (+21,3 detik), pemimpin kejuaraan Thierry Neuville (+29,8 detik), yang membuka jalan berkerikil, dan pereli Toyota Takamoto Katsuta (+32,3) melengkapi posisi delapan besar.

Ott Tanak (Hyundai) mengundurkan diri dari posisi terdepan setelah bertabrakan dengan rusa di etape kedua.

Jumat sore dimulai dengan service park Mikolajki yang menerima peringatan badai, tetapi kondisi tetap panas dan kering menuju etape lima (Stanczyki 29,40 km).

Pemilihan ban terbukti sangat penting karena SS kedua yang dilalui memiliki permukaan yang jauh lebih kasar dari yang diperkirakan.

Toyota tampil dengan persiapan terbaik untuk menghadapi tahapan ini setelah para pereli memilih untuk menggunakan dua ban keras dalam paket ban mereka. Pemimpin klasemen sementara Reli Polandia, Mikkelsen, juga memilih strategi tersebut, namun hal itu tidak cukup bagi pereli asal Norwegia ini untuk mempertahankan keunggulannya di posisi terdepan.

Mikkelsen kesulitan dengan ban lunak di bagian belakang i20 N dan kehilangan waktu 14,4 detik, bertepatan dengan Rovanpera yang menunjukkan drive terbaiknya dalam reli hingga saat ini untuk memenangkan SS dan melesat dari posisi keempat ke posisi terdepan dengan selisih waktu 0,2 detik.

Pereli asal Finlandia ini, yang melakukan Shakedown dengan tergesa-gesa dan tidak memiliki pacenote terbaik, diuntungkan karena telah melakukan satu kali lintasan.

"Jauh lebih menyenangkan di sore hari ketika saya tahu ke mana saya akan pergi," ucap Rovanpera.

Rovanpera mengklaim kemenangan etape dengan selisih waktu 4,7 detik dari Evans, yang turun ke posisi ketiga, terpaut 2,4 detik.

Sesks melanjutkan aksinya dengan mencatatkan waktu tercepat ketiga, 8,1 detik lebih lambat dari Rovanpera, dan menempati posisi ketiga secara keseluruhan.

Martins Sesks, Renars Francis, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Martins Sesks, Renars Francis, M-Sport Ford World Rally Team Ford Puma Rally1

Foto oleh: Tomasz Kaliński

Para pereli yang menggunakan empat ban lunak berjuang keras untuk mencapai garis akhir dengan kondisi ban yang sudah mulai aus. Fourmaux berada di urutan keempat tercepat di depan Katsuta, dengan Neuville turun 12,2 detik di urutan keenam setelah terpengaruh oleh pembersihan jalan.

Pimpinan lomba kembali berpindah tangan setelah bendera merah menginterupsi etape enam (Wieliczki 12,90km). Penyelenggara terpaksa membatalkan tes yang sama di pagi hari karena masalah keamanan penonton.

Penghentian tersebut terjadi ketika Mikkelsen sedang berada di etape itu yang berarti mantan pemimpin reli tersebut harus menyelesaikannya dalam mode jalan raya. Meski sempat frustrasi karena bendera merah, catatan waktu yang diperolehnya justru membuatnya kembali memimpin reli dengan selisih waktu dua detik dari Evans.

Neuville kembali memimpin di layar catatan waktu untuk memenangkan etape ini, mengulangi catatan waktu terbaiknya sebelum dibatalkan di pagi hari. Pembalap Belgia ini memanfaatkan waktu terbaiknya hari itu untuk mengungguli Katsuta dan Evans dengan selisih waktu 0,2 detik. Catatan waktu tersebut membawa Neuville terpaut 8,8 detik dari Munster yang berada di posisi kelima.

Usaha Evans membawa pembalap asal Wales ini unggul 0,1 detik dari Rovanpera, namun pereli muda itu kembali dibuat frustasi oleh kurangnya pacenote bagus.

Panitia kembali harus turun tangan dengan membatalkan etape tujuh [Olecko 13.20km] karena ada sebagian kecil penonton berdiri di posisi berbahaya.

Etape ini dihentikan setelah Fourmaux, Evans dan Neuville berhasil melewati ujian dengan yang pertama menjadi yang tercepat.

Ott Tänak, Martin Järveoja, Hyundai World Rally Team Hyundai i20 N Rally1

Ott Tänak, Martin Järveoja, Hyundai World Rally Team Hyundai i20 N Rally1

Foto oleh: McKlein / Motorsport Images

Mengontrol jumlah penonton merupakan masalah saat terakhir kali WRC mengunjungi Polandia pada 2017 yang mengakibatkan acara tersebut dihapus dari kalender. Kembalinya Polandia ke dalam kalender tahun ini merupakan yang pertama kalinya.

"Keputusan yang jelas telah diambil atas nama keselamatan," ujar direktur acara WRC, Simon Larkin, kepada Motorsport.com.

"Salah satu konsekuensi yang tidak diinginkan dari pembatalan tahapan adalah bahwa pesan yang disampaikan adalah 'jangan bodoh', jika tidak, Anda akan merusaknya untuk semua orang dan diri Anda sendiri. Orang-orang yang berdiri di posisi yang buruk ini merusak hari mereka sendiri.

"Ada banyak marshal di luar sana dan apa yang telah kita lihat adalah, tanpa kata yang lebih baik, ada banyak penonton profesional di luar sana yang tahu di mana harus bersembunyi ketika safety car datang dan kemudian mereka membanjiri keluar dari hutan.

"Ini bukan penggemar biasa yang melakukan hal ini, mereka tahu apa yang mereka lakukan, mereka ingin mempertaruhkan nyawa mereka, tetapi kami tidak ingin mempertaruhkan nyawa kami."

Katsuta dan Rovanpera mencatatkan waktu yang sama untuk memenangkan etape terakhir hari itu, sebuah putaran kedua melalui Mikolajki Arena Super Special. Catatan waktu tersebut membawa Rovanpera ke posisi kedua di depan Evans.

Di WRC2, Sami Pajari memimpin pereli lokal Kajetan Kajetanowicz dengan selisih waktu 8,9 detik. Tujuh etape menanti para pereli pada Sabtu.    

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya WRC Polandia: Tanak Puncaki Etape Spesial Pembuka
Artikel berikutnya M-Sport Kagumi Kinerja Debutan WRC Martins Sesks di Polandia

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia