Alex Lowes Bisa Mengejutkan pada 2021

Alex Lowes hanya finis di P6 klasemen akhir pada musim pertamanya di tim pabrikan Kawasaki pada Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) 2020 lalu. Namun tahun ini ia bisa lebih dari mengejutkan.

dibagikan
komentar
Alex Lowes Bisa Mengejutkan pada 2021

Alex Lowes sempat menggila pada awal WSBK 2020. Dengan finis kedua, keempat, dan menang di Phillip Island, Australia, membuat Lowes langsung memimpin klasemen WSBK.

Setelah lima bulan WorldSBK dihentikan karena pandemi Covid-19, semua langsung kacau bagi Lowes. Dengan 21 race yang masih ada, Lowes hanya mampu dua kali naik podium di Magny-Cours, Prancis, sehingga terjun bebas ke P6 di klasemen akhir WorldSBK 2020.

Saudara kembar Sam Lowes, pembalap Moto2, itu awalnya hanya memiliki kontrak setahun dengan tim pabrikan Kawasaki Racing Team WorldSBK. Tetapi pada akhir Mei lalu, Kawasaki memperpanjang kontraknya sampai akhir 2021.

Manajer Tim Kawasaki Racing WorldSBK Guim Roda yakin keputusannya memperpanjang kontrak pembalap Inggris, 30 tahun, itu tidak salah.

Baca Juga:

“Dari sudut pandang kami, WSBK 2020 menjadi tahun belajar bagi Alex untuk musim 2021. Kami yakin pada musim berikutnya Alex bisa lebih daripada mengejutkan,” tutur pria asal Spanyol itu seperti dikutip laman worldsbk.com.

Pernyataan Roda tentang performa Alex Lowes untuk musim 2021 ini bukan tanpa penjelasan logis. Utamanya sejak lomba di Jerez, Spanyol, tahun lalu.

Alex Lowes memang tampil fantastis di Phillip Island. Namun publik mungkin tidak tahu bila ia masih memiliki sejumlah masalah serius seanjang latihan bebas. Tetapi, Alex Lowes tahu cara mengatasi problem tersebut saat lomba.

“WSBK lalu berlanjut pada awal Agustus sedangkan pertemuan terakhir kami terjadi dua bulan sebelumnya. Dengan waktu yang relatif pendek, sulit bagi pembalap baru untuk benar-benar tahu karakteristik motor dengan begitu banyak parameternya,” kata Roda.

“Setelan motor tentu berbeda di setiap trek. Belum lagi tekanan yang muncul di setiap akhir pekan. Di WSBK, Anda hanya punya waktu pada Jumat untuk mengatasinya karena lomba (Race 1) sudah dilakukan pada Sabtu.”

 

Rea di antara Impian dan Bayaran sebagai Pembalap

Artikel sebelumnya

Rea di antara Impian dan Bayaran sebagai Pembalap

Artikel berikutnya

Cerita Sandro Cortese Lolos dari Maut

Cerita Sandro Cortese Lolos dari Maut
Muat komentar