Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Apa WSBK Pernah Jadi Opsi Rossi Usai Tinggalkan MotoGP?

Manajer tim Yamaha WSBK, Paul Denning, menjawab pertanyaan apakah pihaknya sempet bernegosiasi untuk memboyong legenda MotoGP Valentino Rossi.

Valentino Rossi, retiring the number 46

Karier The Doctor yang bergelimang kesuksesan di kejuaraan dunia berakhir pada akhir musim 2021. Ia pergi setelah membawa sembilan gelar juara.

Keputusan itu diambil setelah menyadari tak mampu mengimbangi para pembalap lebih muda. Setelah rehat sejenak, Rossi rupanya tak bisa melupakan sensasi mengebut.

Ia pun serius bertarung dalam balap mobil. Gayung bersambut ketika WRT memberi kesempatan bergabung dan mengemudikan Audi R8 LMS. Pria Italia menempati peringkat ke-21 klasemen pembalap dan membantu tim jadi menjadi runner-up di belakang Akkodis ASP Team, hanya 18 poin.

Namun, kisah pembalap 42 tahun tersebut bisa saja sangat berbeda seandainya mencoba peruntungan di WSBK. Modalitas yang dia tahu bagaimana cara kerjanya karena dia baru-baru ini mengunjungi tim di Misano.

Baca Juga:

Dia juga terlihat bersama Yamaha di sirkuit Portimao bersama dengan beberapa murid akademinya , termasuk juara dunia MotoGP, Francesco Bagnaia. Tampak bahwa hubungannya dengan perusahaan Jepang itu tetap baik.

Itulah sebabnya manajer tim Jepang di kejuaraan, Paul Denning, ditanya apakah ada negosiasi dengan Valentino Rossi di masa lalu.

"Sejujurnya, saya tidak tahu apakah saya memikirkan ide itu atau tidak," katanya kepada Motorsport.com. "Bagaimanapun, saya belum mendengar apa pun tentang hal ini, tapi (Rossi) cukup kompetitif di MotoGP sampai akhir.

Kata-kata ini menunjukkan bahwa Yamaha tidak meragukan kecepatan pembalap Italia itu pada tahap akhir di kelas utama. Manajer tim mengingat bahwa Valentino Rossi adalah salah satu yang terbaik dengan motor mereknya, "Pada balapan terakhirnya, dia finis di antara 10 besar."

"Dia adalah pembalap Yamaha terbaik kedua," kenangnya tentang tes di sirkuit Ricardo Tormo pada musim 2021 bersama Petronas Yamaha SRT. "Fabio (Quartararo) hanya lebih cepat tiga atau empat persepuluh detik per lap, jadi Valentino sangat kuat sampai akhir."

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Pedercini Kawasaki Ikat Isaac Vinales untuk WSBK 2023
Artikel berikutnya WSBK Tolak Berlakukan Bobot Minimum Pembalap dan Motor

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia