Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Komisi Superbike Rilis Regulasi untuk Tingkatkan Keselamatan

Komisi Superbike merilis aturan tambahan untuk meningkatkan keselamatan sepanjang kompetisi WSBK.

Crash of Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK, Garrett Gerloff, GRT Yamaha WorldSBK Team

Regulasi tersebut digodok lewat pertemuan antara delapan anggota komisi yang digelar secara daring, antara November dan Desember 2021.

Sebagai informasi, Komisi Superbike terdiri dari Gregorio Lavilla (direktur eksekutif Dorna WorldSBK), Franck Vayssie (Federasi Motor Internasional), Andrea Dosoli (Yamaha), Paolo Marchetti (Kawasaki), Marco Zambenedetti (Ducati), Marc Bongers (BMW), Brian Gillen (MV Agusta) dan coordinator Paul Duparc (FIM).

Seperti ini perubahan aturan yang diumumkan dalam situs resmi WSBK.

1. Regulasi Olahraga

Dalam kasus restart Superpole Race setelah kibaran bendera merah, komisi menilai situasi berbahaya akan timbul karena lima lap terlalu pendek dan membuat pembalap superagresif. Mereka memutuskan Superpole Race dimulai lagi untuk minimum 8 lap.

2. Regulasi Disiplin

Ada dua hal yang digarisbawahi, yakni hakim fakta dan pemberitahuan keputusan.

Mereka mendefinisikan lebih jelas mengenai hakim fakta dan ruang lingkup yang bertalian karena hal ini kurang dijabarkan dalam Regulasi Disiplin FIM (Federasi Motor Internasional).

Hakim fakta adalah hakim atau juri yang bertanggung jawab memutuskan isu berdasarkan kenyataan.

Baca Juga:

Komisi Superbike terinspirasi oleh MotoGPTM dan penyelenggara Kejuaraan Dunia Ketahanan FIM, yang sudah melakukan lebih dulu. Berdasarkan Kode Disiplin WSBK terbaru, keputusan hakim fakta tidak bisa diganggu gugat ketika bersinggungan dengan kompetensi mereka.

Informasi seputar protes dan banding dan keputusan Panel Steward FIM WorldSBK yang diambil selama latihan dan balapan, diinformasikan lewat monitor timekeeping dan papan pengumuman resmi. Pemberitahuan lewat layar yang bisa dilihat publik dipandang sebagai notifikasi valid.

3. Regulasi Medis

Komisi mengizinkan berbagai regulasi baru terkait penilaian medis yang dilakukan agar bisa berkompetisi. Keputusan tepat mengenai kebugaran pembalap harus diambil lewat serangkaian konsultasi dengan direktur medis, direktur medis FIM WSBK, staf medis FIM, direktur medis FIM dan/atau perwakilan medis FIM, serta harus didukung dengan laporan medis dan informasi dari dokter rider tersebut.

Helm setelah crash harus dibawa ke pusat medis untuk disimpan oleh staf medis atau Chief Medical Director. Setelah itu, helm diperiksa oleh direktur teknik atau steward teknik sebelum dikembalikan kepada pembalap atau manajer tim.

Jika pembalap mengalami cedera kepala, termasuk gegar otak atau kehilangan kesadaran, kecuali undang-undang nasional menyarankan sebaliknya, maka helm harus diserahkan kepada laboratorium FIM di Universitas Zaragoza agar diperiksa ahli dan dilakukan analisis non-destruktif.

Pabrikan helm akan diberitahun tentang tes yang tepat dan berhak menyetujui atau menolak. Mereka boleh menghadiri proses analisis yang dilakukan laboratorium.

Setelah inspeksi, helm dapat dikembalikan kepada pembalap, tim atau pabrikan.

Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK crash

Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK crash

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Iker Lecuona Jelaskan Kesulitan Motor Superbike
Artikel berikutnya Ikut Tes WSBK, Arah Danilo Petrucci ke MotoAmerica Kian Jelas

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia