Bautista Pernah Pinjam Uang ke Bank untuk Balap

Tidak banyak yang tahu bila Alvaro Bautista, pembalap tim pabrikan Honda di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK), di awal kariernya harus mengajukan kredit agar bisa membalap.

Bautista Pernah Pinjam Uang ke Bank untuk Balap

Selama ini, kebanyakan pembalap motor top dunia asal Spanyol datang dari Provinsi Catalunya. Sebut saja kakak-adik Marc dan Alex Marquez lalu mantan bintang MotoGP, Dani Pedrosa dan Sete Gibernau.

Namun tidak demikian halnya dengan Alvaro Bautista. Ia hanya berasal dari Talavera de la Reina. Kota di Provinsi Toledo tersebut lebih menggemari motocross. Akibatnya, pembalap road race seperti Bautista sangat sulit mencari sponsor.

“Kota ini berada di bagian tengah Spanyol, jauh dari mana-mana. Saya masih tinggal di sana,” ujar pembalap yang sejak musim lalu turun di WSBK bersama skuad pabrikan Team HRC itu seperti dikutip Speedweek.com.

“Saat mengenang soal karier, bisa dibilang saya beruntung. Saya kenal banyak pembalap dari kota ini. Berapa yang tidak mampu berkembang sampai kini? Mungkin sudah tidak terhitung,” tutur pembalap 36 tahun tersebut.

Bautista lalu menceritakan betapa sulitnya ia mengawali karier balap dari kota seperti Talavera de la Reina. Runner-up WSBK 2019 – musim pertamanya – dan pemenang 16 lomba itu pun menyebut dirinya hampir kolaps untuk urusan finansial.

Baca Juga:

“Itu terjadi saat saya mulai meniti karier. Kami benar-benar tidak memiliki uang. Tetapi, orang tua saya mampu memberikan jalan keluar,” ujar pembalap yang pernah turun di MotoGP pada 2010-2018 tersebut.

Usai finis kelima di klasemen akhir Movistar Activa Joven Cup 1999, di atas Dani Pedrosa, Bautista justru ambruk pada musim berikutnya. Hanya sekali naik podium, Bautista hanya berada di peringkat kesembilan pada 2000.

Setahun berikutnya, Bautista turun di kelas 125 cc Kejuaraan Nasional Spanyol bersama Team Belart. Tapi, Bautista terhenti di tengah musim karena kesulitan finansial.

Ayah Bautista yang memiliki bengkel sepeda motor sudah berusaha membantu dengan membeli satu unit Yamaha karena harganya saat itu cukup murah. Tetapi, Bautista tetap tidak mampu turun di Kejurnas Spanyol.

“Sebuah tim saat itu menawari saya bisa turun untuk tiga akhir pekan balapan jika bisa menyetor 18 ribu euro. Tentu saja kami tidak memiliki uang sebanyak itu,” ucap Bautista.

“Ibu, ayah, dan saya berusaha meminta keringanan dari tim hingga akhirnya kami memutuskan ke bank untuk mengajukan pinjaman. Saya lalu bisa turun di Kejurnas Spanyol dan setahun kemudian (2002) mampu finis runner-up.”

Klub sepak bola top Spanyol, Atletico Madrid, juga berperan pada awal karier Alvaro Bautista. Atletico membantu Bautista melanjutkan sisa musim balap pada 2001 dan mensponsorinya sepanjang 2002.

Berkat dukungan Atletico, Bautista mampu debut kelas 125 cc (kini Moto3) Kejuaraan Dunia Balap Motor pada 2002 dengan fasilitas wild card di Jerez, Catalunya, dan Valencia.

Semusim berikutnya, Bautista turun penuh di kelas 125 cc bersama Tim Seedorf Racing yang dimiliki pesepak bola top Belanda, Clarence Seedorf. Setelah itu, karier Alvaro Bautista terus menanjak.

Pada 2006, ia menjadi juara dunia kelas 125 cc. Lalu, pada 2008, Alvaro Bautista menjadi runner-up kelas 250 cc (Moto2) Kejuaraan Dunia Balap Motor.

Setelah sembilan musim berlaga di MotoGP, Alvaro Bautista pindah ke WSBK dan langsung memperkuat tim pabrikan Ducati. Kini, bersama Team HRC, Alvaro Bautista menjadi salah satu pembalap di WSBK dengan nilai kontrak fantastis.        

 

 

  

dibagikan
komentar
Asa Sandro Cortese untuk Kembali Mengaspal

Artikel sebelumnya

Asa Sandro Cortese untuk Kembali Mengaspal

Artikel berikutnya

WSBK 2021 Ajang Persaingan 14 Juara

WSBK 2021 Ajang Persaingan 14 Juara
Muat komentar