Motor Honda Bermasalah, Bautista Yakin Prestasinya Mentok di Lima Besar WSBK

Problem pada motor Honda musim ini ternyata tidak hanya dirasakan pembalap MotoGP, tapi juga rider yang terjun di World Superbike. Alvaro Bautista berharap melihat ada kemajuan ke depannya.

Motor Honda Bermasalah, Bautista Yakin Prestasinya Mentok di Lima Besar WSBK

Pada WSBK musim ini, performa pembalap Honda Racing tersebut, kurang memuaskan dibandingkan sebelumnya. Sejak bergabung dalam tim pabrikan sayap tunggal pada 2020, Bautista memperoleh 113 dan duduk di peringkat kesembilan. Ia mempersembahkan podium ketiga dari Race 2 WSBK Spanyol.

Alih-alih membaik pada tahun keduanya, Bautista malah makin terpuruk. Sepanjang musim 2021, ia bertengger di posisi ke-11 dan tidak pernah sampai ke enam besar. Tentu saja, jalur menuju gelar juara makin melenceng.

Pada WSBK Estoril, Bautista terjatuh tiga kali saat sesi Jumat (28/5/2021) dan tidak start dengan baik. Ia pun membawa hasil peringkat kedelapan (Race 1), kesepuluh (Superpole Race) dan ketujuh (Race 2).

“Itu akhir pekan sulit. Saya jatuh tiga kali pada Jumat, dan untuk alasan yang tidak jelas. Saya melakukan hal serupa dan jatuh,” tuturnya.

“Satu-satunya penjelasan, kami dapat menemukan bahwa ban depan keras bekerja baik di Aragon, tapi itu bikin saya crash di sini. Jadi kami mencoba kompon lainnya. Perasaan masih sama tapi saya tidak crash lagi. Problemnya pasti pada ban. Bagaimana pun, kejatuhan itu membuat kepercayaan diri Anda terluka.”

Baca Juga:

Kesialan Bautista tak berhenti sampai di sana, sebab dalam kualifikasi, waktu terbaiknya dihapus karena mencapainya ketika bendera kuning berkibar. Posisinya saat memulai balapan mundur dari posisi ke-12 ke 18.

“Memulai dari posisi jauh di belakang dengan motor yang kami miliki sekarang, tidak mudah. Sabtu, pace saya tidak terlalu buruk. Saya tidak gembira dengan hasilnya, tapi setidaknya saya memperbaiki pace di akhir,” katanya.

“Sungguh disayangkan, saya kehilangan posisi kesembilan dengan dengan satu tempat pada Superpole race, jadi saya harus start lagi dari belakang pada sore hari.

“Minggu, saya menciptakan kesulitan lebih besar daripada Sabtu. Karena temperatur, saya merasa grip berkurang drastis, terutama pada roda depan. Saya dalam bahaya terjatuh dalam beberapa waktu. Saya kira, pada kondisi normal, dengan posisi start lebih baik, saya akan bisa berjuang ke lima besar.”

 

Alvaro Bautista

Bautista sieht bei der Honda Fireblade überall noch Luft nach oben

Foto: Motorsport Images

Pembalap Spanyol itu tak segan mengutarakan kekesalannya dengan kondisi motor CBR1000RR-R, yang tidak bisa diajak kompromi.

“Saya mengharap kemajuan lebih dari ini. Saya tidak banyak menguji mobil pada musim dingin, tapi feeling denga motor tidak terlalu buruk. Jadi saya mengharapkan performa lebih baik, tapi kami punya masalah dengan elektronik dan traksi,” ia menjelaskan.

“Kami kehilangan stabilitas pada balapan di berbagai kondisi. Anda harus lebih presisi, kalau tidak mau kalah. Itu sangat rumit. Bagaimana pun, kami harus berkembang di semua area. Kami tidak hilang banyak, tapi sedikit di mana-mana.

“Itu membuat kondisinya sangat rumit untuk menemukan sesuatu yang membantu kami maju.”

Bautista membantah pendapat yang menyebut kiprahnya di WSBK tidak maksimal sebab HRC memprioritaskan MotoGP.

“Buat mereka, kedua kejuaraan sangat penting. Kami buruk di sini bukan karena mereka lebih fokus ke MotoGP. Kami dapat support bagus dari HRC. Tapi ini tak mudah, karena mereka juga punya masalah di MotoGP.”

“Saya kira hasil ini tidak merefleksikan potensi riil kami sekarang. Tapi hasil terbaik tak bisa lebih dari top 5. Itu momen maksimum sekarang.”

dibagikan
komentar
Bintang WSBK Kembali Kecam Yellow Flag saat Kualifikasi

Artikel sebelumnya

Bintang WSBK Kembali Kecam Yellow Flag saat Kualifikasi

Artikel berikutnya

Estoril Tak Lagi Jadi Momok bagi Rea

Estoril Tak Lagi Jadi Momok bagi Rea
Muat komentar