Razgatlioglu ke MotoGP, Bulega Dilarang Punya Motivasi Juara Berlebihan
Setelah Toprak Razgatlioglu naik kelas ke MotoGP, jalan Nicolo Bulega ke tampuk juara World Superbike (WSBK) lebih lebar. Namun, Aruba.it Ducati meminta pembalapnya agar tak punya motivasi berlebihan.
Nicolo Bulega, Aruba.it Ducati
Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images
Hingga empat seri awal WSBK 2025, Bulega mendominasi dan tampaknya akan menjadi petarung tunggal juara. Namun, angin berubah arah ketika kru Toprak Razgatlioglu berhasil meningkatkan set-up.
Pembalap Italia itu tersendat dan perlahan kehilangan takhta. Kendati demikian, ia mampu memberikan perlawanan hingga titel ditentukan pada putaran terakhir. Mahkota juara direlakan untuk rider Turki yang akan berpisah dengan WSBK demi impian ke MotoGP.
Hal ini menimbulkan secercah harapan dari Bulega dan skuadnya untuk mencoba lagi tahun depan, bermodalkan motor Ducati yang tangguh dan kemampuan jempolan.
Manajer Aruba.it, Serafino Foti, pun meminta agar tim tak meratapi kegagalan dan segera menatap ke musim depan.
“Jelas bahwa kami sedih gagal mendapat titel, tapi membuang waktu untuk menangisi itu tidak ada gunamya sekarang. Kami tidak bisa menyalahkan Nicolo karena, pada akhirnya, dia sempurna dan tidak melakukan kesalahan. Dia merasa bersalah tapi yang harus kita lakukan sekarang membuka halaman baru dan memulai untuk 2026,” ujarnya, dikutip dari GPOne.
Pujian untuk Bulega terus mengalir, “Tahun ini, Nicolo menunjukkan kematangan, sangat jernih, dan konsistensi. Menurut saya, kami tidak boleh memiliki motivasi berlebihan. Kami akan memulai dari pijakan sama dan harus menghindari berpikir bahwa kami telah memenangi Kejuaraan Dunia pada balapan pembuka. Tentu saja, Bulega adalah salah satu favorit tapi memikirkan kami sudah menang akan jadi kesalahan terbesar.”
Bulega dipertahankan dengan tambahan tanggung jawab menjadi salah satu penguji untuk tim MotoGP. Hal ini menimbulkan spekulasi kalau ia akan dipromosikan ke level atas.
Foti lagi-lagi meredam asa penggemar Bulega. Pembalap #11 itu menunggu tawaran yang bagus, jika tidak, dia akan bertahan di WSBK.
“Nicolo pembalap pintar, dan tujuan utamanya menjuara World Superbike. Sedangkan untuk MotoGP, dia tidak bodoh. Jika tawarannya tepat dan kondisi tidak menguntungkan, dia akan bertahan di Superbike. Pada akhirnya, dia mencintai paddock ini dan suka berada di sini,” ucapnya.
Ia menjamin konsentrasi Bulega tidak terganggu dengan tugasnya sebagai test rider. “Tidak akan. Dia mengesankan saya sejak hari pertama dengan caranya mengelola tekanan. Dia akan mencoba MotoGP dengan Pirelli, yang mana sangat mirip dengan Superbike dalam hal performa, jadi saya kira itu tidak akan mempengaruhinya. Itu berbeda dengan ban MotoGP Michelin, seperti yang terjadi di akhir musim,” tegas Foti.
Share Or Save This Story
Subscribe and access Motorsport.com with your ad-blocker.
From Formula 1 to MotoGP we report straight from the paddock because we love our sport, just like you. In order to keep delivering our expert journalism, our website uses advertising. Still, we want to give you the opportunity to enjoy an ad-free and tracker-free website and to continue using your adblocker.
Top Comments