Bursa Pembalap WSBK: Revolusi Dall'Igna Bikin Redding Terusir

Ketidakpuasan Scott Redding terkait performa Panigale V4R musim ini, dibalas Ducati dengan mendepaknya. Hal ini akan berpengaruh terhadap bursa pembalap World Superbike untuk musim 2022.

Bursa Pembalap WSBK: Revolusi Dall'Igna Bikin Redding Terusir

Aruba.it sejatinya enggan mengubah komposisi pembalap musim depan, yakni Redding dan Michael Ruben Rinaldi.

Meski belum pernah juara, pembalap Inggris menorehkan prestasi lumayan selama dua tahun berkiprah di WSBK. Ia menjadi runner-up musim 2020 dan saat ini masih bertengger di peringkat ketiga klasemen.

Sedangkan Rinaldi, menunjukkan lonjakan performa signifikan dalam tiga tahun. Pembalap Italia tersebut berada di posisi ke-13 pada 2019, lalu naik ketujuh edisi selanjutnya dan sekarang masih di peringkat kelima.

Tapi tampaknya, keinginan tim tersebut tidak sejalan dengan pabrikan Borgo Panigale. General Manager Ducati, Luigi ‘Gigi’ Dall’Igna, ingin membawa pulang Alvaro Bautista. Alasannya, pembalap tersebut punya tubuh ringan dan postur lebih kecil dibanding Redding. Selain itu, rider Spanyol lebih mengenal karakter motor Ducati.

Mereka merindukan titel juara WSBK yang terakhir kali dipersembahkan Carlos Checa, pada 2011. Sementara itu, manajer Bautista, Simone Battistella, terlihat di MotoGP Austria. Kehadirannya menimbulkan spekulasi bahwa ia mendiskusikan kliennya dengan Dall’Igna.

Dua tahun mengalami kesulitan di Honda Racing, hanya sekali naik podium, mendorong pembalap itu melirik kesempatan di luar.

“Kami bicara dengan HRC untuk proyek sangat penting, tentang tahun depan. Kami akan lihat apa yang terjadi, tapi sekarang, memilih fokus pada pengembangan proyek,” ucap Bautista kepada situs WorldSBK.com.

Namun, ia tidak memungkiri dapat panggilan dari tim lain. “Di mana ada asap, di situ ada api. Saya dapat tawaran dari tim lain. Sebagai pembalap, saya merasa cukup bagus untuk memenangi balapan,” ujarnya kepada Speedweek.com.

Baca Juga:

Kalau Bautista datang, artinya harus ada yang dikorbankan tim pabrikan. Rinaldi menggenggam kontrak hingga akhir 2022. Sedangkan, komitmen Redding bakal berakhir dalam hitungan bulan jadi ia paling riskan diberhentikan.

“Saya masih dalam situasi saat ini, tentu ada banyak ketertarikan dari tim-tim lain jika melihat saya berada di posisi kedua musim lalu. Tahun ini, saya juga menunjukkan potensi. Sekarang, kami akan melihat dulu karena segalanya masih mengawang di udara tapi pada beberapa pekan lagi, kami dapat melihat apa rencananya,” pria yang baru saja melamar kekasihnya itu menjelaskan.

Manajer Redding, Michael Bartholemy, konon punya relasi dekat dengan BMW. Ia berhasil memasarkan kliennya. Kamis (19/8/2021), Redding dikonfirmasi sudah teken kontrak dengan pabrikan yang bermarkas di Munich itu.

BMW tampaknya juga ingin menjalin kerja sama dengan Tom Sykes. Pembalap Inggris itu menjadi elemen penting dalam kembalinya BMW ke kancah WSBK serta pengembangan S1000RR dan M1000RR.

Seorang sumber pernah membocorkan, “Sejak tes Catalunya, kami sudah bicara dengan Tom tentang perpanjangan kontrak. Kami ingin lanjut dengannya.”

Mungkin saja, BMW menurunkan tiga motor atau mengirim Sykes ke tim satelit untuk membalap sekaligus mengumpulkan data.

Danilo Petrucci, bakal keluar dari Tech3 KTM, juga sedang mencari peluang baru di berbagai kompetisi. Pembalap Italia tersebut sudah ditawari produsen motor Austria itu untuk ambil bagian dalam Reli Dakar, seperti impiannya.

Namun, ia juga butuh tempat stabil yang menjamin tempat di kompetisi tahunan. Honda Racing dikabarkan sedang mempertimbangkan namanya.

“Tampil di WorldSBK adalah sebuah opsi. Saya harap bisa kembali untuk menikmati berkendara dan pertarungan untuk kemenangan. Jika itu bisa terjadi di WSBK atau di mana saja, sungguh hebat,” ia mengungkapkan.

Alvaro Bautista, Team HRC

Alvaro Bautista, Team HRC

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Posisi Aman

Juara WSBK enam tahun beruntun, Jonathan Rea, tak perlu mencemaskan kontraknya dengan Kawasaki Racing Team. Ia masih bermitra dengan Alex Lowes.

Situasi internal Yamaha WSBK terimbas perpisahan Maverick Vinales dan tim pabrikan garpu tala itu. Ketika pembalap berjuluk Top Gun pindah, maka posisinya digantikan Franco Morbidelli. Jadi bakal ada dua slot kosong di Petronas SRT, seiring dengan pensiunnya Valentino Rossi.

Toprak Razgatlioglu (PATA Yamaha) yang musim ini berpeluang besar jadi juara WSBK 2021, terus dikaitkan dengan kursi panas MotoGP. Apalagi pembalap Turki itu sudah melihat-lihat situasi paddock MotoGP Austria akhir pekan lalu.

Namun, Razgatlioglu sudah menggenggam kontrak dengan tim pabrikan hingga 2023. Direktur Balap Yamaha, Andrea Dosoli, menekankan kalau rider itu dan Andrea Locatelli tetap dipertahankan.

Garrett Gerloff (GRT Yamaha) juga disebut jadi kandidat pilot Petronas SRT. Meski ada ketertarikan, tapi skuad GRT keberatan melepaskannya. Ia dikonfirmasi bakal mendampingi Filippo Conti.

Loris Cresson (OUTDO TPR Team Pedercini Racing) sudah berkomitmen dua tahun lagi. Hingga semua resmi hitam di atas putih, perpindahan yang mengejutkan masih bisa terjadi.

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati, Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati, Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

 

dibagikan
komentar
Michael van der Mark Punya Motivasi Lebih Hadapi WSBK Navarra

Artikel sebelumnya

Michael van der Mark Punya Motivasi Lebih Hadapi WSBK Navarra

Artikel berikutnya

Sembuh dari Covid-19, Leandro Mercado Bersiap WSBK Navarra

Sembuh dari Covid-19, Leandro Mercado Bersiap WSBK Navarra
Muat komentar