Dominique Aegerter Ingin Bela Yamaha di World Superbike 2023

Dominique Aegerter masih belum bisa melupakan ambisinya berlaga di World Superbike (WSBK). Ia berharap kesempatan datang dari Yamaha.

Dominique Aegerter Ingin Bela Yamaha di World Superbike 2023

Menyandang status juara World Supersport (WSSP) 2021, nyatanya memudahkan Aegerter mengakses kesempatan promosi ke level lebih tinggi. Ia pun tak bisa berbuat apa-apa ketika belum ada tawaran.

Pembalap Ten Kate Racing Yamaha tersebut kembali berjuang di WSSP. Ternyata kemampuannya masih di luar jangkauan para rival.

Sudah dua musim, dominasi Aegerter sulit digoyahkan. Dalam enam balapan musim ini, hanya sekali ia keluar dari podium teratas, yakni Race 1 WSSP Aragon di mana pembalap Swiss tersebut finis P2.

Total poin yang ditabungnya mencapai 145. Aegerter unggul 44 poin dari lawan terdekatnya Lorenzo Baldassari (Evan Bros WorldSSP Yamaha).

Persentase kemenangan mencapai 55,55 persen dan podium lebih menakjubkan lagi, yaitu 81,48 persen. Berbagai angka yang mewakili prestasi Aegerter seharusnya cukup untuk meyakinkan tim-tim WSBK untuk merekrutnya musim depan.

Manajer sekaligus saudara laki-lakinya, Kevin, sedang mencarikan jalan agar rider 31 tahun itu naik kelas. Hanya saja, Aegerter menginginkan bekerja untuk tim pabrikan. Mereka berharap dapat titik terang pada pertengahan tahun.

“Ini giliran kami. Saya pantas mengendarai (motor) Superbike tahun ini. Saya memiliki musim sempurna tahun lalu, menang 10 balapan, 16 podium dan hampir 100 poin, selisih dengan pembalap kedua,” ia mengungkapkan kepada Speedweek.com.

Baca Juga:

“Tapi, tidak ada lowongan. Pada tiga ajang awal tahun ini, saya sudah tahu bahwa saya penantang titel lagi. Saya punya kecepatan dan talenta.

“Meski saya sekarang 31 tahun dan berkebangsaan Swiss, saya bisa mengendarai superbike dengan kencang. Siapa pun kampiun Kejuaraan Dunia Supersport, pantas mengendarai motor pabrikan, bukan tim satelit. Kami sedang mencari.”

Aegerter memiliki curriculum vitae (CV) yang impresif. Ia bukan hanya piawai mengendalikan motor WSSP, tapi juga motor listrik untuk Kejuaraan MotoE dan turun dalam balap ketahanan Suzuka Eight Hours.

Masalahnya adalah kursi beberapa lima pabrikan sudah terisi. Alvaro Bautista bersinar dengan Ducati, Jonathan Rea simbol Kawasaki, Toprak Razgatlioglu dan Andrea Locatelli andalan Yamaha, BMW jatuh bangun bersama Scott Redding dan Michael van der Mark, sedangkan Honda mengandalkan duo rookie, Iker Lecuona dan Xavi Vierge.

Terkait hal itu, Aegerter punya preferensi tim. Ia berharap bisa terikat dengan Yamaha karena cukup mengenal karakter motor mereka.

“Yamaha akan jadi pilihan favorit saya. Saya sedang dalam perjalanan dengan iXS, mereka mendukung saya sangat lama dan mereka importir Yamaha di Swiss. Saya yakin kalau akan menyenangkan apabila kami bisa terus bersama,” ia menjelaskan.

“Tapi, saya belum punya komitmen dengan Yamaha untuk 2023. Saya bebas dan mengamati semua. Sejauh ini, tidak ada tawaran yang siap untuk tanda tangan.

“Masih terlalu dini, tapi saya harap bisa memperbaiki masa depan saya secepatnya. Saya menuntaskan enam balapan pada level tinggi dan menang hampir semua. Namun, saya tidak bisa membuat diri saya muda dan tak bisa mengganti paspor juga. Saya hanya menunjukkan apa yang dapat dilakukan dan saya juga punya itu.”

Dominique Aegerter, Ten Kate Racing Yamaha

Dominique Aegerter, Ten Kate Racing Yamaha

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Bautista Bongkar Panigale V4 R Tak Sehebat yang Dipikirkan Lawan
Artikel sebelumnya

Bautista Bongkar Panigale V4 R Tak Sehebat yang Dipikirkan Lawan

Artikel berikutnya

Usai Operasi Tulang Selangka, Philipp Oettl Ragu Turun di Misano

Usai Operasi Tulang Selangka, Philipp Oettl Ragu Turun di Misano