Kepala Kru Bautista Sebut Ducati Panigale V4R Belum Seimbang

Walaupun sudah memborong 14 podium sepanjang World Superbike (WSBK) 2022, kepala kru Alvaro Bautista, Giulio Nava, mengklaim motornya belum imbang.

Kepala Kru Bautista Sebut Ducati Panigale V4R Belum Seimbang

Aruba.it Ducati mendominasi dalam balapan. Bukan hanya karena faktor skill pembalap, tapi kualitas Panigale V4R juga patut diacungi jempol.

Dari luar memang terlihat pengembangan motor Ducati cukup pesat dibanding pabrikan lain. Namun sejatinya, saat ini mereka sedang dalam proses trial and error.

Nava dan kru belum menemukan setelan terbaik. Ketika satu masalah teratasi, ada kelemahan lain yang muncul. Bahkan perubahan kecil, dampak negatif bisa dirasakan pembalap.

“Kami tahu bahwa kadang kami kehilangan sesuatu. Pada saat yang sama, kami tidak mau bereksperimen secara berlebihan,” ujarnya dikutip dari WorldSBK.com.

“Masalahnya, contohnya, jika Anda ingin membuat motor lebih belok, Anda bisa melakukannya, tapi yang pasti Anda akan kehilangan beberapa meter dalam pengereman. Jika Anda ingin mengerem lebih baik, ok, tapi kemudian mungkin kami hanya belok sedikit.

“Apa yang kami coba lakukan adalah mencoba mendapatkan motor yang seimbang dalam berbagai kondisi dan jika, untuk alasan sedikit, ini tidak cukup utuk menang. Kami puas di posisi kedua dan ketiga.

“Ini merupakan pelajaran dari 2019, bukan kewajiban menang di setiap balapan. Kemudian, kami mengambil kesempatan selama tes untuk mencoba beberapa hal, tapi sekali lagi, kami punya mentalitas bahwa kami mencoba sesuatu yang perlu meningkatkan area yang kami cari.

“Namun, kami juga tidak mau kehilangan terlalu banyak di area lain karena makin imbang motor yang Anda miliki, lebih mudah mengendarainya.”

Baca Juga:

Nava senang Bautista proaktif membantu pengembangan motor sejak musim dingin. Masukan dari pembalap veteran Spanyol itu sangat berguna.

Selain itu, skuadnya sudah mengetahui seluk-beluk Panigale V4 R sehingga bisa memperbaiki ketika ada keluhan di masing-masing bagian.

Diskusi untuk mendapatkan hasil yang memuaskan di mata para pembalap terus dilakukan. Di sisi lain, Ducati juga memberi rambu-rambu jika ada permintaan yang tidak bisa dituruti karena adanya keterbatasan.

“Jika Anda bicara dengan pembalap, mereka hanya ingin lebih. Kalau mereka bisa lebih cepat setengah detik dari lawan, maka mereka mau lebih lagi. Saat Anda memberikan mereka dengan ekstra ini, mereka akan menganggapnya sebagai standar baru dan menuntut lagi!

“Kadang ada batasan, mungkin bukan untuk Anda sebagai pembalap, namun limit pada paket karena trek tak bisa menerima lebih dari ini atau karena ban akan bertahan kurang dari yang Anda lakukan dalam setelan ini. Tidak mudah memperbaikinya, terutama saat Anda ingin memperbaiki dan tidak kehilangan di setiap area.

“Anda perlu mengikuti Alvaro dan memberikan apa yang dibutuhkan agar kencang.

“Kami mencoba mendapatkan keseimbangan sebaik mungkin karena pastinya untuk memastikan, bahwa kami berada di 99 persen, 98 persen, 97 persen dari kinerja di seluruh trek. Tentu saja, ketika Anda membuat rata-rata 98 persen. Itu berarti ada satu sudut di mana Anda berada di 100 persen dan satu sudut di mana Anda berada di 90 persen,” ia menjelaskan.

Alvaro Bautista, Aruba.it Racing Ducati

Alvaro Bautista, Aruba.it Racing Ducati

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Scott Redding Sebut MotoGP Masa Kini Membosankan
Artikel sebelumnya

Scott Redding Sebut MotoGP Masa Kini Membosankan

Artikel berikutnya

Max Biaggi Bandingkan Duel WSBK 2022 dengan Eranya

Max Biaggi Bandingkan Duel WSBK 2022 dengan Eranya