Eugene Laverty Bongkar Kelemahan BMW

Pembalap RC Squadra Course, Eugene Laverty, mengungkapkan titik lemah motor BMW yang ia tunggangi dalam World Superbike 2020.

Eugene Laverty Bongkar Kelemahan BMW

Kontraknya tak diperpanjang tim pabrikan BMW musim lalu akibat performa yang kurang memuaskan. Laverty bertengger di peringkat ke-15. Prestasi terbaiknya pole position di Magny Cours. Posisinya pun digantikan Michael van der Mark.

Sebenarnya penurunan kinerja bisa dipahami mengingat ia baru menunggangi BMW setelah tujuh tahun menggunakan motor pabrikan lain. Selain itu, efek cedera yang dialami beberapa kali membuat penampilannya kurang maksimal.

Beruntung, tim satelit RC Squadra Corse menawari pembalap Irlandia Utara tersebut untuk  bergabung sehingga kariernya tidak mandek. Terlebih lagi, skuad tersebut masih menggunakan motor BMW.

Karena masih menjadi klien pabrikan Jerman tersebut, Laverty pun diundang jadi pembicara di kanal Facebook BMW Motorrad, Rabu (3/3/2021).

Rider tersebut mengungkapkan kesulitan yang dialami dengan motor BMW SS 1000 RR yang dinaikinya musim 2020.

“Setelah tahun lalu, saya tahu bahwa ada sirkuit-sirkuit di mana kami sangat kuat dan beberapa mengalami banyak masalah, seperti lomba terakhir di Estoril. Kami banyak menderita di jalur di mana kami harus mengerem dengan keras dan di mana tikungan lambat mendominasi,” ujarnya dilansir Speedweek.

“Sebaliknya, BMW luar biasa di rute dengan sektor yang mengalir dan kami punya kesempatan bagus untuk mencapai hasil memuaskan. Kami perlu memperbaiki kelemahan dan meningkatkan akselerasi pada tikungan lambat.”

Baca Juga:

Laverty yang pernah jadi bagian tim pengembangan BMW, lebih percaya diri menatap musim depan. Apalagi ia melihat banyak kemajuan dari M 1000 RR dibanding S 1000 RR.

“Saya sangat optimistis tentang musim yang akan datang karena motor itu memiliki beberapa aspek positif, kalau tidak, saya tak akan ada di pole position Magny-Cours tahun lalu, tapi saya tak berani memprediksi sampai di mana kami akhir musim nanti,” tuturnya.

“Model baru adalah pengembangan BMW sebelumnya, di mana ada perbedaan besar dari sisi performa. Kami melakukan perubahan besar pada mesin, semoga bisa lebih cepat. Sebagai tambahan, ada efek dari winglet. Belakangan ini, Anda memiliki kekuatan besar pada motor sehingga sulit mengontrol mesin, jadi sayap bisa membantu.

“Kami akan memulai dengan set-up musim lalu lalu mengambil langkah selanjutnya. Perbandingan antara motor dengan winglet dan tanpa itu juga masuk program untuk mengetahui keuntungan dan kerugian.”

Laverty dengan mudah berganti tim tapi ia cenderung loyal pada pabrikan motor. Menurutnya, hal itu sangat penting kalau ingin berkompetisi di WSBK.

“Sungguh menyenangkan mengendarai motor sama untuk dua tahun beruntun, yang sangat penting bagi Superbike World Championship, seperti yang Anda lihat dengan Jonathan Rea, yang merangkai kemenangan dengan timnya,” ucapnya.

“Kami bekerja keras dengan BMW dalam pengembangan tahun lalu, jadi saya ingin bertahan dengan motor ini. Saya tahu bagaimana kerja motor dan kalau cuaca cerah untuk tes musim ini, saya yakin dengan pengembangan lebih jauh.”

Eugene Laverty, BMW Motorrad WorldSBK Team

Eugene Laverty, BMW Motorrad WorldSBK Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

 

dibagikan
komentar
Sykes Berharap Van der Mark Kompetitif
Artikel sebelumnya

Sykes Berharap Van der Mark Kompetitif

Artikel berikutnya

16 Tahun Kemudian, Fabrizio Kembali ke WSSP

16 Tahun Kemudian, Fabrizio Kembali ke WSSP
Muat komentar