Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Gagal Penuhi Komitmen, Pedercini Siap Depak Cresson

Harapan Loris Cresson untuk lanjut berlaga di World Superbike (WSBK) 2022 kandas. Pedercini Racing memutus kontraknya karena gagal memenuhi komitmen.

Loris Cresson, TPR Team Pedercini Racing

Foto oleh: Kawasaki Racing Team

Pembalap TPR Pedercini Racing tersebut mendapat kesempatan langka berlaga di Moto3 Qatar pada 2015. Dia hanya finis di urutan ke-29.

Tahun berikutnya, Cresson mulai berkiprah di World Supersport (WSSP) hingga 2020. Peringkat terbaik dalam klasemen ditorehkan pada 2018-2019, yakni ke-12, ketika memperkuat Kallio Racing. Rapor paling mentereng adalah finis P8 WSSP Italia 2017.

Rider Belgia itu mencicipi WSBK pada seri Portugal 2020 yang digelar di Estoril. Kala itu, ia masih berkutat dalam WSSP, menawarkan diri menggantikan Sandro Cortese yang menderita cedera.

Musim berikutnya, ia berhasil mendapat kontrak permanen dengan status paying rider. Ya, Cresson harus ‘membeli’ kursi dalam tim yang berafiliasi dengan Kawasaki itu.

Pemuda 23 tahun tersebut hanya mampu mendulang tiga poin sehingga duduk di peringkat ke-25 klasemen. Ia tak bisa menambah poin karena absen dalam dua seri pamungkas, WSBK Indonesia dan WSBK Argentina.

Baca Juga:

Belakangan tersiar kabar kalau Cresson dan pihak yang mendukungnya tak bisa memenuhi kewajiban terkait keuangan sejak akhir tahun. Meski begitu, bos Pedercini Racing, Lucio Pedercini masih berpikir positif dan bersedia memberi kesempatan kedua.

Mereka pun membuat kesepakatan baru dengan tenggat waktu yang ditentukan. Cresson pun sudah tampil dalam lomba pembuka WSBK 2022 di Sirkuit Aragon. Ia mengakhiri lomba pada urutan ke-23, 24, 23 untuk Race 1, Superpole Race, dan Race 2.

Namun, menurut laporan Speedweek, balapan tersebut berujung adu mulut antara Pedercini dan Didier Cresson, ayah Loris. Pria tersebut berperan sebagai manajer putranya dan mengurus keuangan.

Cresson dan mitranya dianggap melanggar ketentuan pembayaran dan mengabaikan tenggat waktu yang ditetapkan. Pemilik tim memutuskan mengirim pemberitahuan pemutusan kontrak karena dianggap melanggar beberapa pasal.

Tanpa Cresson, kursi kosong Kawasaki ZX-10RR bakal diisi oleh Leon Haslam mulai WSBK Belanda di Assen.

Loris Cresson, TPR Team Pedercini Racing

Loris Cresson, TPR Team Pedercini Racing

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Para Rival Wajib Waspadai Rekor Jonathan Rea di Assen
Artikel berikutnya Alvaro Bautista Siap Lanjutkan Momentum di Assen

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia