Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Honda Ingin WSBK Adopsi Aturan MotoGP

Manajer Tim Honda, Leon Camier, menyuarakan agar World Superbike (WSBK) meniru gaya MotoGP untuk pabrikan yang belum mencapai kesuksesan.

Iker Lecuona, Team HRC

Saat ini, WSBK masih menerapkan aturan 10 kali tes tertutup kepada seluruh tim sepanjang tahun, dengan pengecualian tes resmi dari Dorna Sports selama dua hari sebelum musim baru dimulai.

Sedangkan MotoGP memiliki dua sistem pengujian, yang mana mereka melarang tim melakukan tes di luar pramusim dengan pembalap resmi. Namun, mereka membebaskan pabrikan yang berstatus konsesi menggelar tes tanpa batas, seperti Aprilia tahun ini.

WSBK sebenarnya juga telah mengoperasikan sistem konsesi sejak 2018, tetapi ini hanya terkait dengan pengembangan mesin dan penyesuaian batas putaran mesin.

Namun, Camier merasa bahwa sistem yang diterapkan oleh MotoGP sangat berguna bagi pabrikan seperti Honda dan BMW untuk mengejar ketertinggalan.

“Sangat sulit untuk membuat peningkatan besar di kejuaraan ini dengan aturan yang sangat terbatas,” kata Camier.

“Saya pikir dengan memberi pabrikan dan tim baru yang datang ke kejuaraan sedikit lebih banyak kebebasan untuk melakukan pengujian akan sangat bermanfaat.

“Kami akan melihat apa yang terjadi, apakah itu benar-benar terjadi, tetapi itu adalah sesuatu yang pasti akan sangat membantu.”

Sistem konsesi yang diterapkan MotoGP memang sangat berguna, sepeti yang dirasakan oleh KTM, di mana mereka sangat cepat mengejar ketertinggalan ketika dibebaskan melakukan pengujian.

“Kami ingin melakukan sebanyak mungkin, tetapi kenyataannya Anda tidak dapat menguji setiap hari dalam sepekan,” ujarnya.

“Jika kami melakukan pengujian secara bebas, itu tidak hanya penting untuk menyesuaikan gaya berkendara. Itu penting bagi kami yang memiliki bagian-bagian tertentu untuk diuji dan itu akan didasarkan pada apa yang dapat dibuat oleh pabrikan di Jepang.

“Harus ada beberapa tujuan khusus untuk pengujian, tetapi yang pasti kami ingin lebih banyak pengujian.”

Baca Juga:

Honda memutuskan untuk menggunakan suspensi Showa dan Nissin sebagai sistem pengereman pada tahun ini. Padahal, saat melakukan uji coba bulan lalu di Jerez, mereka masih menggunakan suspensi Ohlins dan pengereman Brembo.

Hal ini merujuk pada kesuksesan Kawasaki yang menggunakan suspensi Showa, dan mengikuti jejak BMW menggunakan sistem pengereman dari Nissin.

“Kami merasa Showa melakukan banyak pekerjaan di belakang layar untuk mencoba dan meningkatkan produk mereka,” ucap Camier.

“Mereka memenangkan enam gelar dunia bersama Kawasaki, jadi kualitas Showa tidak perlu dipertanyakan lagi.

“Sama dengan Nissin, kami merasa mereka memiliki dorongan besar di belakang layar dan itu adalah sesuatu yang ingin kami libatkan.

“Kami telah menguji semuanya secara berurutan dan titik awalnya sudah bagus. Jika tidak, kami tak akan melakukan perubahan, tetapi pada dasarnya kami merasa potensinya lebih besar.”

Honda CBR1000RR-R Fireblade, Team HRC

Honda CBR1000RR-R Fireblade, Team HRC

Foto oleh: Honda Racing

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Alasan Honda Ganti Pemasok Suspensi dan Rem CBR1000RR-R
Artikel berikutnya Toprak Razgatlioglu Kadang Lupa Berstatus Juara Dunia

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia