Ini Alasan Gerloff Berat Tinggalkan GRT

Garrett Gerloff dinilai sudah layak menjadi pembalap tim pabrikan Yamaha di Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK). Ia kini kabarnya juga tengah dilirik Petronas SRT di MotoGP.

Ini Alasan Gerloff Berat Tinggalkan GRT

Gerloff mungkin tidak sehebat Alvaro Bautista (Team HRC) atau Scott Redding (Aruba.it Racing – Ducati) yang langsung mampu menyaingi juara dunia Jonathan Rea (Kawasaki Racing Team WorldSBK) dengan menjadi runner-up pada musim pertamanya di WSBK.

Gerloff hanya merebut tiga podium – sekali P2 dan dua di P3 – saat debutnya di WSBK pada 2020 dan menempati peringkat ke-11 klasemen akhir.

Tetapi tidak seperti Bautista atau Redding yang mampu mencuat dalam debutnya di WSBK bersama tim pabrikan (sama-sama Ducati), Gerloff hanya membela tim satelit Yamaha di saat menjalani musim pertamanya di ajang ini.

Faktor signifikan lain, Gerloff bukan datang dari seri junior WSBK, World Supersport (WSSP), atau kejuaraan superbike elite di Eropa seperti British Superbike (BSB) maupun Italia (CIV).

Gerloff ditarik Giansanti Racing Team (GRT) Yamaha WorldSBK pada 2020 setelah menempati peringkat ketiga MotoAmerica Superbike Championship 2019 bersama tim pabrikan Yamaha.

GRT menjadi tim satelit Yamaha di WSBK sejak 2019. Sebelumnya, tim yang dipimpin Mirko Giansanti itu berhasil memenangi WSSP 2017 bersama Lucas Mahias. Setahun kemudian, pembalap Prancis itu finis kedua di belakang Sandro Cortese (Kallio Yamaha).

Garrett Gerloff, GRT Yamaha WorldSBK Team

Garrett Gerloff, GRT Yamaha WorldSBK Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Setahun kemudian, GRT dipromosikan ke WSBK dengan Marco Melandri dan Cortese sebagai pembalap. Tetapi, keduanya tidak mampu memenuhi ekspektasi sebagai pembalap tim satelit GRT.

Pada WSBK 2020, GRT memanggil runner-up WSSP 2019 Federico Caricasulo dan Gerloff. Keduanya mampu menjalankan peran sebagai tim muda Yamaha di WSBK. Namun, hanya Gerloff yang yang disorot menyusul performa impresif pada musim perdananya di WSBK.

Tahun ini, GRT mempertahankan pembalap 25 tahun itu dan menarik Kohta Nozane, pembalap Jepang yang seusia dengannya, yang juga juara All Japan JSB1000 2020 lalu.

Sementara, tim pabrikan Pata Yamaha with Brixx WorldSBK diperkuat Toprak Razgatlioglu dan Andrea Locatelli, kampiun WSSP 2020. Usia keduanya setahun lebih muda daripada Gerloff dan Nozane.

Jumat (2/7/2021) pekan lalu, Razgatlioglu memperpanjang kontrak dengan Yamaha untuk tim pabrikan mereka di WSBK dalam dua tahun ke depan (sampai akhir 2023). Pertanyaannya, siapa yang akan mendampingi pembalap Turki itu di WSBK tahun depan?

Bila Gerloff menolak tawaran Petronas Yamaha SRT ke MotoGP dan memilih bertahan di WSBK, ia akan menjadi pilihan paling realistis untuk menjadi pendamping Razgatlioglu.

Baca Juga:

Gerloff sejauh ini memang lebih bagus ketimbang Locatelli. Itulah mengapa banyak suara menginginkan Gerloff ke tim pabrikan Yamaha di WSBK.

Ia sebenarnya berkesempatan turun bersama tim pabrikan Yamaha tahun ini. Namun, Gerloff memilih bertahan karena Yamaha YZF-R1 andalannya juga identik dengan geberan Razgatlioglu dan Locatelli.

“Kami sudah bicara segalanya. Tetapi, saya senang dengan cara kerja dan apa yang ada di GRT ini,” ucap Gerloff seperti dikutip Speedweek, di sela-sela lomba di Donington Park, Inggris, akhir pekan lalu.

“Senang bisa menggeber motor dengan spesifikasi yang sama dengan pabrikan. Saya memiliki kepala mekanik (crew chief) hebat dalam diri Les Pearson. Semua orang di tim ini juga bekerja luar biasa. Mereka memberikan saya motor hebat.

“Setiap personel di GRT memiliki dedikasi yang sangat tinggi pada balap. Saya akan senang jika tetap bersama mereka.

“Divisi riset dan pengembangan Yamaha juga melakukan pekerjaan fantastis. Karenanya, kami mampu mengeluarkan dan mengoptimalkan performa motor lebih baik di setiap balapannya.”

Setelah empat putaran (dari total 13) WSBK 2021 digelar, Garrett Gerloff mampu berada di peringkat keenam klasemen dengan 93 poin. Gerloff hanya tertinggal satu poin dari pembalap tim pabrikan Ducati, Michael Rinaldi, di P5.

Seusai tiga race di Donington, Razgatlioglu berhasil mengambil alih pimpinan klasemen dari tangan Rea dengan mengoleksi 182 poin. Sementara, tiga pengguna Yamaha lainnya, yakni Locatelli (51 poin), Nozane (17), dan Ponsson (1) masing-masing berada di P11, P16, dan P21.

 

dibagikan
komentar
Nekat Ambil Risiko, Sykes Beri Dua Podium WSBK untuk BMW

Artikel sebelumnya

Nekat Ambil Risiko, Sykes Beri Dua Podium WSBK untuk BMW

Artikel berikutnya

Ducati Frustrasi Selalu Gagal di Donington dalam 10 Tahun

Ducati Frustrasi Selalu Gagal di Donington dalam 10 Tahun
Muat komentar