Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Mattia Pasini Ingin seperti Max Biaggi

Saat pindah ke World Superbike (WSBK) pada 2007, Max Biaggi sudah berusia 35 tahun. Kini, Mattia Passini berharap mampu mengikuti jejak kompatriotnya itu.

Mattia Pasini, Tasca Racing Scuderia

Max Biaggi menjadi bintang besar di Kejuaraan Dunia Balap Motor yang pertama beralih ke WSBK. Setelah dibujuk bos Alstare Suzuki, Francis Batta, Biaggi akhirnya mau turun dengan status rookie di WSBK 2007 dalam usia 35 tahun.

Di luar dugaan, karier juara dunia kelas 250cc (kini Moto2) empat kali beruntun – 1994, 1995, 1996, 1997 – itu kembali cemerlang di WSBK. Ia berhasil menambah dua gelar juara dunia lagi dengan menguasai WSBK pada 2010 dan 2012 bersama Aprilia.

Langkah Biaggi saat itu kemudian diikuti oleh mantan pembalap GP lainnya seperti Carlos Checa (kampiun WSBK 2011) dan Alvaro Bautista (runner-up WSBK 2019).

Max Biaggi saat memastikan gelar juara dunia WSBK 2012 di Magny-Cours, Prancis.

Max Biaggi saat memastikan gelar juara dunia WSBK 2012 di Magny-Cours, Prancis.

Foto oleh: Fabrice Crosnier

Pembalap veteran Italia lainnya, Mattia Pasini mungkin tidak berencana mengikuti langsung jejak Biaggi. Pada 2004, pembalap kelahiran Rimini itu mulai turun di kelas 125cc dan menadi salah satu pembalap hebat.

Total, dari berbagai kelas ajang balap motor prototipe di Kejuaraan Dunia Balap Motor, Pasini berhasil mengoleksi 12 podium utama (delapan di 125cc dan masing-masing dua di 250cc dan Moto2) dan 30 kali finis tiga besar. Pasini kali terakhir menang di Moto2 Argentina 2018.

Pada 2021, Pasini di luar dugaan turun di seri European Le Mans Series (ELMS). Membela Inter Europol Competition di kelas LMP3 dengan mobil Ligier JS P320, Pasini naik podium ketiga di Monza dan finis di P8 pada 4 Hours of Barcelona.

Tahun ini, Mattia Pasini akan berusia 36 tahun. Namun ia kembali menekuni balap roda dua dengan turun di Kejuaraan Superbike Italia (CIV) dengan menggeber Ducati Panigale V4 R. Namun, ia ternyata tidak akan berhenti di CIV.

Baca Juga:

“Dalam waktu dekat saya ingin bersaing bersama Ducati di WSBK,” ucap Pasini seperti dikutip Corsedimoto.

“Sebelum karier balap saya berakhir, saya ingin memenangi gelar juara dunia. Max Biaggi mampu melakukannya saat usianya sudah lebih dari 40 tahun.

“Jadi, saya paling tidak masih memiliki waktu empat musim untuk mengupayakan target tersebut. Pertama, saya tentu ingin mampu bersaing di CIV agar bisa mendapatkan tempat di WSBK,” ucap pembalap yang pernah turun dalam 14 Grand Prix pada MotoGP 2012 tersebut.     

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Can Oncu Percaya Kawasaki Masih Kompetitif di World Supersport
Artikel berikutnya Xavi Vierge Beberkan Aspek Terberat dari Peralihan Moto2 ke WSBK

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia