MGPA Siapkan Protokol Ketat untuk Gelaran WSBK Indonesia

MGPA sudah mempersiapkan skema untuk mencegah penularan atau menjadi klaster baru Covid-19 selama gelaran World Superbike Indonesia di Sirkuit Mandalika dengan menerapkan protokol ketat.

MGPA Siapkan Protokol Ketat untuk Gelaran WSBK Indonesia

Pandemi Covid-19 di Indonesia memang terus mengalami tren penurunan, sehingga pemerintah bisa melonggarkan aturan pembatasan sosial di berbagai daerah yang rawan penularan virus corona.

Ini juga memungkinkan (Mandalika Grand Prix Association) MGPA menghadirkan 25 ribu penonton di setiap hari selama gelaran World Superbike (WSBK) Indonesia di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok.

Guna mencegah penularan, Vice President MGPA, Cahyadi Wanda, mengatakan pihaknya telah mempersiapkan skema terbaik. Ia juga menegaskan MGPA terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan demi meningkatkan keamanan dan keselamatan semua pihak.

Hal tersebut diungkapkan Cahyadi dalam jumpa pers pengenalan logo Mandalika GP Series dan Mandalika Xperiences di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (19/10/2021) lalu.

“Untuk pembalap dan tim ofisial yang akan datang pasti akan ada karantina, tetapi kami juga terus berkoordinasi dengan Kemenkes dan juga Satgas Covid tentang berapa lama durasinya,” kata Cahyadi.

“Kami pasti akan mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. Tak kalah penting, sebelum mereka berangkat ke Indonesia sudah melakukan karantina dan tes PCR dengan hasil negatif, dan itu juga dilakukan begitu tiba di Indonesia.

“Berbagai skenario juga telah kami persiapkan, jika nantinya ditemukan hasil tes positif, dan bahkan lokasi karantina sudah kami persiapkan.

“Itu merupakan prosedur yang kami terapkan baik untuk para pembalap dan ofisial tim yang akan datang dari luar negeri.”

Baca Juga:

Bukan hanya pembalap dan ofisial tim, MGPA juga memiliki persyaratan khusus bagi para penggemar yang ingin menyaksikan langsung WSBK Indoneisa di Mandalika.

Setidaknya, mereka telah mendapatkan vaksin dosis penuh (dua kali), dan juga hasil tes negatif Covid-19. Penggemar juga tidak bisa membawa kendaraan pribadi mereka ke area sirkuit.

“Untuk penonton sendiri, mereka wajib menunjukkan sertifikat vaksin dosis penuh. Mereka juga wajib memiliki aplikasi PeduliLindungi,” ujar Cahyadi.

“Pada saat gelaran balapan, kami tidak akan mengizinkan kendaraan pribadi memasuki area sirkuit. Jadi, kami memiliki dua pos, ini seperti kita akan pergi dengan menggunakan pesawat.

“Di pos ini kami akan memverifikasi semua data penonton, data PeduliLindungi mereka, hasil tes, dan ini akan menentukan mereka bisa atau tidak untuk masuk ke sirkuit.

“Ketika mereka sudah dinyatakan aman, maka akan mendapatkan gelang. Warna gelang yang mereka dapatkan akan sama dengan warna bus yang membawa mereka ke sirkuit.

“Jadi, ini sangat krusial. Kami membahas ini secara intesif demi mematuhi protokol kesehatan yang ada di Indonesia agar semua aman.”

Corporate Communication ITDC, Esther Ginting; Direktur Keuangan Strategi dan Management ITDC, Nugdha Achadie; CEO MGPA, Ricky Baheramsjah; Vice President Director MGPA, Cahyadi Wanda

Corporate Communication ITDC, Esther Ginting; Direktur Keuangan Strategi dan Management ITDC, Nugdha Achadie; CEO MGPA, Ricky Baheramsjah; Vice President Director MGPA, Cahyadi Wanda

Foto oleh: Muhamad Fadli

dibagikan
komentar
Memahami Arti Penting Koneksi Pembalap dan Crew Chief dalam WSBK
Artikel sebelumnya

Memahami Arti Penting Koneksi Pembalap dan Crew Chief dalam WSBK

Artikel berikutnya

FIM Beri Pelatihan bagi Petugas Medis WSBK Indonesia

FIM Beri Pelatihan bagi Petugas Medis WSBK Indonesia
Muat komentar