Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

MV Agusta Akan Bikin F3 800 RR Seseimbang Mungkin

Selain motor bermesin 600cc, World Supersport (WSSP) 2022 juga akan diramaikan oleh tiga motor baru dengan kapasitas mesin di atas itu.

2022 MV Agusta F3 800 RR

WSSP musim ini yang akan dimulai di Sirkuit MotorLand Aragon, Spanyol, 9-10 April, dipastikan bakal jauh lebih sengit. Maklum, selain Yamaha YZF-R6 dan Kawasaki ZX-6R yang mengusung mesin 600cc, ada tiga motor baru yang akan turun.

Ducati Panigale V2 memiliki kapasitas mesin 955cc. Tidak kurang enam tim dengan tujuh pembalap akan menggeber motor dengan dua silinder V-twin, yang versi standarnya diklaim mampu menyemburkan tenaga hingga 155 hp.

Jumlah unit Ducati Panigale V2 di WSSP 2022 nanti melewati Kawasaki ZX-6R yang hanya akan digeber enam pembalap. Namun, jumlah pemakai motor penguasa lima musim terakhir WSSP, Yamaha YZF-R6, masih yang terbanyak, 13.

Selain Ducati Panigale V2, dua pendatang baru lain di WSSP adalah Triumph Street Triple 765 RS dan MV AGusta F3 800 RR. Namun, dua merek ini masing-masing hanya akan menurunkan dua motor yang akan dipakai tim pabrikan mereka.

MV Agusta Reparto Corse rencananya akan menurunkan dua unit MV Agusta F3 800 RR untuk pembalap Turki Bahattin Sofuoglu serta pembalap veteran asal Finlandia, Niki Tuuli.

Niki Tuuli, MV Agusta Corse Clienti, masih memakai MV Agusta F3 675 pada World Supersport 2021.

Niki Tuuli, MV Agusta Corse Clienti, masih memakai MV Agusta F3 675 pada World Supersport 2021.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Tahun lalu, MV Agusta juga sudah turun di WSSP dengan mengandalkan Tuuli di tim pabrikan dan turun penuh, serta Davide Stirpe (Extreme Racing Service) yang hanya turun di putaran ketiga. Namun, saat itu MV Agusta F3 675 belum bisa berbicara banyak.

Secara teknis, motor bermesin tiga silinder seperti yang dipasang pada MV Agusta F3 800 RR, bisa menjadi ancaman serius bagi para rival.

MV Agusta F3 800 RR mengusung mesin 800cc DOHC dengan 12 katup (empat di setiap silinder) dengan arah poros engkol berlawanan dengan gerak roda (reverse/counter rotating crankshaft).

Mesin dengan sistem reverse rotating crankshaft sudah lumrah dipakai pada motor-motor MotoGP. Sistem ini membantu motor agar lebih mudah saat masuk tikungan, karena sistem ini mengurangi efek gyroscopic yang membuat motor kerap meluncur deras dan sulit berubah arah.

Untuk versi standar, mesin MV Agusta F3 800 RR mampu mengeluarkan tenaga 147 hp pada 13.000 rpm. Dengan racing kit, motor buatan pabrikan asal Varese, Italia, itu mampu mengeluarkan 155 hp pada 13.250 rpm.

Kabarnya, untuk motor-motor tiga silinder berkapasitas antara 701-800cc, FIM akan mengizinkan putaran mesin maksimal di kisaran 14.000 rpm.

MV Agusta F3 800 RR keluaran 2022.

MV Agusta F3 800 RR keluaran 2022.

Foto oleh: MV Agusta

Brian Gillen yang sudah bertahun-tahun menjadi penanggung jawab pengembangan MV Agusta menjelaskan bila salah satu keindahan F3 800 RR adalah banyaknya modifikasi yang sudah dilakukan pada motor tersebut.

“Kami berusaha keras membuat motor ini seseimbang mungkin. Artinya, kami tidak hanya berkonsetrasi pada satu aspek namun juga banyak pengembangan kecil namun detail,” ujar teknisi asal Amerika Serikat itu.

Gillen menjelaskan, MV Agusta memodifikasi F3 800 RR sesuai regulasi dari FIM dan berusaha keras membuat motor ini kompetitif.

Fairing seluruhnya terbuat dari serat karbon. Pelek belakang juga kami buat lebih ringan. Kami berharap dengan pengurangan bobot akan membuat motor ini lebih responsif,” ucapnya.

Desain MV Agusta F3 800 RR versi 2022 memang sangat menarik perhatian. Salah satunya tiga buah sayap mini (winglet) yang dibuat menyatu dengan fairing.

“Pada desain awal, ukuran sayap ini lebih besar. Dengan desain tersebut, kami memang mendapatkan downforce yang kami inginkan. Namun, bobot menjadi bertambah,” kata teknisi berusia 49 tahun itu.

“Selama pengembangan, kami akhirnya menemukan desain yang pas. Sayap yang lebih kecil namun dengan downforce sesuai kebutuhan. Dengan sayap tersebut, tekanan yang didapat ban depan mencapai 80 kg pada kecepatan 240 km/jam.

“Kami puas karena ubahan tersebut tidak banyak mengubah tampilan dan bentuk motor. Pasalnya, dengan desain seperti itu, F3 800 RR terbukti mampu sukses di pasar.”

Baca Juga:

 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Honda Lebih Siap Hadapi WSBK 2022
Artikel berikutnya Scott Redding Merasa Sudah Berkontribusi Besar untuk Ducati

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia