Panigale V2 Bayliss, Penghargaan Ducati untuk Sang Legenda

Troy Bayliss merebut gelar pertama dari tiga Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) di Assen. Untuk memperingatinya, Ducati memperkenalkan motor spesial di trek tersebut.

Panigale V2 Bayliss, Penghargaan Ducati untuk Sang Legenda

Jumlah gelar Tory Bayliss di WSBK memang hanya tiga dan tidak sebanyak Carl Fogarty, empat (1994, 1995, 1998, 1999).

Namun, nama pembalap yang turun di WSBK 2000-2002, 2006-2008, dan 2015 tersebut tetap menjadi salah satu legenda Ducati. Selain berkat torehan impresifnya, Bayliss tidak pernah memakai motor selain Ducati sepanjang karier balapnya.  

Bayliss merebut gelar WSBK pertamanya di TT Circuit Assen pada 2001 yang saat itu menjadi putaran ke-12 dari total 13.

Ducati Panigale V2 Bayliss

Ducati Panigale V2 Bayliss

Foto oleh: Ducati Corse

Turun dengan Ducati 996 R, pembalap asal Australia tersebut memenangi dua race di Assen untuk memastikan gelar WSBK 2001 sekaligus memaksa Colin Edwards (Honda) finis di P2 klasemen akhir.

Keberhasilan pembalap yang pernah dijuluki Baylisstic tersebut memenangi tiga gelar WSBK dengan varian Ducati berbeda – 996 R (2001), 999 F06 (2006), 1098 F08 (2008) – menjadi semacam ikatan kuat dirinya dengan pabrikan asal Bologna, Italia, tersebut.

Untuk memperingati 20 tahun sukses pertama Bayliss menjuarai WSBK 2001, Ducati mengeluarkan motor edisi spesial yang digelar di Sirkuit Assen, Belanda, Kamis (22/7/2021) sore kemarin.

Ducati Panigale V2 Bayliss

Ducati Panigale V2 Bayliss

Foto oleh: Ducati Corse

Bayliss pun dilibatkan dalam pembuatan desain grafis (livery) motor serta ikut memberikan nama: Ducati Panigale V2 Bayliss 1st Championship 20th Anniversary.

Livery pada Ducati Panigale V2 Bayliss terinspirasi dari model grafis yang dipakainya pada 2001. Warna merah tradisional ala Ducati menjadi dasar dari livery tersebut. Tidak lupa nomor 21 serta warna hijau dan putih yang merupakan bendera negara asal Ducati, Italia.

Di bagian atas tangki bahan bakar juga terdapat tanda tangan Bayliss. Nomor 21 milik pemenang 52 race dan 94 podium WSBK itu juga terlihat di jok dalam bentuk bordir.

Tanda tangan Troy Bayliss di atas tangki Ducati Panigale V2 Bayliss.

Tanda tangan Troy Bayliss di atas tangki Ducati Panigale V2 Bayliss.

Foto oleh: Ducati Corse

Di area triple clamp, selain terdapat tulisan Ducati Panigale V2 Bayliss 1st Championship 20th Anniversary, juga terlihat nomor produksi ke berapa motor tersebut dibuat.

Ducati Panigale V2 Bayliss 1st Campionship 20th Anniversary mengusung mesin berkapasitas 955 cm³ twin-cylinder Superquadro dengan standari emisi gas buang Euro 5.

Dengan tenaga maksimal 155 hp pada 10.750 rpm dan torsi maksimal 104 Nm pada 9.000 rpm, Ducati menjamin penunggang Panigale V2 Bayliss akan merasakan sensasi dan performa khas Bologna Bullets.

Triple clamp spesial menunjukkan nomor produksi Ducati Panigale V2 Bayliss.

Triple clamp spesial menunjukkan nomor produksi Ducati Panigale V2 Bayliss.

Foto oleh: Ducati Corse

Dibanding Panigale V2 biasa, bobot Panigale V2 Bayliss (berat kosong 174,5 kg) ini 3 kg lebih ringan berkat penggunaan baterai lithium-ion dan konfigurasi single-seater yang kian mengentalkan nuansa balap.

Untuk sasis, Panigale V2 Bayliss menggunakan basis frame monokok. Sementara dari sisi ergonomis, desainer Ducati membuat motor ini semakin nyaman bagi pengendara agar mudah mendapatkan performa terbaik baik saat melibas aspal maupun kerb.

Panigale V2 Bayliss memakai suspensi dari Ohlins dengan tipe garpu (fork) NX30 untuk depan dan TTX36 untuk peredam kejut belakang.

Ducati Panigale V2 Bayliss menggunakan Ohlins TTX36 untuk peredam kejut belakang.

Ducati Panigale V2 Bayliss menggunakan Ohlins TTX36 untuk peredam kejut belakang.

Foto oleh: Ducati Corse

Panigale V2 Bayliss juga memakai sistem segudang sistem elektronik canggih. Sebut saja pengereman ABS Bosch Cornering EVO, yang tetap bekerja bagus saat motor menikung tajam, persis seperti milik V4.

Selain itu, motor ini juga dilengkapi Ducati Traction Control (DTC) EVO 2 yang diambil dari Ducati Desmosedici GP18 dan Engine Brake Control (EBC) EVO yang membuat pembalap mampu mengoptimalkan motor tetap stabil dalam kondisi menikung ekstrem.

Ada juga Ducati Data Analyser + GPS (DDA+ GPS) yang membantu menunjukan data spesifik soal performa motor dan pembalap. Tiga riding mode (Race, Sport, Street) bisa dilihat dan diatur dengan mudah lewat dasbor berwarna 4,3 inci.

Ducati Panigale V2 Bayliss

Ducati Panigale V2 Bayliss

Foto oleh: Ducati Corse

Rencananya, Ducati Panigale V2 Bayliss 1st Campionship 20th Anniversary ini akan diperkenalkan secara resmi dalam jumpa pers virtual WSBK Belanda dalam acara Paddock Show pada Jumat (23/7/2021).

Troy Bayliss akan bergabung didampingi Direktur Sport Ducati Corse Paolo Ciabatti pada acara tersebut.

Berikutnya, setelah Superpole Race pada Minggu (25/7/2021), motor tersebut akan digeber di Assen oleh pembalap tim pabrikan Ducati, Michael Ruben Rinaldi (Aruba.it Racing – Ducati).

Baca Juga:

 

 

dibagikan
komentar
Sambut Balapan Kandang, Aegerter Pakai Livery Spesial di Assen

Artikel sebelumnya

Sambut Balapan Kandang, Aegerter Pakai Livery Spesial di Assen

Artikel berikutnya

Rinaldi Butuh Tekanan untuk Tampil Bagus

Rinaldi Butuh Tekanan untuk Tampil Bagus
Muat komentar