Pecahkan Rekor Superpole Bakal Sangat Berarti buat Jonathan Rea

Jonathan Rea masih penasaran dengan salah satu rekor yang belum bisa dipecahkannya di World Superbike (WSBK), yakni jumlah superpole terbanyak.

Pecahkan Rekor Superpole Bakal Sangat Berarti buat Jonathan Rea

Sepanjang kariernya di WSBK sejak 2008, Jonathan Rea sudah mengoleksi banyak torehan dan rekor di ajang balap sepeda motor berbasis kendaraan produksi massal tersebut. Yang paling fenomenal tentu jumlah gelar terbanyak, yakni 2015, 2016, 2017, 2018, 2019, dan 2020.

Pembalap yang merebut semua gelarnya bersama Kawasaki Racing Team WorldSBK – yang diperkuatnya hingga kini – itu pun masih memegang sederet rekor lain di WSBK.

Rea – bersama Doug Polen – masih menjadi pembalap dengan jumlah kemenangan (race) terbanyak dalam semusim, 17. Pembalap asal Irlandia Utara itu bahkan mencetaknya dua kali, 2018 dan 2019.

Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK

Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK

Foto oleh: Alexander Trienitz

Selain itu, Rea juga memegang finis podium terbanyak dalam satu musim yang dibuatnya pada 2019, 34 dari 37 race yang diikutinya.

Untuk fastest lap terbanyak dalam semusim, Rea juga memenang rekor tersebut bersama Doug Polen, yakni 14. Jika Polen, juara WSBK dua kali (1991, 1992) melakukannya pada 1991, Rea dua kali melakukannya yakni pada 2018 dan 2019.  

Rea juga memegang total kemenangan sepanjang masa di WSBK, yakni 107 race. Pembalap aktif yang paling mendekati rekor Rea tersebut adalah Tom Sykes (BMW Motorrad WorldSBK Team). Juara dunia WSBK 2013 tersebut berada di posisi kelima daftar dengan 34 kemenangan.

Namun, rekor Sykes pula yang membuat Rea masih penasaran. Pembalap veteran asal Inggris tersebut masih memegang pole position terbanyak di WSBK, 50. Di belakang Sykses ada Troy Corser, juara dunia 1996 dan 2005. Rea sendiri berada di P3 dengan 33 pole.

Tom Sykes, BMW Motorrad WorldSBK Team

Tom Sykes, BMW Motorrad WorldSBK Team

Foto oleh: Alexander Trienitz

“Motor kami memiliki grip mekanis sangat tinggi. Jadi, jika semua berlajan sempurna, logikanya kami bisa memaksimalkan performa motor untuk membuat waktu lap cepat,” ujar Rea.

Kendati demikian, dari sisi taktik, merebut pole position di WSBK saat ini lebih sulit. Adalah regulasi yellow flag yang menjadi faktor penyebabnya. Pembalap harus melambatkan motor jika melihat yellow flag untuk melindungi pembalap yang mengalami kecelakaan.

Jika pembalap mengabaikan yellow flag, semua waktu lap mereka sepanjang sesi akan dihapus. Ujung dari regulasi ini adalah, pembalap tidak akan bisa memperbaiki waktu lap dalam kondisi yellow flag. Jadi, tidak ada alasan untuk tak melambat.

Baca Juga:

“Aturan baru ini (dimulai musim 2021) tidak mudah bagi kami karena dengan sesi yang pendek, hanya 15 menit, pasti akan ada risiko yellow flag. Jadi, keberuntungan juga berperan di sini,” kata Rea.

“Tetapi, memang buan rahasia lagi jika kami memiliki motor yang sangat bagus yang memungkinkan untuk membuat segalanya. Tentu, rekor pole position terbanyak akan sangat berarti bagi saya. Karena, mungkin ini rekor terakhir yang bisa saya pecahkan.”

Peluang Jonathan Rea untuk memecahkan rekor Tom Sykes memang cukup terbuka musim ini. Rea di atas Kawasaki ZX-10RR berhasil merebut seluruh enam superpole yang sudah digelar. Akhir pekan ini, ia akan mencoba kembali melakukannya di WSBK Navarra.

“Tom Sykes memang sangat terkenal dengan torehan pole-nya. Tetapi, akan lebih indah jika saya mampu membuatnya 18 kali lagi untuk memecahkan rekornya. Saya akan berusaha keras meskipun tahu akan sulit melakukannya,” kata Jonathan Rea.

 

dibagikan
komentar
Scott Redding Sebut Yamaha Paling Konsisten di WSBK

Artikel sebelumnya

Scott Redding Sebut Yamaha Paling Konsisten di WSBK

Artikel berikutnya

Michael van der Mark Punya Motivasi Lebih Hadapi WSBK Navarra

Michael van der Mark Punya Motivasi Lebih Hadapi WSBK Navarra
Muat komentar