Inilah Perbedaan Karakter Ban MotoGP dengan Superbike

Mantan pembalap MotoGP, Jonas Folger, menjelaskan perbedaan dan karakteristik antara ban untuk motor MotoGP, Michelin, dengan Pirelli yang menjadi pemasok tunggal di Kejuaraan Dunia Superbike (WorldSBK).

Inilah Perbedaan Karakter Ban MotoGP dengan Superbike

Dari segelintir pembalap yang pernah membalap dengan ban Michelin dan Pirelli, Jonas Folger adalah satu di antaranya.

Pengalaman Folger turun bersama Tim Monster Yamaha Tech3 di MotoGP 2017 serta test rider untuk tim pabrikan Yamaha ada 2019 membuatnya tahu betul karakteristik ban Michelin.

Menurut pria asal Jerman, 27 tahun, tersebut, pada dasarnya konstruksi dan karakter pengendalian Michelin dan Pirelli berbeda jauh.

“Menurut saya, Pirelli cukup bagus. Daya cengkeramnya (grip) besar untuk lap-lap awal. Lalu, waktu aus Pirelli lebih panjang ketimbang misalnya Michelin atau Dunlop,” kata Folger dalam wawancara dengan Motorsport.com.

“Bagi saya pribadi, ban baru aus menjelang akhir lomba akan lebih baik karena saat itu Anda mungkin tidak akan menggeber motor secara maksimal lagi,” kata pembalap yang tahun depan akan membela tim satelit BMW di WorldSBK itu.

Baca Juga:

Pembalap yang turun bersama Bonovo Action by MGM Racing-Yamaha di seri keenam dan kedelapan WorldSBK 2020 lalu itu menjelaskan, karena berbeda karakteristik ban, setelan sistem elektronik antara motor MotoGP dengan Superbike juga tidak bisa sama.

Di MotoGP, para pembalap biasanya memaksimalkan performa mesin saat start dan awal lomba, lalu bertahap dikurangi sering grip yang menurun.

Tapi, kadang ada juga yang lebih menguntungkan dengan start di set-up yang lebih rendah (paling bawah mapping 3) untuk menghemat ban dan bahan bakar, dan baru memakai mapping 1 menjelang akhir-akhir lomba untuk mendapatkan performa maksimal.

Mapping mesin sangat memengaruhi tingkat keausan ban. Perbedaan performa motor antara mapping 1, mapping 2, dan mapping 3 di MotoGP sangat besar. Sebagai pembalap, Anda harus siap mengantisipasinya,” ujar Folger.

Pertanyaannya, apakah motor MotoGP bisa cocok dengan Pirelli dan sebaliknya, motor produksi massal yang dipakai di Superbike tidak masalah saat menggunakan Michelin?

“Kedua motor tersebut sangat berbeda jauh. Motor MotoGP tidak bisa menggunakan ban Pirelli dan sebaliknya, Michelin tidak cocok dengan motor Superbike. Kedua ban itu memiliki karakter yang berbeda jauh,” tutur Folger.

Saat disinggung sejauh mana ban akan memengaruhi strategi pembalap, Folger menilai tidak terlalu masalah. Balapan adalah persaingan dari lap pertama sampai akhir. Itu terjadi di kelas apa pun, baik MotoGP, Moto2, atau Moto3.

Ban Pirelli untuk World Superbike diyakini memiliki performa lebih bagus di trek dingin dibanding ban merk lain.

Ban Pirelli untuk World Superbike diyakini memiliki performa lebih bagus di trek dingin dibanding ban merk lain.

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Banyak yang bilang, ada pembalap yang sengaja menghemat ban di lap-lap awal agar bisa lebih kencang di akhir lomba (karena grip masih besar). Menurut saya, itu tidak benar,” kata Jonas Folger.

Folger – yang juga pernah turun di kelas 125 cc pada 2008-2011, Moto3 pada 2012-2013, dan Moto2 pada 2014-2016 – menegaskan, di balapan sekelas kejuaraan dunia, tidak mungkin pembalap hanya mengeluarkan 80 persen kemampuan di awal lomba.

“Di kejuaraan dunia, Anda harus memberikan 110 persen dari lap pertama sampai terakhir. Sejauh apa hasil balapan bisa dilihat dari seberapa keras Anda bekerja sepanjang akhir pekan lomba,” kata Jonas Folger.    

 

dibagikan
komentar
Van der Mark Akhirnya Jajal BMW M 1000 RR

Artikel sebelumnya

Van der Mark Akhirnya Jajal BMW M 1000 RR

Artikel berikutnya

Bautista Minta Honda Lakukan Tes Sepanjang Musim Dingin

Bautista Minta Honda Lakukan Tes Sepanjang Musim Dingin
Muat komentar