Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Philipp Oettl Nilai WSBK dan Panigale V4R Sangat Rumit

Pembalap anyar Go Eleven, Philipp Oettl, mengklaim Panigale V4R sangat rumit. Ia kesulitan mempelajari motor yang dikendarainya di World Superbike (WSBK) tersebut.

Philipp Oettl, Team Go Eleven, group photo

Situasi tersebut bisa dipahami karena sepanjang karier profesionalnya, baru sekarang, ia menunggangi Ducati. Saat terjun ke Moto3 dari 2012-2018, pembalap 25 tahun tersebut menggunakan Kalex KTM dan KTM.

Kemudian pada Moto2, Oettl juga memakai motor KTM. Saat pindah ke World Supersport (WSSP), rider Jerman itu mengendarai Kawasaki selama dua musim.

Oettl lantas mendapat kesempatan promosi ke WSBK, oleh Go Eleven, yang terhubung dengan Ducati. Pada tes pramusim WSBK di MotorLand Aragon, Senin (4/4/2022), ia hanya sampai pada posisi ke-12.

Selisih waktunya 1,319 detik dengan pemuncak daftar waktu tercepat Jonathan Rea. Pembalap Kawasaki Racing itu membukukan 1:49,394.

Penampilan Oettl menurun ketika menggunakan ban lunak saat temperatur lintasan 23 derajat Celcius.

Baca Juga:

Kendati berada di luar 10 besar, penghuni posisi ketiga WSSP 2021 itu mengaku cukup puas dengan catatan waktu terbaiknya. Yang terpenting baginya adalah mendapat pelajaran berharga selama proses.

“Kami meningkat selangkah demi selangkah, saya cukup puas. Pengalaman sangat diperhitungkan, contohnya manajemen ban,” ujarnya dikutip dari Speedweek.

“Tapi, saya seorang rookie. Kami tidak bisa menjalankan rencana tes karena kondisi dengan 5 derajat Celcius pada pagi hari tidak berguna. Topik superbike sangat kompleks.”

Level kerumitan WSBK dan WSSP tentu saja berbeda. Hingga saat ini, Oettl masih kebingungan menyocokkan antara pemilihan ban dan setelan Panigale V4R.

“Anda harus memilah ban. Di antaranya, saya harus berkendara dengan kencang dan menyetel motor. Perangkat baru dicoba saat melaju. Itu dua kali dalam 45 menit,” ia menuturkan.

“Itu tugas yang banyak sekali, semua harus saya atur. Itu kenapa saya tidak melihat waktu sama sekali, tapi saya punya feeling bagus pada motor. Karena hanya dengan itu, Anda bisa berkendara dengan kencang.

“Kami mencoba memasang semua dengan benar selama dua hari ini sehingga kami bagus pada akhir pekan balapan. Pada tahun pertama, Anda harus diizinkan untuk mencoba sesuatu.

“Ketika saya berkendara dengan kencang, saya tidak selalu melakukan semua dengan benar. Saya belum tahu bagaimana melakukan itu. Kelas 600 juga kompleks, tapi ada banyak yang harus dicoba di sini.” 

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Puncaki Tes WSBK Aragon, Jonathan Rea Puji Setelan Kawasaki 2022
Artikel berikutnya Pirelli Konfirmasi Ban SCQ Jadi Opsi Superpole WSBK

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia