Punya Dua Putra, Rea Tetap Jadi Juara Dunia

Banyak pembalap yang mengatakan bahwa memiliki seorang anak akan membuat mereka menjadi lebih lambat. Namun, Jonathan Rea melawan mitos tersebut dan melakukan hal sebaliknya.

Punya Dua Putra, Rea Tetap Jadi Juara Dunia

Pembalap Kawasaki Racing Team telah memenangkan gelar juara dunia World Superbike (WSBK) yang keenam secara beruntun.

Meski kerap mendominasi di setiap tahunnya, tapi ia tak pernah mengendurkan tekanan dan selalu lapar akan kemenangan.

Pada tahun depan, ia berambisi meraih gelar ketujuh dengan menggunakan motor baru dari Kawasaki, ZX-10RR.

Apa yang telah diraihnya sebenarnya melawan mitos yang dipercaya sebagian besar pembalap. Bahwa memiliki anak akan membuat mereka menjadi lebih lambat.

Seperti yang pernah diucapkan Enzo Ferrari bahwa setiap anak akan membuat pembalap mengalami penurunan kecepatan sebanyak satu detik.

Jonathan Rea menikahi istrinya, Tatia, pada 2013, yang mana itu menjadi titik baliknya sebagai seorang pembalap.

Di tahun yang sama, anak pertamanya yang bernama Jake lahir dan ia memang gagal menjadi juara dunia. Bahkan ia menyelesaikan musim di urutan kesembilan dalam klasemen dengan 176 poin.

Baca Juga:

Namun, di tahun berikutnya performanya mengalami peningkatan dengan mengakhiri musim di posisi ketiga setelah mengumpulkan 334 poin.

Kemudian anak kedua yang diberi nama Tyler lahir pada 2015. Di tahun itu juga ia hijrah ke Kawasaki, dan dari sini cerita kesuksesannya dimulai.

Jonathan Rea berhasil meraih gelar juara dunia WSBK pertamanya dengan meraih 14 kemenangan dan hanya gagal tiga kali naik podium dalam 26 balapan yang digelar.

Hal itu menjadi bukti bahwa memiliki anak tak akan membuatnya menjadi lemah. Bahkan itu meningkatkan motivasinya untuk terus meraih kemenangan.

“Saya masih ingat momen ketika menikahi Tatia dan kami menghabiskan waktu bersama. Lalu Jake lahir pada 2013. Sekarang, saya menegaskan bahwa memiliki anak mengubah hidup saya,” kata Rea.

“Pandangan saya terhadap kehidupan berubah drastis. Tidak berlaku bagi saya secara pribadi atau pada balapan akhir pekan berikutnya. Tiba-tiba teringat bahwa ada seseorang yang menjadi tanggung jawab saya.”

 

Sejak mengikuti WSBK pada 2008, Rea telah meraih 99 kemenangan dari 185 podium. Ini membuatnya menjadi pembalap paling menakutkan di grid.

“Saya tahu apa yang dibutuhkan untuk tetap berada di depan. Tapi saya masih membutuhkan keseimbangan yang tepat,” ujar Rea.

“Lalu saya mendapatkan hasil yang memuaskan. Tahun terakhir saya bersama Honda menjadi yang terbaik sejauh ini. Saya menyelesaikan musim di posisi ketiga dan itu memberikan saya kesempatan untuk bergabung dengan Kawasaki pada 2015.”

Jonathan Rea menegaskan bahwa memiliki istri dan anak membuat kehidupannya lebih seimbang dan juga membuatnya selalu ingin melakukan yang terbaik untuk kedua putranya.

dibagikan
komentar
Kawasaki-Pedercini Lanjutkan Tes WSBK di Aragon

Artikel sebelumnya

Kawasaki-Pedercini Lanjutkan Tes WSBK di Aragon

Artikel berikutnya

Rea dan Lowes Makin Nyaman dengan ZX-10RR 2021

Rea dan Lowes Makin Nyaman dengan ZX-10RR 2021
Muat komentar