Rabat Klaim Pembalap Kencang Walau Rapornya Mengecewakan

Menjalani musim debut yang sulit, Tito Rabat tak merencanakan apa pun dalam balapan, terutama World Superbike Belanda, 24-25 Juli mendatang. Ia mengklaim sebagai pilot kencang meski hasil bertolak belakang.

WSBK ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan meski kerap dipandang remeh. Mantan pembalap MotoGP tersebut belum bisa beradaptasi dengan motor jalanan Panigale V4 R. Bahkan, setelah melakoni 12 lomba di mana pembalap Barni Racing hanya finis 10 besar dua kali.

Rabat kini duduk di peringkat ke-15 klasemen pembalap dengan koleksi 18 poin. Ia paling lemah di antara penunggang Ducati, seperti Scott Redding, Michael Ruben Rinaldi, Chaz Davies dan Axel Bassani.

Di Donnington Park, Rabat terpaksa gagal finis dan hasil terbaiknya posisi ke-14. Ia meminta agar semua sabar menunggunya mengeksplorasi kemampuan dan motornya.

“Jika bicara secara serius, jelas bahwa ini adalah awal yang buruk, sangat buruk. Sejak awal, kami mulai dengan banyak masalah dan pada dua sirkuit terakhir, kami tercekat. Saya tidak tahu kenapa,” ujarnya dikutip dari situs resmi WorldSBK.

Baca Juga:

“Kami menjalankan tes (di Misano) di mana itu lebih baik dan di Donington Park, kami tidak dapat menarik kesimpulan bagus. Anda harus menunggu sebentar lagi, lebih sabar dan mencoba mendapat yang terbaik di setiap akhir pekan.

“Pekerjaan yang saya lakukan di rumah tidak merefleksikan kondisi di trek dan tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali bersabar dan tenang.”

Rabat yakin akan lebih baik ketika lomba berjalan menuju akhir. Pria Spanyol itu ingin menjaga motivasi meski hasil di bawah ekspektasi.

 

“Selama bertahun-tahun, Anda terbiasa dengan itu. Kalau hasilnya tidak datang, Anda menemukan motivasi di rumah sehingga datang ke sirkuit dalam kondisi bersemangat, kemudian Anda meninggalkan (trek), tanpa merasa demotivasi dan bisa melanjutkannya,” tutur juara Moto2 2014 itu.

“Ini tentang memiliki kepercayaan diri besar, karena pada akhirnya, itu yang sangat penting. Saya tahu saya kencang dan saya 100 persen untuk kemungkinan berada di semua level.”

Akhir pekan ini, Rabat akan mengadu peruntungan di Assen. Ia sempat naik podium di sana kala berlaga di Moto2 2015.

Bagaimanapun pembalap 32 tahun itu tak mau membuat prediksi karena kondisi yang dialaminya sekarang berbeda.

“Saya tidak merencanakan apa pun untuk Assen. Saya harap bisa lebih kuat…, bekerja dengan tenang dan lanjut dengan mental apakah bagus atau buruk. Anda harus mencoba meletakkan semua di tempatnya dan menjaga apa pun yang datang.”

dibagikan
komentar

Video terkait

Lowes Targetkan Dapat Podium Lagi di Assen

Artikel sebelumnya

Lowes Targetkan Dapat Podium Lagi di Assen

Artikel berikutnya

Resmi Perpanjang Kontrak, Gerloff Pilih WSBK ketimbang MotoGP

Resmi Perpanjang Kontrak, Gerloff Pilih WSBK ketimbang MotoGP
Muat komentar