Jonathan Rea Sebut Most Perlihatkan Kelemahan Kawasaki

Pembalap Kawasaki Racing, Jonathan Rea, mengungkapkan bahwa kecelakaannya di WSBK Ceko telah membongkar titik lemah ZX-10RR.

Jonathan Rea Sebut Most Perlihatkan Kelemahan Kawasaki

Rea mengalami akhir pekan yang sulit dalam kunjungan pertama World Superbike ke Sirkuit Most di Ceko. Ia hanya mampu mencetak 23 poin dalam tiga balapan, yang mana jadi terburuk sejak kejuaraan mengadopsi format saat ini sejak 2019.

Pembalap asal Irlandia Utara itu mengalami kecelakaan keduanya musim ini dalam Race 1. Ia kehilangan daya cengkeram pada ban depan ZX-10RR di Tikungan 1 saat sedang bertarung melawan penantang gelar juara dunia, Toprak Razgatlioglu.

Meski bisa melanjutkan balapan, tapi Rea harus terjatuh lagi dalam lap yang sama di Tikungan 20, membuatnya gagal mendulang poin penuh.

Melihat akhir pekan secara keseluruhan, Rea menilai Sirkuit Most yang bergelombang menjadi salah satu alasan ZX-10RR tak menunjukkan performa apik.

“Kami tahu motor kami tidak terlalu bersahabat dengan trek bergelombang seperti motor lainnya,” tuturnya.

“Sasis kami sangat kuat, itu memaksa untuk pengereman lambat dan berakselerasi. Sirkuit ini sangat bumpy dan juga ada banyak perubahan arah yang cepat.

“Di Donington park, saya juga terjatuh di area yang bergelombang, sama seperti di sini. Ini sulit, karena saya tidak bisa menemukan batasan.

“Saya merasa segalanya sudah berada di bawah kendali, tapi kami melihat data ada banyak hal di bagian depan motor, yang mana tidak bereaksi dengan baik saat berada di trek bergelombang. Itu sesuatu yang harus kami perbaiki.

“Tak diragukan ketika kami merasa bagus di atas motor seperti di Assen dan Donington, maka saya bisa melaju sangat cepat. Jadi, semoga kejadian di Most bisa kami lupakan dan kembali kuat di tempat lain.”

Baca Juga:

Pada Race 2, Jonathan Rea finis 12 detik di belakang pembalap Ducati, Scott Redding, yang merupakan jarak terbesar sejak perlombaan di Jerez tahun lalu.

Peraih enam gelar itu mengatakan pemilihan ban menjadi faktor utama penentu kemenangan, di mana Redding dan Razgatlioglu memilih ban SCX, sedangkan Rea menggunakan ban SC0.

“Saya menggunakan ban belakang yang lebih keras, yang merupakan opsi lebih konservatif. Pada awalnya, ritme balap saya baik-baik saja, saya sedikit terjebak di belakang (Andrea) Locatelli. Tapi setelah berhasil menyalipnya, saya tidak bisa memangkas jarak,” ujarnya.

“Saya pikir mungkin paruh kedua balapan bisa menjadi milik saya karena menggunakan ban keras dan lebih konsisten. Tetapi, saya tidak memiliki daya cengkeram dan ban cepat habis seperti SCX.”

Hanya mengumpulkan 23 poin dari tiga balapan di Most, saat ini Jonathan Rea unggul tipis atas Razgatlioglu dengan tiga angka dalam klasemen sementara.

“Kami berada di pertengahan musim dan lika-liku yang telah terjadi bisa terulang di paruh kedua musim. Setidaknya, saya masih memimpin klasemen, dengan jarak yang sangat kecil dari Toprak. Namun, kami sadar dengan siapa sedang bertarung,” ucap Rea.

“Saya merasa ada di posisi yang bagus. Saya memiliki banyak pengalaman di segala jenis situasi, jadi saya pikir bisa mengatasinya dengan baik. Kami memiliki beberapa sirkuit yang mendukung karakter motor kami. Saya tidak sabar untuk itu.”

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati, Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati, Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Wildcard YART Yamaha di WSBK Ceko Berakhir Mengecewakan

Artikel sebelumnya

Wildcard YART Yamaha di WSBK Ceko Berakhir Mengecewakan

Artikel berikutnya

Alvaro Bautista Belum 100 Persen Pasti Bertahan di Honda

Alvaro Bautista Belum 100 Persen Pasti Bertahan di Honda
Muat komentar