Scott Redding Bantah Gabung BMW Sebuah Langkah Mundur

Scott Redding merasa heran dengan kritik yang mempertanyakan dirinya gabung BMW, dan membahas perannya dalam kesuksesan Ducati.

Scott Redding Bantah Gabung BMW Sebuah Langkah Mundur

Redding akan meninggalkan Ducati akhir tahun ini untuk gabung dengan BMW, setelah menandatangani kontrak multi-tahun, untuk menggantikan Tom Sykes.

Bersama Ducati, Redding jadi salah satu penantang kuat dalam perebutan gelar juara dunia dengan bertarung melawan pembalap Kawasaki, Jonathan Rea, dalam dua tahun terakhir.

Oleh karena itu, keputusannya untuk meninggalkan Ducati dan bergabung dengan BMW dipertanyakan banyak orang. Terlebih pabrikan Jerman itu belum menunjukkan konsistensi dengan proyek baru mereka, M1000RR.

Namun, Redding hanya tertawa ketika mendengar orang-orang mengatakan dirinya pindah karena mendapatkan gaji yang lebih besar di BMW.

Pembalap asal Inggris itu mengklaim bahwa dirinya pindah bukan karena uang, tetapi tertarik dengan proyek M1000RR, yang terbukti performanya makin mendekati motor Ducati Panigale V4R.

“Benar-benar satu-satunya hal yang saya lihat adalah di media sosial, yang mungkin bukan hal terbaik untuk dilihat. Tapi, itu seperti air yang mengalir dari punggung bebek bagi saya, itu tidak terlalu mengganggu saya. Itu sangat lucu,” kata Redding.

“Hal yang mengejutkan saya adalah banyak orang yang berkomentar seperti, ‘Scott pindah karena uang’, ‘Dia sudah sampai pada penghujung kariernya’, ‘Anda bergabung dengan pabrikan lain, Anda tidak pernah mendapat hasil yang diinginkan’.

“Saya malah berpikir, ‘Saya tidak tahu apakah Anda menonton balapan yang sama dengan saya. Tetapi sebenarnya jika Anda mengeluarkan saya dari persamaan, BMW telah membuat motor yang sama baiknya dengan apa yang saya gunakan sekarang’.

“Jadi, jika Anda melihat keluar, sebenarnya ke mana saya pergi sepertinya akan lebih baik.”

Baca Juga:

Scott Redding menghabiskan musim terakhirnya di MotoGP bersama Aprilia pada 2018. Sebuah musim yang kemudian digambarkannya sebagai “demoralisasi psikologis” setelah berjuang untuk mengendalikan RS-GP sepanjang tahun.

Sejak saat itu, Aprilia terus menunjukkan perkembangan hingga rutin finis di posisi 10 besar sepanhang tahun ini. Aleix Espargaro berhasil mencetak podium pertama untuk pabrikan Italia itu di era modern pada Grand Prix Inggris bulan lalu.

Redding mengatakan Aprilia jadi contoh bagus yang menunjukkan orang-orang tidak boleh meremehkan pabrikan lain atas progres yang mereka lakukan hingga hasil menunjukkannya.

“Saya merasa heran pabrikan dan merek mendapat pengakuan karena bagaimana mereka memulai. Tetapi orang tidak memberi mereka pujian selama bertahun-tahun dalam membangun proyek, seperti Aprilia di MotoGP yang meraih podium pertama,” ujarnya.

“Saya cukup senang untuk mereka karena dari mana mereka berasal dan momen yang saya miliki bersama mereka.

“Saya tidak benar-benar menyimpan dendam, tetapi saya tidak bersenang-senang di sana. Namun, jika saya mengesampingkan itu, Anda lihat mereka terus bekerja dan mereka telah tiba di sana, dan sekarang orang mulai melihat perbedaan aspek itu.

“Saya mendapati komentar tentang kepindahan saya ke BMW yang agak lucu. Jujur, itu benar-benar membuat saya sedikit tertawa. Saya tidak terlalu banyak mencari di internet, tapi hanya itu yang saya lihat.”

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Sulit Menjaga Margin di Triple-Header WSBK
Artikel sebelumnya

Sulit Menjaga Margin di Triple-Header WSBK

Artikel berikutnya

Razgatlioglu Ingin Hapus Kekecewaan di WSBK Catalunya Musim Lalu

Razgatlioglu Ingin Hapus Kekecewaan di WSBK Catalunya Musim Lalu
Muat komentar