Scott Redding Belum Kehilangan Asa Kejar Gelar WSBK 2021

Pembalap Aruba.it Ducati Scott Redding belum kehilangan asa untuk menjadi juara dunia WSBK 2021. Ia berharap kejutan pada dua putaran pamungkas musim di Argentina dan Indonesia.

Scott Redding Belum Kehilangan Asa Kejar Gelar WSBK 2021

Dua akhir pekan balapan tersisa dalam Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK) tahun ini. Bagi Scott Redding, ini adalah periode vital untuk menjaga kans meraih gelar, karena di atas kertas ia masih punya peluang.

Bagaimanapun, rider Ducati tersebut tidak ingin puas hanya dengan mengakhiri musim di peringkat tiga, posisi yang ditempatinya saat ini dalam klasemen sementara. Redding masih tertinggal 54 poin dari sang pemuncak, Toprak Razgatlioglu (Yamaha).   

“Target saya adalah lebih baik dari peringkat ketiga di kejuaraan dunia (WSBK). Tentu saja saya ingin jadi juara. Saya masih fokus ke sana, namun saya juga perlu realistis. Saya mau menjadi yang pertama, tetapi runner-up juga tidak buruk,” kata Redding.

Dalam klasemen WSBK saat ini, ia tak hanya harus mengejar Razgatlioglu, melainkan juga juara bertahan Jonathan Rea (Kawasaki), yang ada di posisi kedua. Redding berjarak 30 poin di belakangnya. Setidaknya, tempat Rea lebih masuk akal untuk dikejar.

Baca Juga:

Namun ia perlu memperlihatkan performa yang kuat dalam WSBK Argentina di Sirkuit San Juan Villicum, akhir pekan ini dan event pamungkas di trek anyar, Pertamina Mandalika Street Circuit, Indonesia, pada 19-21 November mendatang.

“Jonathan mengalami beberapa nasib sial. Anda tak sering melihat itu darinya. Toprak mungkin berpikir dia perlu mengamankan poinnya. Ini situasi terburuk yang bisa Anda dapatkan (dalam kejuaraan),” ujar Redding.

“Kesalahan terbesar saya adalah ketika mencoba mengelola keunggulan saya,” Redding merujuk tentang kegagalannya menjadi juara dunia Moto2 2013, di mana ia menelan pil pahit kalah bersaing dengan Pol Espargaro di tahap akhir musim.

Menurut Redding, hal seperti itu mungkin terjadi dalam persaingan gelar WSBK musim 2021. Ia meyakini tekanan akan dirasakan makin intens oleh pembalap dan bukan mustahil bisa mengubah skenario akhir.

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

“Toprak harus membalap dengan kuat dan ia telah melakukan itu sepanjang musim. Tetapi, makin dekat Anda mencapai finis, akan makin sulit. Saya juga akan berusaha tampil lebih baik setelah balapan agresif akhir-akhir ini,” ia menuturkan.

“Saya tidak bisa mundur lebih jauh dari posisi ketiga. Itu sebabnya saya tidak peduli. Saya harus menang untuk dapat (posisi) lebih baik. Saya akan balapan dengan lebih keras. Balapan pastinya akan menarik.

“Saya ingin memenangi satu race lagi (di Argentina) sebelum akhir musim dan tentu saja mengalahkan dua lainnya (Razgatlioglu dan Rea). Ini akan sulit karena mereka cepat dan berpengalaman,” ujar Redding.

Meski demikian, pembalap kebangsaan Inggris tersebut menantikan putaran penutup musim di Sirkuit Mandalika, di mana segala kemungkinan dapat terjadi. “Indonesia akan menjadi teritori saya. Tidak ada yang tahu treknya.”

Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team, Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati

Jonathan Rea, Kawasaki Racing Team WorldSBK, Toprak Razgatlioglu, PATA Yamaha WorldSBK Team, Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

dibagikan
komentar
Jonathan Rea Seolah Kembali ke Mimpi Buruk dengan Honda
Artikel sebelumnya

Jonathan Rea Seolah Kembali ke Mimpi Buruk dengan Honda

Artikel berikutnya

Toprak Razgatlioglu Fokus Kemenangan, Bukan Kejuaraan

Toprak Razgatlioglu Fokus Kemenangan, Bukan Kejuaraan
Muat komentar