Scott Redding Sebut Most Tak Penuhi Standar Keselamatan WSBK

Pembalap Ducati, Scott Redding, mengkhawatirkan level keamanan di Autodrom Most jelang putaran keenam World Superbike 2021 akhir pekan ini.

Scott Redding Sebut Most Tak Penuhi Standar Keselamatan WSBK

Terletak di luar ibu kota Republik Ceko, Praha, Most masuk kalender sebagai pengganti seri Phillip Island yang dibatalkan karena pandemi Covid-19.

Meski pernah menjadi tuan rumah European Le Man Series pada 2001 silam, trek sepanjang 4,2 km ini belum berpengalaman menggelar event kejuaraan dunia - baik itu roda empat maupun roda dua.

Bahkan, seusai WSBK Ceko, Sirkuit Most bersiap untuk menyelenggarakan ajang Euro NASCAR Series dan FIA European Truck Racing Championship pada tahun ini.

Bulan lalu, Redding merupakan salah satu pembalap yang mendapat kesempatan untuk mencicipi Most dalam tes privat dengan menggunakan Ducati Panigale V4 R versi jalan raya.

Kurangnya run off area membuat Redding meragukan standar keselamatan di Autodrom Most. Jangankan untuk level British Superbike (BSB), level keamanan sirkuit tak memenuhi WSBK.

 

Layout trek sangat bagus. (Tetapi) tarmac benar-benar hancur di tikungan pertama dan sama sekali tidak ada grip. Jadi, jika (kondisi) basah itu akan menjadi masalah besar. Lainnya bagus, mengalir dengan baik,” ucapnya.

“Ada dua tempat di mana itu sangat berbahaya, di mana Anda melaju dengan kecepatan tinggi dan tidak ada banyak run-off area ke pembatas. Bahkan jika ada air fence di sana, itu tidak akan banyak membantu.

“Kami berada dalam situasi Covid-19, mereka melakukan yang terbaik untuk menyatukan kejuaraan bagi kami, yang sangat saya hormati. Jadi, kami harus mencoba. Saya tidak menyalahkan Dorna atau FIM.

“Namun itu tidak layak untuk World Superbike, bahkan British Superbike… Ada beberapa tempat yang samar (dalam kalender) di BSB dan saya akan memasukkan Most ke dalamnya. Itu tidak dibangun untuk kecepatan dan level yang kami lakukan.”

Baca Juga:

Sirkuit Most telah memegang kontrak untuk menjadi tuan rumah WSBK Ceko selama lima tahun, atau hingga musim 2025.

Redding pun berharap, pihak penyelenggara membuat sejumlah peningkatan standar keselamatan balap kejuaraan dunia.

“Ketika saya berada di sana dengan motor jalanan, saya merasa terlalu cepat melintasi trek, dan dengan Superbike saya akan tiga atau empat detik lebih cepat. Akan ada banyak kecepatan di tikungan,” tuturnya.

“Saya selalu merasa sedikit takut karena terkadang hal-hal ini tidak ditangani sampai sesuatu yang serius terjadi. Tapi, di zaman sekarang ini, kita memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk berkata, ‘Ini mungkin tidak aman’.”

dibagikan
komentar
Toprak Razgatlioglu Siap Ambil Risiko di Ceko

Artikel sebelumnya

Toprak Razgatlioglu Siap Ambil Risiko di Ceko

Artikel berikutnya

Galang Hendra Bakal Berusaha Keras Raih Poin di WSSP Ceko

Galang Hendra Bakal Berusaha Keras Raih Poin di WSSP Ceko
Muat komentar