Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia

Scott Redding Merasa Sudah Berkontribusi Besar untuk Ducati

Kendati gagal mewujudkan target Aruba.it Racing - Ducati, Scott Redding menilai dirinya layak mendapat apresiasi dalam dua musim terakhir di World Superbike (WSBK).

Scott Redding, Aruba.It Racing - Ducati with World SBK medal

Setelah tersingkir dari MotoGP akhir 2018, Redding berlabuh ke British Superbike (BSB). Berstatus rookie, sang pembalap membuat kejutan lewat kesuksesan merengkuh gelar juara musim 2019.

Prestasi mengesankan itu menarik perhatian Ducati, yang kemudian memboyong Redding berkompetisi dalam WSBK. Keputusan pabrikan Borgo Panigale tidak salah. Rider asal Inggris itu mampu menyulitkan Jonathan Rea.

Namun, memasuki paruh kedua 2020, Redding harus menerima kenyataan bahwa Ducati belum cukup memiliki kekuatan untuk meredam kecepatan Kawasaki. Dia pun akhirnya mencoba peruntungannya lagi pada 2021.

Kurang meyakinkan dalam dua balapan pertama, Redding bangkit dan mengemas dua kemenangan di Aragon serta Estoril. Akan tetapi, perjalanannya menuju tangga juara dunia menemui ganjalan berat.

Tak hanya melawan Rea, Redding turut dihadapkan dengan perlawanan dari Razgatlioglu, yang boleh dibilang membuyarkan konsentrasinya. Meski masih bisa menang empat kali, pada akhirnya titel gagal digenggamnya.

Pembalap Aruba.It Racing - Ducati, Scott Redding, saat merayakan kemenangan di Race 2 World Superbike (WSBK) Argentina 2021

Pembalap Aruba.It Racing - Ducati, Scott Redding, saat merayakan kemenangan di Race 2 World Superbike (WSBK) Argentina 2021

Foto oleh: Gold and Goose / Motorsport Images

Selama dua tahun membela Aruba.it Racing - Ducati, Redding mengoleksi 12 kemenangan dan 37 podium. Musim ini, dia pindah ke BMW Motorrad, yang mana posisinya digantikan oleh Alvaro Bautista.

“Saya cukup senang. Setelah tidak memenangi balapan selama bertahun-tahun di MotoGP, menyenangkan bisa memenangi balapan dan bersaing di podium. Itu benar-benar meningkatkan kepercayaan diri saya sebagai pembalap, yang saya lewatkan selama bertahun-tahun,” tuturnya mengutip Visordown.

“Saya merasa saya melakukan pekerjaan yang hebat. Saya benar-benar ingin memenangi kejuaraan, tetapi kami beberapa kali tidak beruntung dan sayangnya untuk memenangi kejuaraan Anda tidak mampu melakukannya karena setiap poin penting.

“Namun, saya memberikan yang terbaik setiap kali saya berada di motor itu, tidak peduli cuaca atau situasinya. Saya memberikan semua yang saya bisa berikan.”

Baca Juga:

Redding lalu mengungkapkan, bahwa sebenarnya ada peluang untuk tetap bertahan di Ducati. Yang jadi permasalahan adalah dia mengaku tak siap mengorbankan sesuatu demi apa-apa.

“Saya ingin bertahan karena motornya bagus, ini adalah tahun ketiga dan kami makin dekat. Paruh kedua tahun 2021 saya adalah salah satu pembalap yang mencetak poin tertinggi. Tetapi Anda tidak dapat mengubah hal-hal itu, saya tidak akan berkendara dengan sia-sia,” ucapnya.

Eks pembalap Aprilia itu kemudian menekankan, balapan merupakan bisnis yang dilakoninya. Walau begitu, bukan berarti dirinya tak menikmati setiap perlombaan WSBK. Yang diinginkan adalah naik podium tertinggi.

“Saya punya rumah yang harus dibayar, kehidupan yang harus dimiliki dan karier saya tidak akan bertahan selamanya. Ini adalah bisnis bagi saya. Motivasi saya untuk balapan adalah menang, saya tidak melakukannya karena saya menyukainya,” ujar Redding.

“Apakah saya menikmatinya? Ya, kadang-kadang, tetapi kesenangan saya adalah berdiri di tangga teratas podium itu dengan trofi #1 di tangan dan saya ingin dibayar untuk melakukannya.

"Saya mempertaruhkan hidup saya dan saya pikir saya pantas dibayar dengan cara menghargai diri saya sendiri. Sulit dengan ekonomi seperti itu, tetapi beberapa orang dikeluarkan dan itu emas untuk orang lain.”

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya MV Agusta Akan Bikin F3 800 RR Seseimbang Mungkin
Artikel berikutnya Scott Redding Masih Bermasalah dengan Mesin BMW

Top Comments

Belum ada komentar. Mengapa Anda tidak menulis sesuatu?

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia