Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia

Tak Lihat Kelemahan BMW, Bautista Dorong Ducati Bereaksi

Alvaro Bautista jelas kalah cepat dari Toprak Razgatlioglu pada Race 1 di WSBK Italia, di Misano. Juara bertahan itu menilai BMW tak punya kelemahan saat ini.

Alvaro Bautista, Aruba.It Racing - Ducati

Toprak Razgatlioglu merusak pesta Ducati pada Sabtu (15/6/2024) di Misano, saat World Superbike kembali setelah jeda dua bulan. Memulai balapan dari posisi terdepan, rider asal Turki ini meraih kemenangan dan tidak memberikan kesempatan kepada dua rival dari pabrikan Ducati lainnya. Nicolo Bulega melewati garis finis sekitar dua detik di belakangnya, sedangkan Alvaro Bautista tertinggal lebih dari tiga detik.

Pembalap BMW ini menjalani balapan dengan sempurna, dan merebut posisi di klasemen.

"Balapan pertama sudah selesai, sekarang tinggal dua balapan lagi. Saya ingin memenangi ketiganya di sini," ujar Toprak yang memperkirakan akan ada banyak perlawanan pada hari Minggu, tetapi masih memiliki kartu As, karena bertarung di Race 1 dengan menggunakan ban depan keras.

Pada Superpole Race, ia akan menggunakan kompon yang lebih lembut yang dipakai rider Ducati kemarin.

"Saya akan menggunakan ban SC1 pada balapan sprint. Saya merasa lebih baik dengan ban ini. Motornya lebih baik," kata Razgatlioglu, yang juga mencatatkan sejarah.  Untuk pertama kalinya sejak Marco Melandri lebih dari sepuluh tahun yang lalu, seorang pembalap BMW memimpin klasemen WSBK secara keseluruhan.

"Saya sedikit terkejut. Saya tidak menyangka hal ini akan terjadi di tahun pertama saya (bersama BMW). Tanpa masalah teknis di Phillip Island, keunggulannya akan sangat berbeda," ujarnya.

Pada 2023, Bautista meraih tiga kemenangan di Misano. Namun, tidak banyak yang tersisa dari dominasi tersebut.

"Ducati harus membuat langkah maju. BMW telah bekerja dengan sangat baik, dan sangat kuat di semua area.Mereka tidak memiliki titik lemah," sang juara dunia menganalisis. Pada balapan hari Sabtu, pembalap Talaverano tidak dapat mengikuti Toprak sejak awal.

Baca Juga:

"Saya mengalami masalah besar pada bagian depan. Perasaan saya lebih baik dari hari Jumat, tapi kami berada di batas dalam kondisi seperti ini. Masalah yang sebenarnya muncul ketika kondisinya ekstrim, seperti yang terjadi hari ini.

"Saya kesulitan mengerem motor sejak awal. Saat saya memaksakan motor di tikungan, roda depan tergelincir. Saya hampir terjatuh 10 atau 12 kali karena saya terlalu memaksakan bagian depan. Bodoh sekali jika saya menginginkan lebih, karena itu tidak mungkin."

Pembalap veteran berusia 39 tahun itu mengesampingkan pilihan ban yang salah. "Pilihannya tepat, karena saya tidak bisa mengendarai SC2. Itu adalah kompon yang tepat. Tapi ini tentang set-up motor. Itu tidak bekerja sebaik tahun 2023. Kami harus memulai dari awal setiap hari Jumat. Kami masih harus menemukan set-up yang bekerja dengan baik di semua kondisi,” ia mandasan

Di Misano, bos Ducati Corse, Gigi Dall'Igna mampir, dan bisa bertanya langsung tentang masalah tersebut.

"Hal yang bagus dari Gigi adalah ia mencoba menggabungkan catatan data dengan pernyataan para rider, dan kemudian mencari solusi," pungkas pembalap asal Spanyol ini, memuji cara kerja insinyur asal Venesia tersebut.

Be part of Motorsport community

Join the conversation
Artikel sebelumnya Kecelakaan Rusak Balapan Perdana Kejuaraan Dunia Wanita
Artikel berikutnya Superpole Race WSBK Italia: Razgatlioglu Pecah Rekor, Bautista Crash

Top Comments

Sign up for free

  • Get quick access to your favorite articles

  • Manage alerts on breaking news and favorite drivers

  • Make your voice heard with article commenting.

Motorsport prime

Discover premium content
Berlangganan

Edisi

Indonesia Indonesia